<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Budaya &amp; Wisata &#8211; Halo Bojonegoro</title>
	<atom:link href="https://halobojonegoro.id/category/budaya-wisata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://halobojonegoro.id</link>
	<description>Inspiratif dan Terkini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Aug 2026 10:24:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://halobojonegoro.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Budaya &amp; Wisata &#8211; Halo Bojonegoro</title>
	<link>https://halobojonegoro.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ratusan Warga Bojonegoro Lantunkan Doa Lintas Agama, Harapkan Pemimpin Amanah dan NKRI Tetap Utuh</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/ratusan-warga-bojonegoro-lantunkan-doa-lintas-agama-harapkan-pemimpin-amanah-dan-nkri-tetap-utuh/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/ratusan-warga-bojonegoro-lantunkan-doa-lintas-agama-harapkan-pemimpin-amanah-dan-nkri-tetap-utuh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2026 11:19:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa Bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Bojonegoro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=4477</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, BOJONEGORO — Suasana penuh khidmat mewarnai Masjid Babus Shofa, Jalan Basuki Rahmat, <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/ratusan-warga-bojonegoro-lantunkan-doa-lintas-agama-harapkan-pemimpin-amanah-dan-nkri-tetap-utuh/" title="Ratusan Warga Bojonegoro Lantunkan Doa Lintas Agama, Harapkan Pemimpin Amanah dan NKRI Tetap Utuh" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, <strong>BOJONEGORO</strong> — Suasana penuh khidmat mewarnai Masjid Babus Shofa, Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Bojonegoro, Sabtu (22/8/2026) malam. Ratusan masyarakat berkumpul dalam doa bersama yang secara khusus digelar untuk mendoakan para pemimpin bangsa sekaligus memohon keberlangsungan kedamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p>
<p class="isSelectedEnd">Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB tersebut menjadi ruang perjumpaan masyarakat dan tokoh lintas agama. Sejumlah ulama, tokoh masyarakat serta perwakilan agama yang tergabung dalam <strong>Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro</strong> turut hadir dalam kegiatan tersebut.</p>
<p class="isSelectedEnd">Beberapa tokoh yang hadir di antaranya KH Robawi Afni, Pengasuh Pondok Pesantren Bening Samudro; Alamaul Huda, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Rosyid; Joko Waluyo sebagai tokoh agama Kristen; I Ketut Sulaste sebagai tokoh agama Hindu; serta Hokiang San atau Santoso yang mewakili tokoh agama Konghucu.</p>
<p class="isSelectedEnd">Bagi para peserta, doa bersama tersebut bukan sekadar kegiatan keagamaan. Momentum itu juga menjadi bentuk ikhtiar bersama untuk menjaga suasana kehidupan masyarakat agar tetap damai di tengah keberagaman.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ketua FKUB Kabupaten Bojonegoro, Hanafi, mengatakan doa bersama digelar dengan harapan para pemimpin bangsa senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan kemampuan untuk menjalankan amanah yang diberikan kepada mereka.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Sehingga seluruh program-program yang baik bagi masyarakat dapat berjalan dan dapat dirasakan oleh masyarakat. Tujuannya agar negara kita aman, pemimpin kita sehat,” ujar Hanafi.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Hanafi, doa yang dipanjatkan tidak hanya diarahkan kepada pemerintah dan pemimpin di tingkat nasional. Harapan serupa juga ditujukan bagi Kabupaten Bojonegoro agar seluruh proses pembangunan di daerah dapat berlangsung secara baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ia berharap berbagai program yang dirancang pemerintah dapat berjalan dengan lancar sehingga mampu mendorong terwujudnya Bojonegoro yang lebih sejahtera, makmur dan membanggakan.</p>
<h3>Merawat Persatuan dari Ruang Keberagaman</h3>
<p class="isSelectedEnd">Kehadiran tokoh dari sejumlah agama dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa doa untuk bangsa dapat menjadi ruang bersama tanpa dibatasi perbedaan keyakinan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kerukunan dinilai menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas kehidupan masyarakat. Perbedaan agama dan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bersama-sama menjaga kedamaian serta memberikan dukungan moral bagi bangsa dan para pemimpinnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pengasuh Pondok Pesantren Bening Samudro, KH Robawi Afni, mengatakan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa melalui doa.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Kami hadir sebagai bentuk pengabdian kami sebagai masyarakat yang ikut mendoakan para pemimpin saat ini yaitu Presiden Prabowo serta bangsa Indonesia selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin,” harapnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurutnya, doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar masyarakat dalam memohon perlindungan dan kebaikan bagi Indonesia. Harapan tersebut mencakup keamanan negara, kesehatan para pemimpin serta keberlangsungan kehidupan masyarakat yang damai.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kegiatan doa bersama kemudian menjadi simbol bahwa menjaga Indonesia tidak hanya dilakukan melalui kebijakan maupun tindakan formal, tetapi juga melalui kepedulian masyarakat untuk menjaga persatuan dan mendoakan kebaikan bersama.</p>
<p class="isSelectedEnd">Di Bojonegoro, pesan tersebut diharapkan terus tumbuh melalui komunikasi dan kolaborasi lintas agama. Dengan kerukunan yang terjaga, masyarakat dapat bersama-sama mengawal pembangunan sekaligus menciptakan lingkungan sosial yang aman dan harmonis.</p>
<p>Doa pun ditutup dengan harapan agar para pemimpin diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah, berbagai program pembangunan dapat dirasakan masyarakat, serta Indonesia senantiasa berada dalam keadaan aman, damai dan tetap kokoh sebagai NKRI.(red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/ratusan-warga-bojonegoro-lantunkan-doa-lintas-agama-harapkan-pemimpin-amanah-dan-nkri-tetap-utuh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasar Murah Meriahkan TMMD ke-129 di Kedungadem, Warga Kesongo Berburu Sembako Harga Terjangkau</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/pasar-murah-meriahkan-tmmd-ke-129-di-kedungadem-warga-kesongo-berburu-sembako-harga-terjangkau/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/pasar-murah-meriahkan-tmmd-ke-129-di-kedungadem-warga-kesongo-berburu-sembako-harga-terjangkau/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2026 03:19:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Kedungadem]]></category>
		<category><![CDATA[TMMD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=4154</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/pasar-murah-meriahkan-tmmd-ke-129-di-kedungadem-warga-kesongo-berburu-sembako-harga-terjangkau/" title="Pasar Murah Meriahkan TMMD ke-129 di Kedungadem, Warga Kesongo Berburu Sembako Harga Terjangkau" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id,</p>
<p>BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Sehari setelah resmi dibuka pada Rabu (15/7/2026), salah satu kegiatan yang paling menyedot perhatian warga adalah Pasar Murah Mandiri yang digelar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Kabupaten Bojonegoro di kawasan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.</p>
<p>Sejak pagi, ratusan warga tampak memadati lokasi pasar murah untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran. Antrean masyarakat terlihat di sejumlah stan yang menyediakan beras, minyak goreng, gula pasir, hingga berbagai bahan kebutuhan rumah tangga lainnya.</p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Kodim 0813/Bojonegoro dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang menjadi sasaran pelaksanaan TMMD.</p>
<p>Bagi warga, pasar murah menjadi solusi untuk mengurangi beban pengeluaran di tengah kebutuhan pokok yang terus meningkat. Harga berbagai komoditas yang lebih rendah dibandingkan harga pasar membuat masyarakat antusias memanfaatkan kesempatan tersebut.</p>
<p>Salah seorang warga RT 012 Dusun Krebet, Desa Kesongo, Rowin, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah yang digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan TMMD ke-129.</p>
<p>“Saya merasa senang dan bahagia karena bisa membeli minyak goreng dengan harga yang lebih murah dari biasanya. Sebagai warga Desa Kesongo, saya sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini. Terima kasih kepada Bapak Dandim dan Bapak Bupati Bojonegoro yang telah menghadirkan kegiatan seperti ini untuk masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan semacam ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Ia berharap pasar murah dapat terus dilaksanakan secara berkala agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya.</p>
<p>Harapan serupa disampaikan Nur Hayati, warga RT 08 Desa Kesongo. Ia menilai kehadiran pasar murah tidak hanya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap kondisi ekonomi warga.</p>
<p>“Harapan saya, Desa Kesongo harus maju dan tetap semangat. Melalui kegiatan seperti pasar murah ini, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dan terjangkau. Kami juga berharap keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi warga dengan menyediakan barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan harga yang sesuai kemampuan masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p>Nur Hayati menambahkan, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Kesongo memiliki prospek yang cukup besar untuk berkembang. Letaknya yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lamongan dinilai menjadi keuntungan tersendiri karena berpotensi melayani masyarakat dari dua wilayah sekaligus.</p>
<p>Menurutnya, apabila dikelola secara profesional dan didukung dengan ketersediaan barang yang lengkap serta harga yang bersaing, KDKMP dapat tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa.</p>
<p>“Insyaallah KDKMP bisa cepat maju dan berkembang. Karena desa kami berada di wilayah perbatasan, tentu akan banyak masyarakat yang memanfaatkan keberadaannya. Alhamdulillah kami sangat bersyukur mendapat bantuan melalui pasar murah ini. Terima kasih kepada Bapak Dandim, Bapak Bupati Bojonegoro, dan semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Pasar murah ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.</p>
<p>Melalui kegiatan Pasar Murah Mandiri tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus mendukung stabilitas harga kebutuhan pokok. Sementara itu, pelaksanaan TMMD ke-129 diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.(red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/pasar-murah-meriahkan-tmmd-ke-129-di-kedungadem-warga-kesongo-berburu-sembako-harga-terjangkau/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Api Abadi Kayangan Api, Pesan Persatuan Lintas Iman Menggema di Malam 1 Suro</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/dari-api-abadi-kayangan-api-pesan-persatuan-lintas-iman-menggema-di-malam-1-suro/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/dari-api-abadi-kayangan-api-pesan-persatuan-lintas-iman-menggema-di-malam-1-suro/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 01:07:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[1 Suro]]></category>
		<category><![CDATA[Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Ngasem]]></category>
		<category><![CDATA[Khayangan Api]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=3957</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Malam pergantian Tahun Baru Jawa 1 Suro di kawasan <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/dari-api-abadi-kayangan-api-pesan-persatuan-lintas-iman-menggema-di-malam-1-suro/" title="Dari Api Abadi Kayangan Api, Pesan Persatuan Lintas Iman Menggema di Malam 1 Suro" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, <strong data-start="318" data-end="332">Bojonegoro</strong> – Malam pergantian Tahun Baru Jawa 1 Suro di kawasan Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, menghadirkan lebih dari sekadar ritual budaya. Di bawah cahaya api abadi yang telah menyala selama berabad-abad, ratusan peserta dari berbagai latar belakang agama, kepercayaan, dan daerah berkumpul dalam satu semangat: merawat persatuan Indonesia.</p>
<p data-start="709" data-end="1062">Sedikitnya 500 anggota Paguyuban Wujud Jiwa Semporna (PWJS) dari berbagai wilayah Nusantara memadati kawasan wisata yang dikenal dengan semburan api alamnya itu pada Senin (15/6/2026) malam. Mereka mengikuti kegiatan bertajuk <em data-start="935" data-end="1007">Lungguh Bareng Sarasehan Agung se-Nusantara dan Doa Bersama untuk NKRI</em> yang digelar bertepatan dengan malam 1 Suro 1948 Saka.</p>
<p data-start="1064" data-end="1290">Suasana khidmat terasa sejak awal acara. Barisan peserta dan prajurit tradisi atau bregada yang membawa oncor menyambut prosesi pengambilan api abadi sebagai simbol pembuka rangkaian kegiatan spiritual dan kebangsaan tersebut.</p>
<p data-start="1292" data-end="1641">Ketua PWJS, Kang Sujito, memimpin langsung pengambilan api dari sumber api alam Kayangan Api. Api kemudian digunakan untuk menyalakan obor berbentuk angka delapan yang menjadi simbol organisasi tersebut. Menurutnya, nyala api tidak hanya merepresentasikan warisan budaya, tetapi juga semangat menjaga ketenteraman batin dan nilai-nilai luhur bangsa.</p>
<p data-start="1643" data-end="1928">Setelah prosesi berlangsung, seluruh peserta yang hadir bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengucapkan Pancasila, serta menutup rangkaian pembukaan dengan lagu Syukur. Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa keberagaman dapat berdiri dalam satu ruang kebangsaan yang sama.</p>
<p data-start="1930" data-end="2279">Yang menarik, sarasehan ini menghadirkan tokoh-tokoh dari berbagai agama dan aliran kepercayaan. Perwakilan Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, serta unsur penghayat kepercayaan yang tergabung dalam Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) duduk berdampingan mengikuti doa dan refleksi bersama.</p>
<p data-start="2281" data-end="2535">Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, yang hadir mewakili Bupati Bojonegoro, menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat karakter kebangsaan generasi muda.</p>
<p data-start="2537" data-end="2737">Menurutnya, kegiatan berbasis tradisi dan spiritualitas seperti ini dapat menjadi ruang pembelajaran tentang toleransi, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah derasnya arus globalisasi.</p>
<p data-start="2739" data-end="3098">Selain menjadi destinasi wisata alam, Kayangan Api kini dinilai berkembang sebagai ruang wisata spiritual yang mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Hal itu terlihat dari kehadiran peserta yang datang tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi juga dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Banten, Bali, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.</p>
<p data-start="3100" data-end="3312">Ketua panitia, Hendro Lukito, menyebut antusiasme peserta menunjukkan bahwa nilai-nilai persatuan dan spiritualitas masih menjadi kebutuhan masyarakat di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang saat ini.</p>
<p data-start="3314" data-end="3730" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dari kawasan api abadi di Bojonegoro itu, pesan yang ingin disampaikan para peserta cukup sederhana namun kuat: keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan modal utama untuk menjaga Indonesia tetap utuh. Di tengah nyala api yang tak pernah padam, doa-doa untuk persatuan bangsa kembali dipanjatkan, berharap semangat kebersamaan terus menyala sebagaimana bara Kayangan Api yang telah bertahan melintasi zaman.(*red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/dari-api-abadi-kayangan-api-pesan-persatuan-lintas-iman-menggema-di-malam-1-suro/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Diserbu Ribuan Pengunjung</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/bojonegoro-wastra-batik-festival-2026-diserbu-ribuan-pengunjung/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/bojonegoro-wastra-batik-festival-2026-diserbu-ribuan-pengunjung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 02:02:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Festivas Batik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=3951</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Gelaran Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 tidak hanya <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/bojonegoro-wastra-batik-festival-2026-diserbu-ribuan-pengunjung/" title="Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Diserbu Ribuan Pengunjung" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Gelaran Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 tidak hanya menjadi panggung promosi batik dan produk unggulan daerah, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha lokal. Sejak hari pertama pelaksanaan, Rabu (17/6/2026), kawasan Alun-Alun Bojonegoro dipadati ribuan pengunjung yang datang untuk berburu produk batik, kerajinan tangan, hingga kuliner khas daerah.</p>
<p>Antusiasme masyarakat yang begitu tinggi membuat area pameran dan stan UMKM nyaris tak pernah sepi sejak siang hingga sore hari. Kondisi tersebut menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha yang ikut meramaikan festival tahunan tersebut.</p>
<p>Sejumlah pedagang mengaku mengalami peningkatan penjualan yang signifikan dibanding hari-hari biasa. Produk-produk lokal yang dipamerkan mendapatkan perhatian besar dari masyarakat yang ingin mendukung sekaligus menikmati hasil karya pelaku usaha daerah.</p>
<p>Perwakilan Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Nurul Cusaybina, mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya minat pengunjung terhadap produk yang dipamerkan. Menurutnya, transaksi penjualan berlangsung cukup ramai sejak festival dibuka.</p>
<p>“Mulai siang hingga sore, satu meja saja sudah menghasilkan omzet sekitar Rp2 juta. Sementara Dekranasda mengelola empat meja dalam satu stan,” ujarnya.</p>
<p>Tidak hanya pelaku usaha batik dan kerajinan yang merasakan manfaat festival tersebut. Pelaku UMKM kuliner yang membuka lapak di area luar pameran juga menikmati lonjakan pembeli yang cukup signifikan.</p>
<p>Sintia, pemilik usaha Deliwaffle, mengaku stan miliknya terus didatangi pengunjung sejak festival berlangsung. Banyak pengunjung, termasuk para pelajar yang baru pulang sekolah, sengaja datang ke alun-alun untuk menikmati berbagai sajian kuliner yang tersedia.</p>
<p>“Pembelinya sangat ramai. Bahkan banyak anak-anak sekolah yang mampir setelah pulang sekolah untuk membeli makanan di sini,” tuturnya.</p>
<p>Ramainya pengunjung di Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 menunjukkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap produk lokal dan karya para pelaku UMKM daerah. Festival ini tidak hanya menjadi ruang promosi budaya melalui wastra dan batik khas Bojonegoro, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.</p>
<p>Melalui kegiatan seperti BWBF, pemerintah daerah berharap produk-produk lokal semakin dikenal luas, daya saing UMKM meningkat, serta tercipta perputaran ekonomi yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.</p>
<p>Tingginya transaksi yang terjadi selama festival berlangsung menjadi bukti bahwa sektor ekonomi kreatif dan UMKM memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro.(red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/bojonegoro-wastra-batik-festival-2026-diserbu-ribuan-pengunjung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Siap Digelar, 108 Stand UMKM dan Perajin Meriahkan Ajang Ekonomi Kreatif</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/bojonegoro-wastra-batik-festival-2026-siap-digelar-108-stand-umkm-dan-perajin-meriahkan-ajang-ekonomi-kreatif/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/bojonegoro-wastra-batik-festival-2026-siap-digelar-108-stand-umkm-dan-perajin-meriahkan-ajang-ekonomi-kreatif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 04:02:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Rilis]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Bojonegoro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=3941</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menghadirkan ruang promosi bagi produk <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/bojonegoro-wastra-batik-festival-2026-siap-digelar-108-stand-umkm-dan-perajin-meriahkan-ajang-ekonomi-kreatif/" title="Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Siap Digelar, 108 Stand UMKM dan Perajin Meriahkan Ajang Ekonomi Kreatif" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menghadirkan ruang promosi bagi produk unggulan daerah melalui penyelenggaraan Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026. Kegiatan yang digelar pada 17 hingga 20 Juni 2026 ini menjadi salah satu agenda strategis untuk memperkenalkan kekayaan batik khas Bojonegoro sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).</p>
<p>Mengusung tema “Wastrane Bojonegoro Membumi lan Ngamboro ing Bawono”, festival ini akan menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan mulai dari pameran batik, workshop kreatif, talkshow inspiratif, kompetisi pelajar, fashion show, hingga hiburan musik yang melibatkan seniman lokal maupun nasional.</p>
<p>Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, menjelaskan bahwa festival tersebut tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga instrumen penguatan ekonomi masyarakat melalui promosi produk lokal yang lebih luas.</p>
<p>Menurutnya, sektor ekonomi kreatif dan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan ruang yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan pasar yang lebih besar.</p>
<p>“Festival ini tidak hanya mempromosikan batik khas Bojonegoro, tetapi juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Pada pelaksanaan tahun ini, festival akan menghadirkan 69 stand di dalam area pameran yang diisi para perajin batik, pelaku ekonomi kreatif, dan berbagai produk unggulan daerah. Selain itu, terdapat 39 stand UMKM yang berada di area luar tenda pameran.</p>
<p>Secara keseluruhan, sebanyak 108 stand akan meramaikan festival. Jumlah tersebut terdiri dari 23 peserta pameran asal Bojonegoro dan 26 peserta dari berbagai daerah di luar Bojonegoro.</p>
<p>Rangkaian kegiatan dimulai pada Rabu (17/6/2026) dengan pembukaan pameran Wastra Batik Bojonegoro yang dilanjutkan workshop Product Shot dan Copywriting bagi pelaku UMKM. Pada malam harinya, pengunjung akan disuguhkan seremoni pembukaan festival serta hiburan musik dari Dudi Oris bersama Vinoqi Entertainment.</p>
<p>Memasuki hari kedua, Kamis (18/6/2026), festival menghadirkan workshop Styling Hack dan Draping, talkshow mengenai strategi pemasaran digital inovatif untuk UMKM dan ekonomi kreatif, serta lomba fashion show gaun malam berbahan batik yang diikuti peserta pameran. Kegiatan tersebut akan ditutup dengan penampilan penyanyi dangdut Tasya Rosmala bersama Alaska Band.</p>
<p>Sementara itu, Jumat (19/6/2026), perhatian akan tertuju pada generasi muda melalui berbagai lomba kreatif bertema batik. Di antaranya lomba mewarnai untuk siswa SD sederajat, lomba menggambar tema batik tingkat SMP sederajat, serta lomba mendongeng bertema kain istimewa pemberian raja bagi siswa SD dan MI.</p>
<p>Pada malam harinya, pengunjung akan dihibur oleh penampilan Band Lokal Peristiwa Harmoni dan Paduan Suara Pesona Geopark yang turut memperkuat nuansa budaya dalam festival.</p>
<p>Puncak acara akan berlangsung pada Sabtu (20/6/2026) dengan agenda workshop Backstagers Indonesia, pengumuman stand terbaik, pembagian doorprize, serta penampilan penyanyi Jihan Audy, Format Music, dan Paduan Suara Pesona Geopark.</p>
<p>Elzadeba berharap pelaksanaan festival mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap wastra lokal sekaligus memperluas peluang pasar bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif Bojonegoro.</p>
<p>Menurutnya, batik bukan hanya produk budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat apabila dikelola dan dipromosikan secara berkelanjutan.</p>
<p>“Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang mengenal dan mencintai batik Bojonegoro. Di sisi lain, para pelaku UMKM juga mendapatkan manfaat ekonomi melalui peningkatan promosi dan transaksi selama festival berlangsung,” katanya.</p>
<p>Melalui Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ingin mempertegas posisi batik sebagai identitas budaya daerah sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.</p>
<p>Festival ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi masyarakat, sehingga kekayaan wastra Bojonegoro semakin dikenal luas dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.(Mu)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/bojonegoro-wastra-batik-festival-2026-siap-digelar-108-stand-umkm-dan-perajin-meriahkan-ajang-ekonomi-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ratusan Peserta Ikuti Ruwatan Murwakala di Kayangan Api, Tradisi Leluhur Terus Dijaga di Bojonegoro</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/ratusan-peserta-ikuti-ruwatan-murwakala-di-kayangan-api-tradisi-leluhur-terus-dijaga-di-bojonegoro/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/ratusan-peserta-ikuti-ruwatan-murwakala-di-kayangan-api-tradisi-leluhur-terus-dijaga-di-bojonegoro/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 03:58:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Api Abadi]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Bojonegoro Setyo Wahono]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Ngasem]]></category>
		<category><![CDATA[Khayangan Api]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Bojonegoro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=3938</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Nuansa sakral dan penuh khidmat menyelimuti kawasan wisata Kayangan <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/ratusan-peserta-ikuti-ruwatan-murwakala-di-kayangan-api-tradisi-leluhur-terus-dijaga-di-bojonegoro/" title="Ratusan Peserta Ikuti Ruwatan Murwakala di Kayangan Api, Tradisi Leluhur Terus Dijaga di Bojonegoro" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, <strong data-start="334" data-end="348">BOJONEGORO</strong> – Nuansa sakral dan penuh khidmat menyelimuti kawasan wisata Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, saat pelaksanaan Ruwatan Murwakala 2026, Selasa (16/6/2026). Tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut kembali digelar sebagai bentuk ungkapan syukur, doa keselamatan, serta upaya menjaga kelestarian nilai-nilai budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.</p>
<p data-start="741" data-end="1074">Sekitar 100 peserta sukerta mengikuti prosesi ruwatan yang dipusatkan di kawasan api abadi Kayangan Api, salah satu situs budaya dan geowisata paling ikonik di Kabupaten Bojonegoro. Rangkaian acara berlangsung khidmat dengan diiringi pagelaran wayang kulit berlakon Murwakala yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi ruwatan.</p>
<p data-start="1076" data-end="1384">Masyarakat dari berbagai wilayah tampak hadir untuk mengikuti prosesi sekaligus menyaksikan jalannya pertunjukan budaya yang sarat makna spiritual tersebut. Selain menjadi ritual adat, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan masyarakat untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal.</p>
<p data-start="1386" data-end="1591">Bupati Bojonegoro Setyo Wahono yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa Ruwatan Murwakala bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat Jawa.</p>
<p data-start="1593" data-end="1803">Menurutnya, prosesi ruwatan mengandung pesan tentang pentingnya introspeksi diri, memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan lingkungan sekitarnya.</p>
<p data-start="1805" data-end="2009">&#8220;Tradisi ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur, membersihkan diri dari hal-hal negatif, dan memanjatkan doa agar kehidupan yang dijalani menjadi lebih baik, tenteram, dan penuh keberkahan,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-start="2011" data-end="2276">Ia menilai pelestarian budaya lokal menjadi bagian penting dalam menjaga identitas daerah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan budaya yang memiliki nilai sejarah, pendidikan, dan spiritual bagi masyarakat.</p>
<p data-start="2278" data-end="2425">Menurut Wahono, budaya lokal merupakan aset yang tidak ternilai dan harus diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.</p>
<p data-start="2427" data-end="2616">&#8220;Tradisi seperti ini harus terus kita jaga karena menjadi bagian dari jati diri masyarakat Bojonegoro. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur yang dapat menjadi pedoman kehidupan,&#8221; katanya.</p>
<p data-start="2618" data-end="2798">Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga keberadaan Kayangan Api sebagai salah satu warisan budaya dan destinasi geowisata unggulan Kabupaten Bojonegoro.</p>
<p data-start="2800" data-end="3016">Kawasan yang dikenal dengan fenomena api abadi tersebut tidak hanya memiliki daya tarik wisata, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang telah hidup bersama masyarakat selama berabad-abad.</p>
<p data-start="3018" data-end="3160">Menurutnya, pelestarian Kayangan Api harus dilakukan secara berkelanjutan agar tetap dapat dinikmati dan diwariskan kepada generasi mendatang.</p>
<p data-start="3162" data-end="3352">&#8220;Kayangan Api adalah kebanggaan masyarakat Bojonegoro. Ini warisan leluhur yang harus terus kita jaga agar tetap lestari dan menjadi sumber pembelajaran bagi anak cucu kita kelak,&#8221; tegasnya.</p>
<p data-start="3354" data-end="3539">Pelaksanaan Ruwatan Murwakala tahun ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Kayangan Api sebagai salah satu destinasi budaya yang mendukung pengembangan Geopark Bojonegoro.</p>
<p data-start="3541" data-end="3747">Selain menghadirkan nilai spiritual dan budaya, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata berbasis budaya.</p>
<p data-start="3749" data-end="4055">Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, masyarakat diajak untuk terus menjaga tradisi yang telah diwariskan para leluhur. Melalui pelestarian budaya, nilai-nilai kearifan lokal diharapkan tetap hidup dan menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan daerah yang berakar pada identitas budaya masyarakat.</p>
<p data-start="4057" data-end="4326" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Ruwatan Murwakala 2026 pun menjadi bukti bahwa di tengah modernisasi, warisan budaya tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Bojonegoro sebagai penanda identitas, penguat kebersamaan, dan penghubung antara generasi masa lalu, masa kini, dan masa depan.(red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/ratusan-peserta-ikuti-ruwatan-murwakala-di-kayangan-api-tradisi-leluhur-terus-dijaga-di-bojonegoro/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menuju Geowisata Kelas Dunia, Pokdarwis Kedung Lantung Ditempa Perkuat Manajemen dan Identitas Wisata</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/menuju-geowisata-kelas-dunia-pokdarwis-kedung-lantung-ditempa-perkuat-manajemen-dan-identitas-wisata/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/menuju-geowisata-kelas-dunia-pokdarwis-kedung-lantung-ditempa-perkuat-manajemen-dan-identitas-wisata/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 07:04:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[EMCL]]></category>
		<category><![CDATA[ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)]]></category>
		<category><![CDATA[Geopark]]></category>
		<category><![CDATA[Pokdarwis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=3893</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Ambisi Bojonegoro untuk menembus pengakuan dunia melalui status UNESCO <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/menuju-geowisata-kelas-dunia-pokdarwis-kedung-lantung-ditempa-perkuat-manajemen-dan-identitas-wisata/" title="Menuju Geowisata Kelas Dunia, Pokdarwis Kedung Lantung Ditempa Perkuat Manajemen dan Identitas Wisata" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Ambisi Bojonegoro untuk menembus pengakuan dunia melalui status UNESCO Global Geopark tidak hanya bertumpu pada kekayaan geologi yang dimiliki. Lebih dari itu, kesiapan masyarakat sebagai pengelola dan pelaku utama wisata menjadi faktor penting yang kini mulai diperkuat.</p>
<p>Langkah tersebut terlihat melalui kegiatan Pelatihan Pemandu Geosite Kedung Lantung bertema “Manajemen Pokdarwis dan Branding Kawasan Wisata” yang digelar sebagai bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).</p>
<p>Kegiatan yang difasilitasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (UNIGORO) itu menjadi upaya membangun fondasi kelembagaan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kedung Lantung yang diproyeksikan menjadi motor penggerak pengembangan geowisata berbasis masyarakat.</p>
<p>Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan langsung dari praktisi pariwisata asal Yogyakarta, Galuh Alif Fahmi Rizki, yang telah lebih dari satu dekade mendampingi pengembangan desa wisata di berbagai daerah.</p>
<p>Pengalaman Galuh dalam mengantarkan Desa Wisata Tinalah, Kulon Progo, menjadi salah satu desa wisata terbaik di Indonesia menjadi referensi penting bagi Pokdarwis Kedung Lantung yang saat ini masih berada dalam tahap penguatan organisasi.</p>
<p>Menurut Galuh, keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam atau keunikan geosite yang dimiliki. Faktor yang lebih menentukan justru terletak pada kualitas organisasi pengelola dan kemampuan masyarakat membangun identitas kawasan.</p>
<p>Karena itu, peserta dibekali berbagai materi mulai dari penyusunan visi dan misi organisasi, penyusunan aturan kelembagaan, hingga strategi membangun citra destinasi agar memiliki karakter yang berbeda dibandingkan kawasan wisata lainnya.</p>
<p>“Objek wisata yang menarik tidak akan berkembang maksimal tanpa organisasi yang kuat dan memiliki arah yang jelas,” ujarnya dalam sesi pelatihan.</p>
<p>Selain memperkuat aspek kelembagaan, peserta juga diajak memetakan seluruh potensi lokal yang dapat menjadi bagian dari ekosistem wisata Kedung Lantung.</p>
<p>Potensi tersebut tidak hanya terbatas pada keindahan geosite, tetapi juga mencakup produk UMKM, kuliner khas desa, hasil pertanian unggulan, seni budaya, hingga keberagaman flora dan fauna yang dimiliki wilayah sekitar.</p>
<p>Pendekatan tersebut dinilai penting agar manfaat ekonomi dari sektor wisata tidak hanya dinikmati pengelola destinasi, melainkan mampu dirasakan secara luas oleh masyarakat sekitar.</p>
<p>Bagi Pokdarwis Kedung Lantung, tantangan terbesar saat ini bukan hanya menarik wisatawan, tetapi membangun kesadaran bersama bahwa kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang.</p>
<p>Salah satu anggota Pokdarwis, Rico Thomas, mengakui bahwa proses membangun pemahaman di internal kelompok maupun masyarakat masih menjadi pekerjaan yang harus dilakukan secara bertahap.</p>
<p>Menurutnya, sebelum mengajak masyarakat bergerak bersama, anggota Pokdarwis harus lebih dahulu memahami nilai strategis Kedung Lantung sebagai aset wisata masa depan.</p>
<p>“Kami ingin Kedung Lantung tidak hanya dikenal sebagai lokasi wisata, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Desa Drenges,” katanya.</p>
<p>Di sisi lain, LPPM UNIGORO memastikan proses pendampingan tidak berhenti pada pelatihan ini saja. Tim pendamping berkomitmen terus menghadirkan narasumber dan praktisi yang memiliki pengalaman nyata dalam pengembangan kawasan wisata berbasis masyarakat.</p>
<p>Project Manager Program Dukungan Geopark Bojonegoro dari LPPM UNIGORO, Ichwan Hadi, mengatakan bahwa transfer pengalaman dari para praktisi menjadi salah satu kunci untuk mempercepat kapasitas sumber daya manusia lokal.</p>
<p>Sementara itu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menilai penguatan masyarakat harus berjalan beriringan dengan pembangunan sarana dan prasarana kawasan wisata.</p>
<p>Perwakilan EMCL, Slamet Rijadi, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tanpa kesiapan masyarakat akan membuat potensi wisata sulit berkembang secara optimal.</p>
<p>Karena itu, program peningkatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan Geosite Kedung Lantung ke depan.</p>
<p>Melalui pelatihan tersebut, Kedung Lantung tidak hanya dipersiapkan sebagai destinasi wisata alam semata. Kawasan ini mulai diarahkan menjadi pusat geowisata berbasis masyarakat yang mampu mengintegrasikan potensi geologi, budaya, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan warga.</p>
<p>Jika proses penguatan kelembagaan dan pengembangan kawasan berjalan konsisten, Geosite Kedung Lantung berpeluang menjadi salah satu etalase penting Geopark Bojonegoro dalam perjalanan menuju pengakuan internasional sebagai UNESCO Global Geopark.</p>
<p>Pada akhirnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata.(red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/menuju-geowisata-kelas-dunia-pokdarwis-kedung-lantung-ditempa-perkuat-manajemen-dan-identitas-wisata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cetak Pemandu Geowisata Andal, EMCL Perkuat SDM Geopark Bojonegoro Menuju UNESCO Global Geopark</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/cetak-pemandu-geowisata-andal-emcl-perkuat-sdm-geopark-bojonegoro-menuju-unesco-global-geopark/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/cetak-pemandu-geowisata-andal-emcl-perkuat-sdm-geopark-bojonegoro-menuju-unesco-global-geopark/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 01:08:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Rilis]]></category>
		<category><![CDATA[Migas]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO Global Geopark]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=3782</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, BOJONEGORO &#8211; Pelatihan tersebut tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan mengenai <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/cetak-pemandu-geowisata-andal-emcl-perkuat-sdm-geopark-bojonegoro-menuju-unesco-global-geopark/" title="Cetak Pemandu Geowisata Andal, EMCL Perkuat SDM Geopark Bojonegoro Menuju UNESCO Global Geopark" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, BOJONEGORO &#8211;</p>
<p>Pelatihan tersebut tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan mengenai aspek geologi, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola dan mempromosikan geosite secara profesional. Keberadaan pemandu lokal dinilai memiliki peran penting dalam memberikan pengalaman wisata yang berkualitas sekaligus memperkuat narasi ilmiah yang menjadi salah satu syarat utama pengembangan kawasan geopark berstandar internasional.</p>
<p>Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak memahami cara mengemas informasi geologi yang kompleks menjadi cerita yang menarik dan mudah dipahami oleh wisatawan. Pendekatan tersebut dinilai penting agar nilai-nilai ilmiah yang terkandung di Geosite Kedung Lantung dapat tersampaikan secara efektif kepada berbagai kalangan, mulai dari pelajar, peneliti hingga wisatawan umum.</p>
<p>Selain meningkatkan kemampuan kepemanduan, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan geologi yang dimiliki Bojonegoro. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, keberlanjutan pengelolaan geosite diyakini akan semakin kuat seiring berkembangnya sektor geowisata di daerah tersebut.</p>
<p>Pengembangan Geopark Bojonegoro sendiri tidak hanya berorientasi pada aspek konservasi dan pendidikan, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis potensi lokal. Kehadiran geosite yang dikelola secara baik diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru, mulai dari jasa pemandu wisata, kuliner, produk UMKM hingga pengembangan ekonomi kreatif di sekitar kawasan wisata.</p>
<p>Dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat, Geopark Bojonegoro terus memperkuat berbagai aspek yang menjadi penilaian UNESCO Global Geopark. Penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan seperti ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan bahwa pengelolaan geopark tidak hanya bertumpu pada kekayaan geologi, tetapi juga pada kesiapan masyarakat sebagai pelaku utama di lapangan.</p>
<p>Melalui sinergi tersebut, Geosite Kedung Lantung diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi geowisata unggulan yang tidak hanya dikenal di tingkat regional maupun nasional, tetapi juga menjadi bagian penting dari perjalanan Geopark Bojonegoro menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.(red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/cetak-pemandu-geowisata-andal-emcl-perkuat-sdm-geopark-bojonegoro-menuju-unesco-global-geopark/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Panggung Wandu di Kampus Unesa</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/panggung-wandu-di-kampus-unesa/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/panggung-wandu-di-kampus-unesa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 08:51:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Panggung kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[UNESA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=3116</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, SURABAYA &#8211; Home Theater Perpustakaan Kampus 2 Lidah Wetan Universitas Negeri <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/panggung-wandu-di-kampus-unesa/" title="Panggung Wandu di Kampus Unesa" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, SURABAYA &#8211; Home Theater Perpustakaan Kampus 2 Lidah Wetan Universitas Negeri Surabaya sore itu ingar binger. Walau tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk menampung satu rasa ingin tahu bagaimana sebenarnya kehidupan para wandu di panggung ludruk.</p>
<p class="p1"><span class="s1">Lampu diredupkan. Layar menyala.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Film dokumenter berjudul Panggung Wandu mulai diputar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penontonnya beragam. Mahasiswa. Kira-kira jumlahnya 100. Juga ada dosen, termasuk beberapa praktisi seni. Mereka datang bukan sekadar menonton film documenter hasil karya mahasiswa. Mereka ingin melihat sesuatu yang jarang dibicarakan yaitu kehidupan pemain laki-laki yang di panggung ludruk memerankan perempuan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Itulah wandu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Film Dokumenter<span class="Apple-converted-space">  </span>ini dibuat oleh tiga mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya yakni Rahmat Aditya Putra, Fauzyaur Rahma Trisnani, dan Akhdaan Arrafi Hadi. Bagi mereka, film ini adalah tugas akhir. Bobot akademiknya setara skripsi. Film inilah yang menjadi syarat lulus kuliah bagi tiga mahasiswa pembuatnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Bukankah syarat lulus kuliah harus membuat skripsi? Tidak selalu. Di Unesa ada jalur non-skripsi sebagai syarat lulus kuliah. Salah satunya project tugas akhir yang dibuat oleh Rahmat Aditya Putra dan kawan-kawannya dengan, dibimbing Dr. Eko Pamuji, dosen Ilmu Komunikasi Unesa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tapi rasanya bukan sekadar tugas kuliah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tentu. Karena ada riset di dalamnya. Ada percakapan dengan para pemain ludruk. Ada pengamatan tentang kehidupan di balik panggung.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Rahmat Aditya Putra mengatakan film ini memang diniatkan sebagai pemantik diskusi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami ingin publik melihat kembali bagaimana ludruk bertahan. Termasuk bagaimana peran wandu di dalamnya,” katanya setelah pemutaran film.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam dunia ludruk, wandu bukan hal baru. Bahkan sudah menjadi bagian dari tradisi. Sejak lama, banyak peran perempuan dimainkan oleh laki-laki.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Di panggung mereka tampil penuh percaya diri. Berkebaya. Berdandan. Bercakap dengan gaya perempuan. Penonton tertawa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Namun di balik itu ada cerita yang lebih panjang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ada kehidupan di luar panggung. Ada identitas yang harus dinegosiasikan setiap hari. Ada juga stigma yang kadang masih mereka hadapi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Film ini mencoba merekam semuanya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Bukan sebagai kisah satu orang. Tetapi sebagai potret kolektif tentang sebuah dunia seni tradisi yang sedang berjuang bertahan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Setelah film selesai diputar, acara dilanjutkan dengan seminar hasil. Para pembuat film menjelaskan proses risetnya. Bagaimana mereka mendekati para pemain ludruk. Bagaimana mereka memilih sudut pandang cerita.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi UNESA, Dr. Anam Miftahul Huda, mengatakan karya ini merupakan salah satu bentuk tugas akhir mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjana.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, mahasiswa di program studi tersebut tidak hanya harus membuat skripsi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Mahasiswa punya beberapa pilihan. Bisa skripsi, bisa tugas akhir berbasis karya seperti film dokumenter, atau melalui publikasi ilmiah,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Film Panggung Wandu juga tidak akan berhenti di ruang kampus.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Karya ini rencananya akan diserahkan kepada RRI Surabaya. Ada alasan sejarah di balik itu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selama puluhan tahun, RRI pernah menjadi rumah bagi ludruk. Dari sanalah kesenian rakyat itu menjangkau banyak pendengar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kini sebuah film mahasiswa mencoba menyimpan sebagian cerita itu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Barangkali sederhana.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tapi penting.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebab sebuah kesenian bisa hilang bukan karena tidak ada yang tampil di panggung.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Melainkan karena tidak ada yang merekam ceritanya. (*red)</span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/panggung-wandu-di-kampus-unesa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tradisi “Malem Songo” Ramadan di Bojonegoro Tetap Hidup, Kemenag Catat 484 Pasangan Menikah</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/tradisi-malem-songo-ramadan-di-bojonegoro-tetap-hidup-kemenag-catat-484-pasangan-menikah/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/tradisi-malem-songo-ramadan-di-bojonegoro-tetap-hidup-kemenag-catat-484-pasangan-menikah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 06:03:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[malam Songo]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah massal]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=3094</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, BOJONEGORO &#8211; Tradisi melangsungkan akad nikah pada malam-malam tertentu di bulan <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/tradisi-malem-songo-ramadan-di-bojonegoro-tetap-hidup-kemenag-catat-484-pasangan-menikah/" title="Tradisi “Malem Songo” Ramadan di Bojonegoro Tetap Hidup, Kemenag Catat 484 Pasangan Menikah" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, BOJONEGORO &#8211; Tradisi melangsungkan akad nikah pada malam-malam tertentu di bulan suci Ramadan masih terus dijaga oleh masyarakat di <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Kabupaten Bojonegoro</span></span>. Tradisi yang dikenal dengan sebutan “malem songo” ini kembali terlihat pada Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026, ketika ratusan pasangan memanfaatkan momentum bulan suci untuk mengikat janji pernikahan.</p>
<p data-start="691" data-end="915">Berdasarkan data dari <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Kementerian Agama Republik Indonesia</span></span> melalui kantor di Bojonegoro, hingga Senin (9/3/2026) tercatat sebanyak 484 peristiwa pernikahan yang dilayani oleh Kantor Urusan Agama (KUA) di berbagai kecamatan.</p>
<p data-start="917" data-end="1195">Fenomena tingginya angka pernikahan pada malam Ramadan ini bukanlah hal baru bagi masyarakat Bojonegoro. Setiap tahun, bulan suci kerap dipilih sebagai waktu sakral untuk melangsungkan akad nikah karena diyakini membawa keberkahan bagi kehidupan rumah tangga yang akan dijalani.</p>
<p data-start="1197" data-end="1389">Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Bojonegoro, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Sun’an</span></span>, menjelaskan bahwa tradisi “malem songo” telah menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat.</p>
<p data-start="1391" data-end="1603">Menurutnya, banyak pasangan memilih menikah pada malam Ramadan karena suasana religius yang kuat serta keyakinan bahwa bulan suci merupakan waktu yang penuh berkah untuk memulai kehidupan baru dalam rumah tangga.</p>
<p data-start="1605" data-end="1815">Ia menambahkan bahwa angka 484 peristiwa pernikahan yang tercatat saat ini masih bersifat sementara, karena kemungkinan masih ada pasangan yang akan melangsungkan akad nikah pada malam-malam Ramadan berikutnya.</p>
<p data-start="1817" data-end="2015">Jika dilihat dari sebaran wilayah, Kecamatan Baureno menjadi daerah dengan jumlah pernikahan tertinggi pada periode tersebut. Tercatat sebanyak 48 pasangan melangsungkan akad nikah di kecamatan ini.</p>
<p data-start="2017" data-end="2162">Di posisi berikutnya terdapat Kecamatan Kepohbaru dengan 41 pasangan yang menikah, disusul Kecamatan Kanor yang mencatat 34 peristiwa pernikahan.</p>
<p data-start="2164" data-end="2399">Beberapa kecamatan lain juga menunjukkan angka yang cukup tinggi, seperti Kecamatan Sumberrejo dengan 32 pasangan, Kecamatan Dander sebanyak 30 pasangan, serta Kecamatan Ngasem dengan 28 pasangan yang tercatat melangsungkan akad nikah.</p>
<p data-start="2401" data-end="2627">Namun demikian, tidak semua wilayah memiliki angka pernikahan yang tinggi pada malam Ramadan tersebut. Kecamatan Gondang hanya mencatat satu peristiwa pernikahan, sedangkan Kecamatan Kedewan tercatat dua pasangan yang menikah.</p>
<p data-start="2629" data-end="2779">Sementara itu, hingga data tersebut dihimpun, belum ada peristiwa akad nikah yang tercatat di Kecamatan Ngambon dan Sekar pada malam Ramadan tersebut.</p>
<p data-start="2781" data-end="2994">Menurut Sun’an, perbedaan jumlah pernikahan antar kecamatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari tradisi keluarga, kesiapan pasangan, hingga kebiasaan masyarakat setempat dalam menentukan waktu pernikahan.</p>
<p data-start="2996" data-end="3183">Meski jumlah pasangan yang menikah cukup banyak, pihak Kemenag memastikan seluruh proses pencatatan nikah tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku di masing-masing Kantor Urusan Agama.</p>
<p data-start="3185" data-end="3403">Pelayanan administrasi bagi pasangan pengantin tetap dilakukan secara tertib dan resmi, mulai dari proses pendaftaran hingga pencatatan pernikahan, sehingga setiap peristiwa pernikahan memiliki kekuatan hukum yang sah.</p>
<p data-start="3405" data-end="3662" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Tradisi “malem songo” yang masih bertahan hingga kini menjadi bukti bahwa nilai budaya dan keyakinan masyarakat tetap memiliki pengaruh kuat dalam menentukan momen penting dalam kehidupan, termasuk dalam memilih waktu terbaik untuk melangsungkan akad nikah.(red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/tradisi-malem-songo-ramadan-di-bojonegoro-tetap-hidup-kemenag-catat-484-pasangan-menikah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
