<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DTSEN &#8211; Halo Bojonegoro</title>
	<atom:link href="https://halobojonegoro.id/tag/dtsen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://halobojonegoro.id</link>
	<description>Inspiratif dan Terkini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 May 2026 03:54:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.1</generator>

<image>
	<url>https://halobojonegoro.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>DTSEN &#8211; Halo Bojonegoro</title>
	<link>https://halobojonegoro.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemkab Bojonegoro Ground Check DTSEN, Publik Soroti Potensi Naiknya Angka Kemiskinan</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/pemkab-bojonegoro-ground-check-dtsen-publik-soroti-potensi-naiknya-angka-kemiskinan/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/pemkab-bojonegoro-ground-check-dtsen-publik-soroti-potensi-naiknya-angka-kemiskinan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 03:54:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[DTSEN]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=3598</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, BOJONEGORO &#8211; Langkah Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melakukan ground check atau verifikasi <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/pemkab-bojonegoro-ground-check-dtsen-publik-soroti-potensi-naiknya-angka-kemiskinan/" title="Pemkab Bojonegoro Ground Check DTSEN, Publik Soroti Potensi Naiknya Angka Kemiskinan" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, BOJONEGORO &#8211;</p>
<p>Langkah Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melakukan ground check atau verifikasi ulang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mulai menuai sorotan publik. Kebijakan tersebut dinilai lebih menitikberatkan pada pembenahan administrasi data ketimbang menjawab persoalan mendasar terkait potensi meningkatnya angka kemiskinan di daerah penghasil minyak dan gas bumi itu.</p>
<p>Ground check dijadwalkan berlangsung mulai 11 hingga 25 Mei 2026 dengan melibatkan seluruh aparatur sipil negara, mulai kepala OPD, camat, kepala desa hingga penyuluh lapangan.</p>
<p>Sorotan muncul setelah ditemukan sejumlah data yang dinilai tidak masuk akal, salah satunya keluarga dengan penghasilan tercatat hanya Rp100 ribu per bulan. Kondisi itu memunculkan dugaan adanya persoalan dalam proses pendataan bantuan sosial di tingkat desa.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Bojonegoro Agus S Hardiyanto membantah adanya manipulasi data. Ia menegaskan persoalan lebih mengarah pada kesalahan input data akibat banyaknya komponen yang harus diisi petugas lapangan.(red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/pemkab-bojonegoro-ground-check-dtsen-publik-soroti-potensi-naiknya-angka-kemiskinan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemiskinan Bojonegoro Capai 11,49 Persen, Pemkab Akui Terkendala Validitas Data</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/kemiskinan-bojonegoro-capai-1149-persen-pemkab-akui-terkendala-validitas-data/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/kemiskinan-bojonegoro-capai-1149-persen-pemkab-akui-terkendala-validitas-data/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 05:15:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Bojonegoro Setyo Wahono]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Sosial Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[DTSEN]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=2696</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, Bojonegoro &#8211; Angka kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2025 tercatat <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/kemiskinan-bojonegoro-capai-1149-persen-pemkab-akui-terkendala-validitas-data/" title="Kemiskinan Bojonegoro Capai 11,49 Persen, Pemkab Akui Terkendala Validitas Data" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, Bojonegoro &#8211; Angka kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2025 tercatat mencapai <strong data-start="482" data-end="498">11,49 persen</strong>, atau setara dengan <strong data-start="519" data-end="550">50.987 kepala keluarga (KK)</strong> dan <strong data-start="555" data-end="587">144.900 jiwa penduduk miskin</strong>. Namun, angka tersebut justru memunculkan tanda tanya besar di kalangan pemerintah daerah sendiri.</p>
<div class="flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" tabindex="-1" data-turn-id="e1d3441c-7583-4fba-84bd-2ab32551a836" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="d71fecde-e7a3-4463-90b9-530536016867" data-message-model-slug="gpt-5-2">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light markdown-new-styling">
<p data-start="688" data-end="968">Bupati Bojonegoro <strong data-start="706" data-end="722">Setyo Wahono</strong> secara terbuka menyatakan keraguannya terhadap validitas data kemiskinan yang selama ini dijadikan dasar kebijakan. Menurutnya, persoalan utama pengentasan kemiskinan bukan semata pada program, melainkan pada <strong data-start="932" data-end="955">ketepatan pendataan</strong> di lapangan.</p>
<p data-start="970" data-end="1173">“Saya tidak percaya dengan angka kemiskinan segitu. Permasalahannya ada di data, cara pendataan selama ini tidak tepat,” tegas Bupati Wahono dalam acara <em data-start="1123" data-end="1136">Sapa Bupati</em> di Pendapa Malowopati, Senin (19/1).</p>
<p data-start="1175" data-end="1445">Ia mengungkapkan, dalam praktiknya masih banyak warga desa yang masuk kategori <strong data-start="1254" data-end="1271">pra sejahtera</strong> namun justru tidak tercatat sebagai masyarakat miskin. Sebaliknya, terdapat pula warga yang sudah tergolong sejahtera, tetapi masih masuk dalam data penerima bantuan sosial.</p>
<p data-start="1447" data-end="1741">Kondisi tersebut dinilai menjadi ironi, mengingat berbagai program pengentasan kemiskinan telah berjalan selama bertahun-tahun, termasuk <strong data-start="1584" data-end="1618">Program Keluarga Harapan (PKH)</strong> dari Kementerian Sosial yang bertujuan membentuk keluarga mandiri. Namun, hasilnya belum menunjukkan penurunan signifikan.</p>
<p data-start="1743" data-end="2028">Sebagai langkah evaluasi, Pemkab Bojonegoro berencana melakukan <strong data-start="1807" data-end="1844">pemasangan stiker keluarga miskin</strong> sebagai metode pengecekan langsung terhadap keabsahan data di tingkat desa. Bupati menegaskan bahwa kemiskinan tidak selalu bersifat riil, tetapi juga dapat terbentuk oleh pola pikir.</p>
<p data-start="2030" data-end="2198">“Kemiskinan itu ada yang nyata, ada juga yang terbentuk karena pola pikir. Tugas pemerintah adalah membantu masyarakat pra sejahtera agar benar-benar mandiri,” ujarnya.</p>
<p data-start="2200" data-end="2394">Upaya tersebut akan diperkuat melalui sejumlah program pemberdayaan, seperti <strong data-start="2277" data-end="2296">Program Gayatri</strong> dan <strong data-start="2301" data-end="2324">beasiswa pendidikan</strong>, yang diarahkan untuk memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan.</p>
<p data-start="2396" data-end="2607">Bupati Wahono juga menekankan peran krusial kepala desa dalam pendataan masyarakat miskin. Ia meminta agar proses pendataan dilakukan secara objektif dan profesional, tanpa dipengaruhi faktor kedekatan personal.</p>
<p data-start="2609" data-end="2694">“Pendataan harus benar dan valid, bukan berdasarkan suka atau tidak suka,” tandasnya.</p>
<p data-start="2696" data-end="2969">Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Bojonegoro <strong data-start="2742" data-end="2769">Agus Susetyo Hardiyanto</strong> menyampaikan bahwa pada tahun 2026 pihaknya akan melakukan percepatan pemutakhiran <strong data-start="2853" data-end="2905">Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)</strong> bekerja sama dengan <strong data-start="2926" data-end="2968">Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro</strong>.</p>
<p data-start="2971" data-end="3239">Namun, hingga kini jumlah desa yang aktif mengajukan pemutakhiran data masih tergolong minim. Hal ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintah daerah agar kebijakan pengentasan kemiskinan benar-benar berbasis data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. (Mu)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/kemiskinan-bojonegoro-capai-1149-persen-pemkab-akui-terkendala-validitas-data/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
