<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Khayangan Api &#8211; Halo Bojonegoro</title>
	<atom:link href="https://halobojonegoro.id/tag/khayangan-api/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://halobojonegoro.id</link>
	<description>Inspiratif dan Terkini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Jun 2026 01:59:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://halobojonegoro.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Khayangan Api &#8211; Halo Bojonegoro</title>
	<link>https://halobojonegoro.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari Api Abadi Kayangan Api, Pesan Persatuan Lintas Iman Menggema di Malam 1 Suro</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/dari-api-abadi-kayangan-api-pesan-persatuan-lintas-iman-menggema-di-malam-1-suro/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/dari-api-abadi-kayangan-api-pesan-persatuan-lintas-iman-menggema-di-malam-1-suro/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 01:07:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[1 Suro]]></category>
		<category><![CDATA[Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Ngasem]]></category>
		<category><![CDATA[Khayangan Api]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=3957</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Malam pergantian Tahun Baru Jawa 1 Suro di kawasan <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/dari-api-abadi-kayangan-api-pesan-persatuan-lintas-iman-menggema-di-malam-1-suro/" title="Dari Api Abadi Kayangan Api, Pesan Persatuan Lintas Iman Menggema di Malam 1 Suro" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, <strong data-start="318" data-end="332">Bojonegoro</strong> – Malam pergantian Tahun Baru Jawa 1 Suro di kawasan Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, menghadirkan lebih dari sekadar ritual budaya. Di bawah cahaya api abadi yang telah menyala selama berabad-abad, ratusan peserta dari berbagai latar belakang agama, kepercayaan, dan daerah berkumpul dalam satu semangat: merawat persatuan Indonesia.</p>
<p data-start="709" data-end="1062">Sedikitnya 500 anggota Paguyuban Wujud Jiwa Semporna (PWJS) dari berbagai wilayah Nusantara memadati kawasan wisata yang dikenal dengan semburan api alamnya itu pada Senin (15/6/2026) malam. Mereka mengikuti kegiatan bertajuk <em data-start="935" data-end="1007">Lungguh Bareng Sarasehan Agung se-Nusantara dan Doa Bersama untuk NKRI</em> yang digelar bertepatan dengan malam 1 Suro 1948 Saka.</p>
<p data-start="1064" data-end="1290">Suasana khidmat terasa sejak awal acara. Barisan peserta dan prajurit tradisi atau bregada yang membawa oncor menyambut prosesi pengambilan api abadi sebagai simbol pembuka rangkaian kegiatan spiritual dan kebangsaan tersebut.</p>
<p data-start="1292" data-end="1641">Ketua PWJS, Kang Sujito, memimpin langsung pengambilan api dari sumber api alam Kayangan Api. Api kemudian digunakan untuk menyalakan obor berbentuk angka delapan yang menjadi simbol organisasi tersebut. Menurutnya, nyala api tidak hanya merepresentasikan warisan budaya, tetapi juga semangat menjaga ketenteraman batin dan nilai-nilai luhur bangsa.</p>
<p data-start="1643" data-end="1928">Setelah prosesi berlangsung, seluruh peserta yang hadir bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengucapkan Pancasila, serta menutup rangkaian pembukaan dengan lagu Syukur. Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa keberagaman dapat berdiri dalam satu ruang kebangsaan yang sama.</p>
<p data-start="1930" data-end="2279">Yang menarik, sarasehan ini menghadirkan tokoh-tokoh dari berbagai agama dan aliran kepercayaan. Perwakilan Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, serta unsur penghayat kepercayaan yang tergabung dalam Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) duduk berdampingan mengikuti doa dan refleksi bersama.</p>
<p data-start="2281" data-end="2535">Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, yang hadir mewakili Bupati Bojonegoro, menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat karakter kebangsaan generasi muda.</p>
<p data-start="2537" data-end="2737">Menurutnya, kegiatan berbasis tradisi dan spiritualitas seperti ini dapat menjadi ruang pembelajaran tentang toleransi, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah derasnya arus globalisasi.</p>
<p data-start="2739" data-end="3098">Selain menjadi destinasi wisata alam, Kayangan Api kini dinilai berkembang sebagai ruang wisata spiritual yang mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Hal itu terlihat dari kehadiran peserta yang datang tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi juga dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Banten, Bali, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.</p>
<p data-start="3100" data-end="3312">Ketua panitia, Hendro Lukito, menyebut antusiasme peserta menunjukkan bahwa nilai-nilai persatuan dan spiritualitas masih menjadi kebutuhan masyarakat di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang saat ini.</p>
<p data-start="3314" data-end="3730" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dari kawasan api abadi di Bojonegoro itu, pesan yang ingin disampaikan para peserta cukup sederhana namun kuat: keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan modal utama untuk menjaga Indonesia tetap utuh. Di tengah nyala api yang tak pernah padam, doa-doa untuk persatuan bangsa kembali dipanjatkan, berharap semangat kebersamaan terus menyala sebagaimana bara Kayangan Api yang telah bertahan melintasi zaman.(*red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/dari-api-abadi-kayangan-api-pesan-persatuan-lintas-iman-menggema-di-malam-1-suro/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ratusan Peserta Ikuti Ruwatan Murwakala di Kayangan Api, Tradisi Leluhur Terus Dijaga di Bojonegoro</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/ratusan-peserta-ikuti-ruwatan-murwakala-di-kayangan-api-tradisi-leluhur-terus-dijaga-di-bojonegoro/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/ratusan-peserta-ikuti-ruwatan-murwakala-di-kayangan-api-tradisi-leluhur-terus-dijaga-di-bojonegoro/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 03:58:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Api Abadi]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Bojonegoro Setyo Wahono]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Ngasem]]></category>
		<category><![CDATA[Khayangan Api]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Bojonegoro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=3938</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Nuansa sakral dan penuh khidmat menyelimuti kawasan wisata Kayangan <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/ratusan-peserta-ikuti-ruwatan-murwakala-di-kayangan-api-tradisi-leluhur-terus-dijaga-di-bojonegoro/" title="Ratusan Peserta Ikuti Ruwatan Murwakala di Kayangan Api, Tradisi Leluhur Terus Dijaga di Bojonegoro" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, <strong data-start="334" data-end="348">BOJONEGORO</strong> – Nuansa sakral dan penuh khidmat menyelimuti kawasan wisata Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, saat pelaksanaan Ruwatan Murwakala 2026, Selasa (16/6/2026). Tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut kembali digelar sebagai bentuk ungkapan syukur, doa keselamatan, serta upaya menjaga kelestarian nilai-nilai budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.</p>
<p data-start="741" data-end="1074">Sekitar 100 peserta sukerta mengikuti prosesi ruwatan yang dipusatkan di kawasan api abadi Kayangan Api, salah satu situs budaya dan geowisata paling ikonik di Kabupaten Bojonegoro. Rangkaian acara berlangsung khidmat dengan diiringi pagelaran wayang kulit berlakon Murwakala yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi ruwatan.</p>
<p data-start="1076" data-end="1384">Masyarakat dari berbagai wilayah tampak hadir untuk mengikuti prosesi sekaligus menyaksikan jalannya pertunjukan budaya yang sarat makna spiritual tersebut. Selain menjadi ritual adat, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan masyarakat untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal.</p>
<p data-start="1386" data-end="1591">Bupati Bojonegoro Setyo Wahono yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa Ruwatan Murwakala bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat Jawa.</p>
<p data-start="1593" data-end="1803">Menurutnya, prosesi ruwatan mengandung pesan tentang pentingnya introspeksi diri, memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan lingkungan sekitarnya.</p>
<p data-start="1805" data-end="2009">&#8220;Tradisi ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur, membersihkan diri dari hal-hal negatif, dan memanjatkan doa agar kehidupan yang dijalani menjadi lebih baik, tenteram, dan penuh keberkahan,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-start="2011" data-end="2276">Ia menilai pelestarian budaya lokal menjadi bagian penting dalam menjaga identitas daerah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan budaya yang memiliki nilai sejarah, pendidikan, dan spiritual bagi masyarakat.</p>
<p data-start="2278" data-end="2425">Menurut Wahono, budaya lokal merupakan aset yang tidak ternilai dan harus diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.</p>
<p data-start="2427" data-end="2616">&#8220;Tradisi seperti ini harus terus kita jaga karena menjadi bagian dari jati diri masyarakat Bojonegoro. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur yang dapat menjadi pedoman kehidupan,&#8221; katanya.</p>
<p data-start="2618" data-end="2798">Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga keberadaan Kayangan Api sebagai salah satu warisan budaya dan destinasi geowisata unggulan Kabupaten Bojonegoro.</p>
<p data-start="2800" data-end="3016">Kawasan yang dikenal dengan fenomena api abadi tersebut tidak hanya memiliki daya tarik wisata, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang telah hidup bersama masyarakat selama berabad-abad.</p>
<p data-start="3018" data-end="3160">Menurutnya, pelestarian Kayangan Api harus dilakukan secara berkelanjutan agar tetap dapat dinikmati dan diwariskan kepada generasi mendatang.</p>
<p data-start="3162" data-end="3352">&#8220;Kayangan Api adalah kebanggaan masyarakat Bojonegoro. Ini warisan leluhur yang harus terus kita jaga agar tetap lestari dan menjadi sumber pembelajaran bagi anak cucu kita kelak,&#8221; tegasnya.</p>
<p data-start="3354" data-end="3539">Pelaksanaan Ruwatan Murwakala tahun ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Kayangan Api sebagai salah satu destinasi budaya yang mendukung pengembangan Geopark Bojonegoro.</p>
<p data-start="3541" data-end="3747">Selain menghadirkan nilai spiritual dan budaya, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata berbasis budaya.</p>
<p data-start="3749" data-end="4055">Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, masyarakat diajak untuk terus menjaga tradisi yang telah diwariskan para leluhur. Melalui pelestarian budaya, nilai-nilai kearifan lokal diharapkan tetap hidup dan menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan daerah yang berakar pada identitas budaya masyarakat.</p>
<p data-start="4057" data-end="4326" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Ruwatan Murwakala 2026 pun menjadi bukti bahwa di tengah modernisasi, warisan budaya tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Bojonegoro sebagai penanda identitas, penguat kebersamaan, dan penghubung antara generasi masa lalu, masa kini, dan masa depan.(red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/ratusan-peserta-ikuti-ruwatan-murwakala-di-kayangan-api-tradisi-leluhur-terus-dijaga-di-bojonegoro/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
