<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nobar Pesta Babi &#8211; Halo Bojonegoro</title>
	<atom:link href="https://halobojonegoro.id/tag/nobar-pesta-babi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://halobojonegoro.id</link>
	<description>Inspiratif dan Terkini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 May 2026 01:44:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://halobojonegoro.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Nobar Pesta Babi &#8211; Halo Bojonegoro</title>
	<link>https://halobojonegoro.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Nobar Film “Pesta Babi” di Bojonegoro Jadi Ruang Diskusi Kritis soal Papua dan Lingkungan</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/nobar-film-pesta-babi-di-bojonegoro-jadi-ruang-diskusi-kritis-soal-papua-dan-lingkungan/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/nobar-film-pesta-babi-di-bojonegoro-jadi-ruang-diskusi-kritis-soal-papua-dan-lingkungan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 00:48:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Film Dokumenter]]></category>
		<category><![CDATA[Nobar Pesta Babi]]></category>
		<category><![CDATA[PWI Bojonegoro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=3720</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, Bojonegoro &#8211; Suasana berbeda terlihat di Kedai Nostalgia, Senin (25/5/2026) malam. <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/nobar-film-pesta-babi-di-bojonegoro-jadi-ruang-diskusi-kritis-soal-papua-dan-lingkungan/" title="Nobar Film “Pesta Babi” di Bojonegoro Jadi Ruang Diskusi Kritis soal Papua dan Lingkungan" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, Bojonegoro &#8211; Suasana berbeda terlihat di Kedai Nostalgia, Senin (25/5/2026) malam. Lebih dari 50 peserta dari berbagai kalangan berkumpul mengikuti kegiatan nonton bareng film dokumenter Pesta Babi yang mengangkat isu pembangunan dan persoalan masyarakat adat di Papua Selatan.</p>
<p>Film berdurasi sekitar 95 menit karya Dandhy Laksono bersama Cypri Dale tersebut menyoroti pembukaan kawasan hutan adat untuk proyek bioetanol dan ketahanan pangan skala besar di wilayah Papua Selatan.</p>
<p>Dalam tayangannya, film menggambarkan bagaimana sejumlah komunitas adat seperti suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu menghadapi ancaman kehilangan tanah serta ruang hidup akibat ekspansi perkebunan tebu, kelapa sawit, hingga proyek food estate.</p>
<p>Berbagai persoalan sosial dan lingkungan yang muncul dalam film menjadi perhatian peserta nobar. Tidak sedikit penonton yang terlihat serius mengikuti setiap adegan hingga sesi pemutaran selesai.</p>
<p>Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang berlangsung hangat hingga larut malam. Wartawan senior Bojonegoro sekaligus Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito, menjadi salah satu pemantik dalam forum diskusi tersebut.</p>
<p>Menurut Sasmito, film dokumenter tersebut menarik karena tidak hanya menyuguhkan satu sudut pandang, tetapi juga membuka ruang bagi penonton untuk memahami persoalan secara lebih luas dan kritis.</p>
<p>“Penonton diajak berpikir kritis dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang, bukan sekadar melihat siapa yang benar atau salah,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan pentingnya menyampaikan kritik sosial secara bertanggung jawab dengan tetap berpegang pada fakta dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Diskusi yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB itu berlangsung dinamis hingga pukul 22.30 WIB. Beragam pandangan, pertanyaan, hingga tanggapan dari peserta membuat suasana forum semakin hidup dan penuh pertukaran gagasan.</p>
<p>Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan tingginya minat masyarakat, khususnya kalangan muda di Bojonegoro, terhadap isu sosial, lingkungan, dan hak masyarakat adat yang belakangan semakin banyak diperbincangkan melalui medium film dokumenter.(*red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/nobar-film-pesta-babi-di-bojonegoro-jadi-ruang-diskusi-kritis-soal-papua-dan-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
