<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pariwisata &#8211; Halo Bojonegoro</title>
	<atom:link href="https://halobojonegoro.id/topic/pariwisata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://halobojonegoro.id</link>
	<description>Inspiratif dan Terkini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 Aug 2026 08:24:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.1</generator>

<image>
	<url>https://halobojonegoro.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Pariwisata &#8211; Halo Bojonegoro</title>
	<link>https://halobojonegoro.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Asesor UNESCO Puji Pusat Informasi Geopark Bojonegoro, Hasil Penilaian Masih Dinanti</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/asesor-unesco-puji-pusat-informasi-geopark-bojonegoro-hasil-penilaian-masih-dinanti/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/asesor-unesco-puji-pusat-informasi-geopark-bojonegoro-hasil-penilaian-masih-dinanti/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2026 03:21:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO Global Geopark]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=4277</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Pusat Informasi Geopark (PIG) Bojonegoro menuai apresiasi dari tim <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/asesor-unesco-puji-pusat-informasi-geopark-bojonegoro-hasil-penilaian-masih-dinanti/" title="Asesor UNESCO Puji Pusat Informasi Geopark Bojonegoro, Hasil Penilaian Masih Dinanti" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, <strong data-start="337" data-end="351">BOJONEGORO</strong> – Pusat Informasi Geopark (PIG) Bojonegoro menuai apresiasi dari tim asesor <strong data-start="428" data-end="460">UNESCO Global Geopark (UGGp)</strong> dalam rangkaian evaluasi lapangan Geopark Bojonegoro menuju pengakuan internasional. Asesor asal Jerman, <strong data-start="566" data-end="586">Andreas Schüller</strong>, mengaku terkesan setelah meninjau langsung fasilitas tersebut pada Selasa (28/7/2026).</p>
<p data-start="676" data-end="973">Kunjungan itu menjadi salah satu agenda penting dalam proses validasi UNESCO yang berlangsung selama beberapa hari di Kabupaten Bojonegoro. Andreas didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, <strong data-start="898" data-end="919">Elzadeba Agustina</strong>, bersama jajaran organisasi perangkat daerah terkait.</p>
<p data-start="975" data-end="1164">Meski baru berada di lokasi sekitar dua jam, Andreas menilai Pusat Informasi Geopark mampu menampilkan gambaran lengkap mengenai potensi Bojonegoro melalui penyajian informasi yang menarik.</p>
<p data-start="1168" data-end="1454">&#8220;Kami baru berada di sini sekitar dua jam, sehingga saya hanya bisa menyampaikan kesan terhadap museum ini. Museum ini sangat menarik, luar biasa, dan fantastis. Museum ini menjelaskan berbagai aspek yang ada di sini. Saya sangat terkesan dengan museum baru ini,&#8221; ujar Andreas Schüller.</p>
<p data-start="1456" data-end="1678">Namun demikian, Andreas belum bersedia memberikan penilaian mengenai peluang Geopark Bojonegoro memperoleh status <strong data-start="1570" data-end="1595">UNESCO Global Geopark</strong>. Ia menegaskan proses evaluasi masih berlangsung sehingga belum dapat disimpulkan.</p>
<p data-start="1680" data-end="1881">Menurutnya, tugas asesor hanya melakukan peninjauan lapangan dan menyusun laporan hasil evaluasi. Sementara keputusan akhir berada di tangan badan penilai UNESCO, bukan asesor yang melakukan kunjungan.</p>
<p data-start="1885" data-end="2129">&#8220;Kami akan melihat hasilnya setelah misi evaluasi ini selesai. Kami harus melihat gambaran secara keseluruhan. Saya dan rekan saya tidak membuat keputusan. Kami hanya menyusun laporan, sedangkan keputusan akan dibuat oleh pihak lain,&#8221; jelasnya.</p>
<p data-start="2131" data-end="2250">Saat kembali ditanya mengenai peluang Bojonegoro memperoleh pengakuan UNESCO, Andreas hanya memberikan jawaban singkat.</p>
<blockquote data-start="2252" data-end="2269">
<p data-start="2254" data-end="2269">&#8220;Wait and see.&#8221;</p>
</blockquote>
<p data-start="2271" data-end="2500">Sementara itu, Kepala Disbudpar Bojonegoro, <strong data-start="2315" data-end="2336">Elzadeba Agustina</strong>, mengatakan kunjungan tim asesor merupakan tahapan penting dalam perjalanan Geopark Bojonegoro menuju pengakuan sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark.</p>
<p data-start="2502" data-end="2701">Menurutnya, Pusat Informasi Geopark menjadi gerbang awal yang memperkenalkan identitas Bojonegoro kepada tim asesor, mulai dari kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, budaya, hingga sejarah daerah.</p>
<p data-start="2705" data-end="3043">&#8220;Kunjungan tim asesor UNESCO Global Geopark ke Bojonegoro merupakan momentum yang sangat penting dalam perjalanan Geopark Bojonegoro menuju pengakuan dunia. Hari ini kami memperkenalkan Pusat Informasi Geopark sebagai wajah awal yang menggambarkan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, budaya, serta sejarah Bojonegoro,&#8221; kata Elzadeba.</p>
<p data-start="3045" data-end="3311">Ia menilai apresiasi yang diberikan Andreas menjadi motivasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan Geopark Bojonegoro. Meski demikian, Elzadeba mengingatkan bahwa proses evaluasi UNESCO mencakup berbagai aspek, tidak hanya kualitas fasilitas informasi.</p>
<p data-start="3313" data-end="3493">Penilaian juga meliputi pengelolaan geosite, upaya konservasi, program edukasi, pemberdayaan masyarakat, hingga tata kelola kawasan geopark secara menyeluruh sesuai standar UNESCO.</p>
<p data-start="3497" data-end="3793">&#8220;Kami berharap seluruh rangkaian evaluasi berjalan lancar. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama seluruh pemangku kepentingan terus berkomitmen mengembangkan Geopark Bojonegoro secara berkelanjutan agar memberikan manfaat bagi masyarakat dan memenuhi standar UNESCO Global Geopark,&#8221; pungkasnya.</p>
<p data-start="3795" data-end="4237" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Rangkaian validasi lapangan masih akan berlanjut dengan kunjungan ke sejumlah geosite dan fasilitas pendukung lainnya di Kabupaten Bojonegoro. Seluruh hasil penilaian tersebut nantinya menjadi bahan pertimbangan UNESCO dalam menentukan apakah Geopark Bojonegoro layak bergabung dalam jaringan <strong data-start="4088" data-end="4113">UNESCO Global Geopark</strong>, sehingga masyarakat kini masih harus menunggu keputusan resmi yang akan diumumkan setelah seluruh proses evaluasi selesai.(red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/asesor-unesco-puji-pusat-informasi-geopark-bojonegoro-hasil-penilaian-masih-dinanti/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polsek Sumberrejo Intensifkan Patroli Wisata, Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Kecelakaan Air</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/polsek-sumberrejo-intensifkan-patroli-wisata-antisipasi-gangguan-kamtibmas-dan-kecelakaan-air/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/polsek-sumberrejo-intensifkan-patroli-wisata-antisipasi-gangguan-kamtibmas-dan-kecelakaan-air/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 May 2026 01:23:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Sumberrejo]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=3666</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Momentum libur akhir pekan dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/polsek-sumberrejo-intensifkan-patroli-wisata-antisipasi-gangguan-kamtibmas-dan-kecelakaan-air/" title="Polsek Sumberrejo Intensifkan Patroli Wisata, Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Kecelakaan Air" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Momentum libur akhir pekan dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Polsek Sumberrejo</span></span> menggelar patroli intensif di sejumlah lokasi wisata, salah satunya di <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Kolam Renang Tirta Mulia</span></span>, Minggu (17/5/2026).</p>
<p data-start="647" data-end="988">Patroli tersebut difokuskan pada area keramaian yang dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk potensi kecelakaan di area kolam renang. Kehadiran aparat kepolisian di tengah aktivitas wisatawan menjadi langkah preventif untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sedang menikmati waktu liburan.</p>
<p data-start="990" data-end="1274">Kapolsek Sumberrejo, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Zakaria</span></span>, mengatakan patroli dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat selama akhir pekan. Selain memantau situasi, petugas juga melakukan dialog langsung dengan pengunjung dan pengelola wisata.</p>
<p data-start="1276" data-end="1513">“Kami ingin memastikan masyarakat bisa menikmati liburannya dengan aman dan nyaman tanpa rasa khawatir. Kehadiran polisi di lokasi wisata juga sebagai langkah pencegahan terhadap potensi tindak kriminalitas maupun kecelakaan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1515" data-end="1817">Dalam patroli tersebut, pihak kepolisian juga memberikan imbauan kepada pengelola wisata agar meningkatkan pengawasan, khususnya di area kolam renang yang ramai dipadati anak-anak dan keluarga. Pengelola diminta lebih waspada terhadap potensi kelalaian yang dapat membahayakan keselamatan pengunjung.</p>
<p data-start="1819" data-end="2088" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Melalui patroli dialogis ini, Polsek Sumberrejo berharap tercipta suasana wisata yang aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran aparat kepolisian pun mendapat respons positif dari masyarakat yang merasa lebih tenang saat menikmati liburan bersama keluarga di lokasi wisata.(red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/polsek-sumberrejo-intensifkan-patroli-wisata-antisipasi-gangguan-kamtibmas-dan-kecelakaan-air/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kedunglantung Bojonegoro Masuki Babak Baru Menuju UNESCO Global Geopark</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/kedunglantung-bojonegoro-masuki-babak-baru-menuju-unesco-global-geopark/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/kedunglantung-bojonegoro-masuki-babak-baru-menuju-unesco-global-geopark/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 02:43:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO Global Geopark]]></category>
		<category><![CDATA[UNIGORO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=3356</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, Bojonegoro — Upaya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk meraih pengakuan UNESCO Global <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/kedunglantung-bojonegoro-masuki-babak-baru-menuju-unesco-global-geopark/" title="Kedunglantung Bojonegoro Masuki Babak Baru Menuju UNESCO Global Geopark" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, Bojonegoro — Upaya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk meraih pengakuan UNESCO Global Geopark semakin nyata dengan pembenahan Geosite Kedunglantung, Desa Drenges. Sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan sektor swasta terbukti efektif dalam menghadapi berbagai tantangan teknis di lapangan.<br />
Bappeda Bojonegoro dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tampil proaktif, khususnya dalam mengawal proses perizinan lahan yang berada di wilayah Perhutani. Dukungan pendampingan dari LPPM Universitas Bojonegoro (Unigoro) memungkinkan Pemerintah Desa Drenges menuntaskan dokumen Permohonan Kerjasama Kemitraan Kehutanan Perhutani (KKP). Keberhasilan ini membuka jalan bagi Pemkab untuk menerapkan metode pendampingan serupa di geosite lain, memastikan seluruh administrasi desa sesuai standar UNESCO dan mempercepat pemenuhan persyaratan legalitas kawasan hutan sebelum penilaian pada Juli 2026.<br />
Peran sektor swasta juga signifikan. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mendukung pembangunan infrastruktur konservasi, termasuk bronjong untuk stabilitas tebing dan menara pandang sebagai sarana edukasi visual. “Kami berkomitmen memperkuat kapasitas masyarakat lokal, agar mereka mampu mengelola potensi edutourism secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Slamet Rijadi, perwakilan EMCL, Senin (13/4/2026).<br />
Geosite Kedunglantung memiliki daya tarik unik dibanding lokasi lain, seperti Geosite Wonocolo. Wisatawan dapat langsung menyaksikan fenomena oil seepage atau rembesan minyak alami, serta struktur geologi yang menonjol. Penelitian hayati yang dilakukan Unigoro kini melengkapi narasi geo-bio-culture sesuai kriteria UNESCO. Model wisata riset ini diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat Desa Drenges melalui penyediaan akomodasi dan kuliner bagi peneliti dan wisatawan edukasi.<br />
Optimisme tinggi menyelimuti kolaborasi ini. Sinergi pemerintah, akademisi, dan swasta di Kedunglantung membuktikan bahwa target pengakuan global bukan sekadar impian, tetapi tujuan yang kian mendekati kenyataan.(*/red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/kedunglantung-bojonegoro-masuki-babak-baru-menuju-unesco-global-geopark/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komite Ekraf dan Disbudpar Bojonegoro Satukan Arah, Ekonomi Kreatif Didorong Jadi Mesin PAD</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/komite-ekraf-dan-disbudpar-bojonegoro-satukan-arah-ekonomi-kreatif-didorong-jadi-mesin-pad/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/komite-ekraf-dan-disbudpar-bojonegoro-satukan-arah-ekonomi-kreatif-didorong-jadi-mesin-pad/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 02:30:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Enkraf]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=2784</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, Bojonegoro &#8211; Upaya memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai penggerak pembangunan daerah <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/komite-ekraf-dan-disbudpar-bojonegoro-satukan-arah-ekonomi-kreatif-didorong-jadi-mesin-pad/" title="Komite Ekraf dan Disbudpar Bojonegoro Satukan Arah, Ekonomi Kreatif Didorong Jadi Mesin PAD" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, Bojonegoro &#8211; Upaya memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai penggerak pembangunan daerah mulai disinergikan secara lebih terarah. <strong data-start="693" data-end="752">Tim Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Bojonegoro</strong> melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi ke <strong data-start="809" data-end="877">Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro</strong>, Selasa (3/2/2026), guna menyelaraskan program kerja dan membuka ruang kolaborasi strategis ke depan.</p>
<p data-start="981" data-end="1345">Kunjungan ini menjadi momentum penting, terutama sebagai komunikasi awal dengan <strong data-start="1061" data-end="1102">Kepala Disbudpar Bojonegoro yang baru</strong>, Elzadeba Agustina, SH., M.Kes. Rombongan Komite Ekraf Bojonegoro yang dipimpin langsung oleh <strong data-start="1197" data-end="1227">Ketua Komite Ekraf, Alfian</strong>, diterima secara hangat di kantor Disbudpar Bojonegoro bersama jajaran sekretariat dan Kepala Bidang Ekonomi Kreatif.</p>
<p data-start="1347" data-end="1677">Dalam pertemuan tersebut, Alfian memaparkan kiprah Komite Ekraf Bojonegoro yang selama ini aktif menjadi penghubung antara pemerintah daerah dan komunitas kreatif. Ia menyebut, Komite Ekraf tidak hanya berperan sebagai wadah aspirasi pelaku kreatif, tetapi juga telah terlibat langsung dalam berbagai kegiatan penguatan kapasitas.</p>
<p data-start="1679" data-end="1927">“Kami sudah beberapa kali menjadi pelaksana kegiatan bimbingan teknis yang diselenggarakan Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Bojonegoro. Selain itu, kami juga berkolaborasi dengan sekitar 20 komunitas kreatif melalui agenda Bolo Fest,” jelas Alfian.</p>
<p data-start="1929" data-end="2280">Ia menegaskan bahwa Komite Ekraf Bojonegoro siap mengambil peran lebih strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, potensi kreatif lokal Bojonegoro sangat besar, namun membutuhkan orkestrasi program yang terarah agar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.</p>
<p data-start="2282" data-end="2472">“Kami ingin ekonomi kreatif tidak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi dengan Disbudpar menjadi kunci agar program yang dijalankan selaras dan mampu memperkuat daya saing daerah,” tambahnya.</p>
<p data-start="2474" data-end="2787">Sementara itu, Kepala Disbudpar Bojonegoro, <strong data-start="2518" data-end="2539">Elzadeba Agustina</strong>, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan. Menurutnya, ke depan, dua sektor tersebut tidak cukup hanya mengandalkan potensi yang sudah mapan, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah ekonomi.</p>
<p data-start="2789" data-end="3058">“Pariwisata dan kebudayaan tidak bisa lagi hanya bicara soal destinasi yang sudah pasti, seperti Kayangan Api, geopark, atau kesenian yang sudah kita miliki. Yang lebih dibutuhkan sekarang adalah bagaimana sektor ini mampu memberikan efek ekonomi yang nyata,” tegasnya.</p>
<p data-start="3060" data-end="3297">Ia menilai ekonomi kreatif memiliki ruang masuk yang sangat luas, baik dari sisi pariwisata maupun kebudayaan. Integrasi keduanya diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan <strong data-start="3264" data-end="3296">Pendapatan Asli Daerah (PAD)</strong>.</p>
<p data-start="3299" data-end="3507">“Ekonomi kreatif bisa masuk dari berbagai sisi, bisa dari pariwisata, bisa juga dari kebudayaan. Tujuan akhirnya bukan hanya membahagiakan masyarakat, tetapi juga mendatangkan nilai ekonomi dan PAD,” ujarnya.</p>
<p data-start="3509" data-end="3718">Elzadeba juga menyatakan dukungannya terhadap keterlibatan aktif Komite Ekraf Bojonegoro dalam berbagai program yang telah berjalan di Disbudpar, mulai dari sektor seni, UMKM, hingga subsektor kreatif lainnya.</p>
<p data-start="3720" data-end="3962">“Kami mendorong teman-teman Komite Ekraf untuk terus bersinergi dengan kegiatan yang ada di Disbudpar. Harapannya, tampilan pariwisata dan kebudayaan Bojonegoro semakin menarik, berdaya saing, dan memiliki nilai ekonomi yang kuat,” tandasnya.</p>
<p data-start="3964" data-end="4392">Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan. Kedua belah pihak sepakat bahwa silaturahmi ini menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret dan terstruktur. Ke depan, kolaborasi antara Komite Ekraf Bojonegoro dan Disbudpar diharapkan mampu menjadikan ekonomi kreatif sebagai <strong data-start="4269" data-end="4307">motor penggerak pembangunan daerah</strong>, sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat Bojonegoro.(Mu)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/komite-ekraf-dan-disbudpar-bojonegoro-satukan-arah-ekonomi-kreatif-didorong-jadi-mesin-pad/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Ladang ke Destinasi, Anggur Bandungrejo Ubah Arah Ekonomi Desa</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/dari-ladang-ke-destinasi-anggur-bandungrejo-ubah-arah-ekonomi-desa/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/dari-ladang-ke-destinasi-anggur-bandungrejo-ubah-arah-ekonomi-desa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 05:58:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Bandungrejo]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Bojonegoro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=2737</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, Bojonegoro &#8211; Selama ini Kabupaten Bojonegoro kerap dikenal sebagai daerah penghasil <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/dari-ladang-ke-destinasi-anggur-bandungrejo-ubah-arah-ekonomi-desa/" title="Dari Ladang ke Destinasi, Anggur Bandungrejo Ubah Arah Ekonomi Desa" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, Bojonegoro &#8211; Selama ini Kabupaten Bojonegoro kerap dikenal sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi. Namun, di balik citra industri ekstraktif tersebut, Bojonegoro perlahan menampilkan wajah lain: desa-desa produktif yang mampu mengolah potensi pertanian menjadi sumber ekonomi alternatif. Salah satunya terlihat di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, yang kini menjelma menjadi destinasi agrowisata anggur.</p>
<p data-start="856" data-end="1201">Di desa ini, hamparan kebun anggur hijau tertata rapi, menawarkan pengalaman wisata berbeda bagi pengunjung. Tak sekadar menikmati panorama alam pedesaan, wisatawan juga diajak memetik langsung buah anggur segar dari pohonnya. Konsep petik buah inilah yang menjadi daya tarik utama, membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana kebun.</p>
<p data-start="1203" data-end="1529">Pengelola kebun anggur Bandungrejo, Junaidi, mengatakan kebun yang dikelolanya menanam berbagai varietas anggur unggulan yang sudah dikenal kualitasnya. Di antaranya anggur Everest, Julian, Laria, Jupiter, Cerny, hingga Banana. Seluruh varian dijual dengan harga Rp100.000 per kilogram dan dapat dipetik langsung oleh pembeli.</p>
<p data-start="1531" data-end="1706">“Anggur di sini baru memasuki masa pembuahan pertama karena ditanam sekitar satu tahun lalu. Luas lahan kurang lebih 3.500 meter persegi dengan total 200 pohon,” ujar Junaidi.</p>
<p data-start="1708" data-end="2099">Meski baru memasuki panen perdana, hasilnya terbilang menjanjikan. Dalam satu masa panen, produksi anggur dapat mencapai sekitar 4 kwintal. Menariknya, seluruh hasil panen tersebut ludes terjual hanya dalam waktu tiga hari. Tingginya permintaan tidak hanya datang dari warga Bojonegoro, tetapi juga dari pengunjung luar daerah yang sengaja datang untuk merasakan sensasi wisata petik anggur.</p>
<p data-start="2101" data-end="2442">Junaidi menjelaskan, sebagian besar pembeli memilih sistem campur atau mix varian. Alasannya, setiap jenis anggur memiliki karakter rasa yang berbeda. Anggur Jupiter dikenal dengan rasa manis dan aroma wangi, Julian memiliki kulit tipis dengan rasa manis, Laria renyah dan segar, sementara varietas lainnya menawarkan sensasi rasa yang khas.</p>
<p data-start="2444" data-end="2730">Keberhasilan kebun anggur Bandungrejo ini juga menarik perhatian pemerintah daerah. Bupati Bojonegoro bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro sempat meninjau langsung lokasi kebun sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian inovatif dan agrowisata berbasis desa.</p>
<p data-start="2732" data-end="3033">Menurut Junaidi, dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi petani untuk terus mengembangkan hortikultura bernilai tambah. Ia berharap kebun anggur ini tidak hanya menjadi objek wisata musiman, tetapi juga menjadi model pengembangan pertanian modern yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa.</p>
<p data-start="3035" data-end="3201">“Dengan antusiasme pengunjung yang tinggi, kami berharap kebun anggur ini bisa mendorong ekonomi desa dan menjadi contoh pertanian yang berorientasi wisata,” katanya.</p>
<p data-start="3203" data-end="3473">Akses menuju lokasi kebun pun terbilang mudah. Infrastruktur jalan yang sudah memadai membuat perjalanan pengunjung nyaman, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Hal ini menjadi faktor pendukung penting bagi berkembangnya agrowisata di wilayah pedesaan.</p>
<p data-start="3475" data-end="3780">Transformasi Desa Bandungrejo melalui agrowisata anggur menjadi bukti bahwa Bojonegoro tidak hanya bertumpu pada sektor migas. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor pertanian mampu menjadi kekuatan ekonomi baru sekaligus membuka peluang wisata yang berkelanjutan, berbasis potensi lokal dan kearifan desa.(Mu)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/dari-ladang-ke-destinasi-anggur-bandungrejo-ubah-arah-ekonomi-desa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Kampus ke Kawasan, Geopark Bojonegoro Disiapkan sebagai Warisan Hidup</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/dari-kampus-ke-kawasan-geopark-bojonegoro-disiapkan-sebagai-warisan-hidup/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/dari-kampus-ke-kawasan-geopark-bojonegoro-disiapkan-sebagai-warisan-hidup/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 01:42:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Geopark Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO Global Geopark]]></category>
		<category><![CDATA[UNIGORO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=2693</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, Bojonegoro &#8211; Upaya menjadikan Geopark Bojonegoro sebagai bagian dari UNESCO Global <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/dari-kampus-ke-kawasan-geopark-bojonegoro-disiapkan-sebagai-warisan-hidup/" title="Dari Kampus ke Kawasan, Geopark Bojonegoro Disiapkan sebagai Warisan Hidup" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, Bojonegoro &#8211; Upaya menjadikan Geopark Bojonegoro sebagai bagian dari <strong data-start="659" data-end="691">UNESCO Global Geopark (UGGp)</strong> terus mendapat penguatan dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi dan lembaga internasional. Hal ini tercermin dari kunjungan <strong data-start="826" data-end="873">Vice President Global Geopark Network (GGN)</strong>, Profesor Emeritus <strong data-start="893" data-end="920">Dato’ Dr. Ibrahim Komoo</strong>, ke kampus <strong data-start="932" data-end="968">Universitas Bojonegoro (Unigoro)</strong>, Selasa (20/1/26).</p>
<p data-start="989" data-end="1294">Dalam lawatannya bersama <strong data-start="1014" data-end="1051">Komite Geopark Nasional Indonesia</strong> serta <strong data-start="1058" data-end="1101">Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)</strong>, Prof. Ibrahim memaparkan strategi pengembangan Geopark Bojonegoro yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat lokal.</p>
<p data-start="1296" data-end="1575">Menurut Prof. Ibrahim, geopark bukan sekadar kawasan geologi, melainkan <strong data-start="1368" data-end="1392">warisan terintegrasi</strong> yang harus dikelola secara bersama-sama. Ia menekankan perlunya mekanisme pengelolaan yang jelas agar geopark dapat terpelihara sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar.</p>
<p data-start="1577" data-end="1771">“Geopark adalah integrated heritage yang saling berkaitan dalam pengelolaannya. Harus dihargai dan dikonservasi. Geopark tidak ada artinya jika tidak bermanfaat bagi masyarakat lokal,” paparnya.</p>
<p data-start="1773" data-end="2084">Dalam kesempatan tersebut, pria berkebangsaan Melayu ini juga mengulas sejarah perkembangan geopark di Asia Tenggara. Ia mencontohkan keberhasilan <strong data-start="1920" data-end="1932">Langkawi</strong> yang menyandang status UNESCO Global Geopark sejak 2007, setelah melalui proses panjang yang melibatkan koordinasi intensif antar pemangku kepentingan.</p>
<p data-start="2086" data-end="2404">Prof. Ibrahim juga menyoroti nilai strategis beberapa situs di Bojonegoro, salah satunya <strong data-start="2175" data-end="2196">Antiklin Kawengan</strong> di kawasan Wonocolo. Meski tampak sederhana, menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan kebangsaan yang tinggi karena telah dimanfaatkan masyarakat sejak tahun 1880 sebagai sumber minyak mentah.</p>
<p data-start="2406" data-end="2511">“Perlu ada rencana konservasi yang jelas agar keberlanjutan kawasan seperti ini tetap terjaga,” tegasnya.</p>
<p data-start="2513" data-end="2870">Sementara itu, <strong data-start="2528" data-end="2559">Profesor Dr. Norzaini Azman</strong> dari Universiti Kebangsaan Malaysia menambahkan bahwa pengelolaan geopark menuntut kontribusi dari berbagai disiplin ilmu, tidak terbatas pada kajian geologi semata. Ia mengapresiasi peran Universitas Bojonegoro dalam mendukung pengembangan Geopark Bojonegoro sebagai bagian dari upaya meraih pengakuan UNESCO.</p>
<p data-start="2872" data-end="3056">Menurutnya, kampus memiliki ruang besar untuk mendorong program <strong data-start="2936" data-end="2956">service learning</strong>, proyek riset, maupun inisiatif pemberdayaan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.</p>
<p data-start="3058" data-end="3225">“Pengembangan geopark harus menyentuh aspek ekonomi, sosial, dan budaya. Karena masyarakat lokal harus dilibatkan sebagai bagian dari proses dan manfaatnya,” jelasnya.</p>
<p data-start="3227" data-end="3539">Kehadiran asesor UNESCO dalam forum kuliah umum di Unigoro ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting bagi Geopark Bojonegoro dalam menyongsong proses <strong data-start="3488" data-end="3538">penilaian UNESCO Global Geopark pada Juni 2026</strong>.(Mu)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/dari-kampus-ke-kawasan-geopark-bojonegoro-disiapkan-sebagai-warisan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menuju Panggung Dunia, Geopark Bojonegoro Matangkan Langkah Hadapi Penilaian UNESCO</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/menuju-panggung-dunia-geopark-bojonegoro-matangkan-langkah-hadapi-penilaian-unesco/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/menuju-panggung-dunia-geopark-bojonegoro-matangkan-langkah-hadapi-penilaian-unesco/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 03:24:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Geopark Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO Global Geopark]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=2690</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, Bojonegoro &#8211; Upaya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam membawa Geopark Bojonegoro ke <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/menuju-panggung-dunia-geopark-bojonegoro-matangkan-langkah-hadapi-penilaian-unesco/" title="Menuju Panggung Dunia, Geopark Bojonegoro Matangkan Langkah Hadapi Penilaian UNESCO" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, Bojonegoro &#8211; Upaya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam membawa Geopark Bojonegoro ke pengakuan <a href="https://halobojonegoro.id/tag/unesco-global-geopark/"><strong data-start="649" data-end="681">UNESCO Global Geopark (UGGp)</strong></a> terus dimantapkan. Salah satunya melalui kegiatan serasehan strategis yang menghadirkan tokoh-tokoh berpengalaman di tingkat internasional, sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan penilaian akhir.</p>
<p data-start="889" data-end="1176">Serasehan tersebut digelar di <strong data-start="919" data-end="945">Hotel Aston Bojonegoro</strong>, Senin (19/01/2025), dan dihadiri langsung oleh <strong data-start="994" data-end="1017">Prof. Ibrahim Komoo</strong>, Vice President <a href="https://halobojonegoro.id/tag/geopark-bojonegoro/"><strong data-start="1034" data-end="1066">Global Geopark Network (GGN)</strong></a>, yang selama ini dikenal aktif mendampingi berbagai geopark dunia hingga meraih status UNESCO Global Geopark.</p>
<p data-start="1178" data-end="1401">Kehadiran Prof. Ibrahim Komoo diharapkan mampu memberikan arahan teknis, evaluasi substansi, serta penguatan strategi bagi <a href="https://halobojonegoro.id/tag/geopark-bojonegoro/">Geopark Bojonegoro</a> dalam menghadapi proses penilaian UNESCO yang ketat dan berstandar internasional.</p>
<p data-start="1403" data-end="1651">Selain itu, serasehan juga menghadirkan <strong data-start="1443" data-end="1467">Prof. Norzaini Azman</strong>, pakar pendidikan, yang memberikan perspektif penting mengenai penguatan edukasi publik, tata kelola geopark, serta keterlibatan masyarakat sebagai fondasi geopark yang berkelanjutan.</p>
<p data-start="1653" data-end="1948">General Manager Geopark Bojonegoro, <strong data-start="1689" data-end="1710">Kusnandaka Tjatur</strong>, menyampaikan bahwa perjalanan menuju pengakuan UNESCO bukanlah proses singkat. Sejak dirintis pada tahun <strong data-start="1817" data-end="1825">2017</strong>, Geopark Bojonegoro terus berkembang dan kini memasuki fase krusial menjelang target pengajuan UNESCO pada tahun <strong data-start="1939" data-end="1947">2026</strong>.</p>
<p data-start="1950" data-end="2204">“Ini adalah perjalanan panjang kita bersama. Harapannya, seluruh proses yang telah kita lalui sejak 2017 hingga saat ini dapat berbuah manis, sehingga Geopark Bojonegoro mampu menjadi bagian dari kebanggaan Indonesia melalui pengakuan UNESCO,” ungkapnya.</p>
<p data-start="2206" data-end="2459">Saat ini, Geopark Bojonegoro telah memiliki <strong data-start="2250" data-end="2264">21 geosite</strong> yang tersebar di <strong data-start="2282" data-end="2297">7 kecamatan</strong>, dengan kekayaan <strong data-start="2315" data-end="2353">geologi, geokultur, dan geobiologi</strong> yang terus dikembangkan sebagai sarana edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat serta generasi mendatang.</p>
<p data-start="2461" data-end="2740">Selain telah tergabung dalam <strong data-start="2490" data-end="2529">Jaringan Geopark Nasional Indonesia</strong>, Geopark Bojonegoro juga telah ditetapkan sebagai <strong data-start="2580" data-end="2617">Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG)</strong> oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), memperkuat legitimasi dan posisi strategisnya di tingkat nasional.</p>
<p data-start="2742" data-end="2962">Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Bojonegoro, <strong data-start="2794" data-end="2812">Achmad Gunawan</strong>, menegaskan bahwa upaya menuju status UNESCO Global Geopark membutuhkan komitmen jangka panjang, semangat voluntarisme, dan kolaborasi lintas sektor.</p>
<p data-start="2964" data-end="3169">“Memperjuangkan sesuatu yang hasilnya belum kita rasakan hari ini memang tidak mudah. Namun dengan komitmen bersama, kami optimistis Geopark Bojonegoro mampu menghadapi proses penilaian ke depan,” ujarnya.</p>
<p data-start="3171" data-end="3406">Menurutnya, pengembangan Geopark Bojonegoro telah menjadi bagian penting dalam <strong data-start="3250" data-end="3280">RPJMD Kabupaten Bojonegoro</strong>, sehingga keberhasilannya kelak bukan hanya pencapaian pemerintah daerah, melainkan buah dari kerja kolektif berbagai elemen.</p>
<p data-start="3408" data-end="3635">“Jika nanti Geopark Bojonegoro berhasil meraih status UNESCO Global Geopark, maka itu adalah keberhasilan kita bersama—mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku UMKM, sektor pariwisata, hingga masyarakat,” pungkasnya.(Mu)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/menuju-panggung-dunia-geopark-bojonegoro-matangkan-langkah-hadapi-penilaian-unesco/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Taman Galeri Bengawan Terancam Jadi Aset Tidur, Sepi Aktivitas dan Minim Sentuhan Program</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/taman-galeri-bengawan-terancam-jadi-aset-tidur-sepi-aktivitas-dan-minim-sentuhan-program/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/taman-galeri-bengawan-terancam-jadi-aset-tidur-sepi-aktivitas-dan-minim-sentuhan-program/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 04:35:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Bengawan Solo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=2637</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Harapan menjadikan Taman Galeri Bengawan sebagai ruang publik kreatif <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/taman-galeri-bengawan-terancam-jadi-aset-tidur-sepi-aktivitas-dan-minim-sentuhan-program/" title="Taman Galeri Bengawan Terancam Jadi Aset Tidur, Sepi Aktivitas dan Minim Sentuhan Program" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Harapan menjadikan Taman Galeri Bengawan sebagai ruang publik kreatif dan destinasi wisata alternatif di Kabupaten Bojonegoro belum sepenuhnya terwujud. Berada di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, kawasan yang dirancang sebagai pusat edukasi, seni, dan UMKM itu kini tampak lengang dan nyaris tanpa denyut kegiatan.</p>
<div class="flex flex-col text-sm pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" tabindex="-1" data-turn-id="aadd1f9a-6eb8-41f8-aa6c-b53a44603696" data-testid="conversation-turn-46" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="f89bf5f6-40a3-4628-aa03-08faabd52356" data-message-model-slug="gpt-5-2">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light markdown-new-styling">
<p data-start="791" data-end="1215">Pantauan di lokasi menunjukkan taman tersebut lebih sering berfungsi sebagai ruang terbuka biasa ketimbang galeri hidup. Sejumlah fasilitas terlihat jarang digunakan, sementara aktivitas seni dan pameran yang semestinya menjadi ruh utama kawasan ini nyaris tak terlihat. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa aset daerah bernilai besar itu berpotensi menjadi “aset tidur” jika tidak segera dikelola secara optimal.</p>
<p data-start="1217" data-end="1479">Seorang pengunjung, Arif, warga Kecamatan Sumberjo, menilai konsep Taman Galeri Bengawan sebenarnya cukup menarik. Namun menurutnya, faktor jarak dari pusat kota serta kurangnya agenda rutin membuat taman ini belum masuk dalam radar destinasi favorit masyarakat.</p>
<p data-start="1481" data-end="1613">“Kalau tidak ada acara, rasanya kurang alasan untuk datang jauh-jauh ke sini. Padahal tempatnya nyaman,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).</p>
<p data-start="1615" data-end="1932">Kondisi sepinya pengunjung juga dibenarkan oleh petugas loket, Sutiono. Ia menyebut lonjakan pengunjung hanya terjadi pada momen tertentu. Pada perayaan Natal 2025 lalu, jumlah pengunjung sempat menembus sekitar seribu orang. Namun memasuki awal Januari 2026, angka kunjungan turun drastis hingga hanya belasan orang.</p>
<p data-start="1934" data-end="2031">“Sekarang sangat sepi. Kalau tidak ada kegiatan besar, pengunjung bisa dihitung jari,” ungkapnya.</p>
<p data-start="2033" data-end="2343">Padahal, Taman Galeri Bengawan dibangun dengan tujuan strategis sebagai etalase karya seniman lokal sekaligus ruang promosi produk UMKM. Minimnya kegiatan publik dinilai membuat potensi tersebut belum tergarap maksimal. Galeri yang seharusnya dinamis justru lebih sering tertutup, meninggalkan kesan mati suri.</p>
<p data-start="2345" data-end="2626">Sutiono berharap pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pengelolaan taman. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas seni, pelaku UMKM, serta institusi pendidikan dapat menjadi kunci untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut.</p>
<p data-start="2628" data-end="2756">“Kalau ada agenda rutin, pameran, atau kegiatan budaya, taman ini bisa hidup. Sayang kalau hanya jadi bangunan kosong,” katanya.</p>
<p data-start="2758" data-end="3096" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Hingga saat ini, belum terlihat agenda besar yang dijadwalkan untuk menggerakkan kembali aktivitas di Taman Galeri Bengawan. Situasi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah agar pengembangan destinasi wisata tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi juga disertai strategi pengelolaan dan promosi yang berkelanjutan.(Mu)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/taman-galeri-bengawan-terancam-jadi-aset-tidur-sepi-aktivitas-dan-minim-sentuhan-program/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
