<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Desa Ngablak &#8211; Halo Bojonegoro</title>
	<atom:link href="https://halobojonegoro.id/tag/desa-ngablak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://halobojonegoro.id</link>
	<description>Inspiratif dan Terkini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Jul 2026 16:32:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://halobojonegoro.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Desa Ngablak &#8211; Halo Bojonegoro</title>
	<link>https://halobojonegoro.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jembatan BKKD Rp2 Miliar di Ngablak Kembali Diprotes, Hanya Dibuka Tiga Jam Lalu Ditutup Lagi</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/jembatan-bkkd-rp2-miliar-di-ngablak-kembali-diprotes-hanya-dibuka-tiga-jam-lalu-ditutup-lagi/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/jembatan-bkkd-rp2-miliar-di-ngablak-kembali-diprotes-hanya-dibuka-tiga-jam-lalu-ditutup-lagi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2026 06:21:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Ngablak]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Dander]]></category>
		<category><![CDATA[Penutupan Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Protes Warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=4125</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Proyek pembangunan jembatan di Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/jembatan-bkkd-rp2-miliar-di-ngablak-kembali-diprotes-hanya-dibuka-tiga-jam-lalu-ditutup-lagi/" title="Jembatan BKKD Rp2 Miliar di Ngablak Kembali Diprotes, Hanya Dibuka Tiga Jam Lalu Ditutup Lagi" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, <strong data-start="359" data-end="373">BOJONEGORO</strong> – Proyek pembangunan jembatan di Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, kembali menjadi sorotan masyarakat. Jembatan yang dibangun melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 tersebut kembali menuai protes setelah hanya sempat difungsikan selama beberapa jam sebelum akhirnya ditutup kembali karena alasan keamanan, Selasa (7/7/2026).</p>
<p data-start="753" data-end="1021">Sejumlah warga mengaku kecewa lantaran jembatan yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas justru belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, pembangunan infrastruktur tersebut menggunakan anggaran yang nilainya mencapai sekitar Rp2 miliar pada tahap pertama.</p>
<p data-start="1023" data-end="1298">Salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, usai pekerjaan konstruksi dinyatakan selesai, jembatan sempat dibuka untuk dilalui masyarakat. Namun, tidak lama kemudian akses kembali ditutup karena adanya pertimbangan terkait kondisi keamanan konstruksi.</p>
<p data-start="1300" data-end="1464">&#8220;Setelah selesai hanya dibuka sekitar tiga jam. Setelah itu langsung ditutup lagi karena alasan keamanan. Sampai sekarang juga masih belum bisa digunakan,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-start="1466" data-end="1735">Menurut warga, keputusan menutup kembali jembatan menunjukkan masih adanya persoalan teknis yang perlu segera diselesaikan. Mereka khawatir apabila jembatan dipaksakan digunakan sebelum benar-benar dinyatakan layak, justru dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.</p>
<p data-start="1737" data-end="1892">Karena itu, masyarakat memilih menunggu hasil evaluasi dari pihak terkait dibanding mengambil risiko melintasi jembatan yang dinilai belum sepenuhnya aman.</p>
<p data-start="1894" data-end="2142">Selain mempertanyakan aspek keselamatan, warga juga menyoroti belum optimalnya manfaat pembangunan tersebut. Mereka menilai anggaran yang telah dikucurkan seharusnya mampu menghasilkan infrastruktur yang langsung dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.</p>
<p data-start="2144" data-end="2309">&#8220;Kami berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengevaluasi hasil pekerjaannya agar jembatan ini benar-benar aman dan bisa digunakan oleh masyarakat,&#8221; tambahnya.</p>
<p data-start="2311" data-end="2624">Keberadaan jembatan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas warga, baik untuk akses pendidikan, pertanian, maupun kegiatan ekonomi. Selama jembatan belum difungsikan, masyarakat masih harus menggunakan jalur alternatif yang dinilai kurang efisien dan membutuhkan waktu tempuh lebih lama.</p>
<p data-start="2626" data-end="2829">Warga berharap proses evaluasi teknis dapat segera dilakukan secara menyeluruh, termasuk memastikan seluruh komponen konstruksi telah memenuhi standar keamanan sebelum jembatan dibuka kembali untuk umum.</p>
<p data-start="2831" data-end="3233" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Hingga berita ini diterbitkan, <strong data-start="2862" data-end="2885">SuaraBojonegoro.com</strong> masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Pemerintah Desa Ngablak, pihak pelaksana pekerjaan, maupun instansi teknis terkait mengenai alasan penutupan jembatan serta kondisi konstruksi yang menyebabkan akses tersebut belum dapat difungsikan. Apabila terdapat penjelasan resmi, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang.(*red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/jembatan-bkkd-rp2-miliar-di-ngablak-kembali-diprotes-hanya-dibuka-tiga-jam-lalu-ditutup-lagi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jembatan BKKD di Desa Ngablak Diprotes Warga, Sempat Dipasang Spanduk Bernada Kritik</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/jembatan-bkkd-di-desa-ngablak-diprotes-warga-sempat-dipasang-spanduk-bernada-kritik/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/jembatan-bkkd-di-desa-ngablak-diprotes-warga-sempat-dipasang-spanduk-bernada-kritik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2026 05:11:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Ngablak]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Dander]]></category>
		<category><![CDATA[Protes Warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=4119</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Proyek pembangunan jembatan di Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/jembatan-bkkd-di-desa-ngablak-diprotes-warga-sempat-dipasang-spanduk-bernada-kritik/" title="Jembatan BKKD di Desa Ngablak Diprotes Warga, Sempat Dipasang Spanduk Bernada Kritik" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, <strong data-start="359" data-end="373">BOJONEGORO</strong> – Proyek pembangunan jembatan di Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, kembali menjadi sorotan masyarakat. Jembatan yang dibangun menggunakan anggaran Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 tersebut sempat dipasangi spanduk bertuliskan <strong data-start="643" data-end="686">&#8220;Bantuan Korupsi dan Kolusi Untuk Desa&#8221;</strong> pada Selasa (7/7/2026).</p>
<p data-start="712" data-end="994">Spanduk yang dibentangkan tepat di bagian atas jembatan itu menjadi perhatian warga sekitar maupun pengguna jalan yang melintas. Aksi tersebut diduga merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kondisi hasil pembangunan jembatan yang dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan.</p>
<p data-start="996" data-end="1382">Seorang warga Desa Ngablak yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang memasang spanduk tersebut. Namun, ia menyebut substansi protes warga bukan semata terkait pembangunan secara keseluruhan, melainkan lebih kepada aspek keamanan lantai jembatan yang dinilai belum memberikan rasa aman bagi pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.</p>
<p data-start="1384" data-end="1579">&#8220;Saya tidak tahu siapa yang memasang spanduk itu. Yang menjadi keluhan warga sebenarnya kondisi lantai jembatan yang menurut kami masih kurang memenuhi standar keamanan ketika dilewati,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-start="1581" data-end="1748">Menurutnya, masyarakat berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian dari pemerintah desa maupun pihak pelaksana proyek agar tidak membahayakan pengguna jalan.</p>
<p data-start="1750" data-end="1869">Ia juga menyampaikan bahwa spanduk protes tersebut kini telah dilepas setelah adanya pihak-pihak yang datang ke lokasi.</p>
<p data-start="1871" data-end="1988">&#8220;Spanduknya sudah dilepas. Tadi ada beberapa perangkat desa dan juga pihak yang membangun datang ke lokasi,&#8221; katanya.</p>
<p data-start="1990" data-end="2253">Warga mengungkapkan, selama proses pembangunan jembatan berlangsung, aktivitas masyarakat sempat terganggu karena akses utama tidak dapat dilalui. Mereka harus memutar melalui jalur alternatif dengan jarak yang lebih jauh sehingga waktu tempuh menjadi lebih lama.</p>
<p data-start="2255" data-end="2419">Karena itu, setelah pembangunan selesai, masyarakat berharap jembatan dapat benar-benar difungsikan dengan kondisi yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.</p>
<p data-start="2421" data-end="2580">&#8220;Kami berharap segera ada perbaikan jika memang masih ada bagian yang kurang, sehingga masyarakat bisa melintas dengan aman tanpa rasa khawatir,&#8221; ungkap warga.</p>
<p data-start="2582" data-end="2777">Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan jembatan tersebut dibiayai melalui <strong data-start="2666" data-end="2725">Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025</strong> dengan nilai anggaran mencapai <strong data-start="2757" data-end="2776">Rp2.141.007.600</strong>.</p>
<p data-start="2779" data-end="3098">Proyek tersebut diharapkan menjadi salah satu infrastruktur penunjang mobilitas masyarakat Desa Ngablak dan sekitarnya. Namun munculnya keluhan warga menunjukkan masih adanya aspek yang perlu mendapat perhatian agar hasil pembangunan benar-benar memenuhi standar keamanan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.</p>
<p data-start="3100" data-end="3375">Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Pemerintah Desa Ngablak maupun pihak pelaksana proyek terkait keluhan warga, termasuk mengenai kondisi komponen pengunci atau baut pada konstruksi jembatan yang turut menjadi perhatian masyarakat.</p>
<p data-start="3377" data-end="3479" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Redaksi akan memuat tanggapan resmi dari pihak terkait sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang.(*red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/jembatan-bkkd-di-desa-ngablak-diprotes-warga-sempat-dipasang-spanduk-bernada-kritik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inisiasi Vertikultur, Tim PPK Ormawa P2J Unigoro Rangkul Produsen Jamu Desa Ngablak</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/inisiasi-vertikultur-tim-ppk-ormawa-p2j-unigoro-rangkul-produsen-jamu-desa-ngablak/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/inisiasi-vertikultur-tim-ppk-ormawa-p2j-unigoro-rangkul-produsen-jamu-desa-ngablak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2025 17:05:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Ngablak]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[UNIGORO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=1799</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro) mengambil langkah nyata untuk meningkatkan <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/inisiasi-vertikultur-tim-ppk-ormawa-p2j-unigoro-rangkul-produsen-jamu-desa-ngablak/" title="Inisiasi Vertikultur, Tim PPK Ormawa P2J Unigoro Rangkul Produsen Jamu Desa Ngablak" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, <b>BOJONEGORO</b> – Mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro) mengambil langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan produsen jamu tradisional di Desa Ngablak, Bojonegoro. Melalui program PPK Ormawa, mereka berupaya mengubah ekosistem jamu dari skala rumahan menjadi bisnis yang modern, legal, dan berdaya saing tinggi.</p>
<p>Fokus utama program adalah memberdayakan para produsen yang mayoritas masih berskala kecil. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah menggelar <i>workshop branding</i> dan desain kemasan pada 2 Agustus lalu, untuk membuat produk jamu lebih menarik di mata konsumen.</p>
<p>“Kami ingin membantu pemasaran jamu yang masih berskala kecil menjadi berskala besar. Termasuk juga membantu membuat branding kemasan yang lebih baik untuk menarik minat konsumen,” jelas Ketua Tim, Muhammad Edi Prayitno.</p>
<p>Selain itu, tim mahasiswa juga mendampingi para produsen untuk mendapatkan sertifikat produksi pangan industri rumah tangga (SPP-IRT) sebagai jaminan legalitas dan kebersihan produk. Dengan legalitas di tangan dan kemasan yang menarik, diharapkan produk jamu Desa Ngablak dapat menembus pasar yang lebih luas dan meningkatkan pendapatan para perajinnya. (red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/inisiasi-vertikultur-tim-ppk-ormawa-p2j-unigoro-rangkul-produsen-jamu-desa-ngablak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
