Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Sebuah lembaga kemasyarakatan di Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kepedulian sosial yang kuat dengan menyediakan layanan ambulans gratis 0% bagi warga yang tertimpa musibah. Inisiatif kemanusiaan ini telah berjalan selama beberapa tahun dan menjadi harapan baru bagi masyarakat di Kecamatan Ngasem, Kalitidu, Purwosari, serta wilayah sekitarnya.
Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang beragam, keberadaan layanan ambulans tanpa biaya ini menjadi jawaban atas kebutuhan transportasi medis darurat. Koordinator pelayanan, Lek Ri, menegaskan bahwa tujuan utama program tersebut adalah untuk meringankan beban keluarga yang harus membawa pasien ke fasilitas kesehatan. “Kami ingin membantu mengurangi beban keluarga yang mengalami musibah, terutama terkait transportasi ke rumah sakit,” ujarnya kepada awak media transisinews.com, Selasa (19/11).
Layanan ini bukan hanya bergerak atas dasar sukarela, melainkan ditopang oleh kepedulian para donatur. Dukungan tersebut datang dari berbagai wilayah, baik dari dalam kabupaten maupun luar daerah. Para dermawan ini secara rutin memberikan kontribusi agar operasional ambulans terus berjalan tanpa membebankan biaya kepada masyarakat.
Tak hanya itu, para donatur yang mendukung gerakan kemanusiaan ini tergabung dalam sebuah grup yang kini beranggotakan 246 orang. Lek Ri menyebutkan bahwa keberadaan komunitas ini adalah fondasi utama bagi keberlanjutan program. “Dengan menghubungi kami, keluarga tidak perlu khawatir tentang biaya transportasi. Ambulans kami benar-benar gratis 0%,” tegasnya.
Masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi petugas layanan di nomor 085235116409 atas nama Lek Ri. Layanan ini diprioritaskan untuk pasien yang masih dapat duduk selama perjalanan, sementara pasien yang memerlukan penanganan berbaring disarankan menggunakan mobil siaga desa atau fasilitas medis lainnya.
Menurut Lek Ri, kegiatan ini merupakan manifestasi dari nilai-nilai luhur yang mereka pegang, terutama semangat gotong royong yang diwariskan para leluhur. Baginya, pelayanan tanpa pamrih tersebut bukan sekadar program, melainkan panggilan kemanusiaan yang wajib dijaga dan diteruskan.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan layanan yang membawa banyak manfaat ini. “Kami ingin terus melanjutkan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat,” tutupnya. (red)




















Komentar