Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Launching program “Hari Fraksi” yang digagas Fraksi PKB DPRD Bojonegoro, Jumat (1/5/2026), langsung menjadi ruang penyampaian aspirasi publik. Pada agenda perdana tersebut, Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Bojonegoro menyoroti rendahnya serapan program beasiswa daerah yang dinilai masih jauh dari optimal.
Audiensi dipimpin langsung Ketua PC IPNU Bojonegoro, Achmad Nashiruddin, bersama jajaran pengurus. Sementara dari Fraksi PKB DPRD Bojonegoro hadir Ketua Fraksi, Suparno, didampingi anggota Komisi C, Muhammad Rozi.
Dalam forum tersebut, IPNU mengungkapkan bahwa realisasi anggaran beasiswa daerah baru terserap sekitar 35 persen dari total alokasi yang tersedia. Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan, mengingat tingginya kebutuhan mahasiswa terhadap dukungan pembiayaan pendidikan.
Achmad Nashiruddin menyampaikan, rendahnya serapan beasiswa dipengaruhi minimnya sosialisasi program kepada masyarakat, ditambah persyaratan administrasi yang dinilai terlalu ketat. Salah satu kendala utama, kata dia, adalah ketentuan akreditasi program studi minimal B bagi penerima beasiswa.
Menurutnya, syarat tersebut menjadi hambatan serius karena sebagian besar program studi di perguruan tinggi yang ada di Bojonegoro masih berakreditasi C, sehingga banyak mahasiswa lokal tidak memenuhi kriteria meskipun membutuhkan bantuan pendidikan.
Selain isu beasiswa, IPNU juga mengusulkan adanya program pelatihan soft skill bagi lulusan perguruan tinggi. Program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kompetensi, profesionalitas, serta kesiapan generasi muda menghadapi persaingan dunia kerja.
Menanggapi aspirasi tersebut, Muhammad Rozi menyampaikan bahwa Komisi C DPRD Bojonegoro sebelumnya telah melakukan hearing dengan Dinas Pendidikan. Dari pembahasan itu, salah satu rekomendasi yang muncul adalah menghapus syarat akreditasi minimal B dalam regulasi Peraturan Bupati agar akses beasiswa lebih terbuka.
Sementara itu, Suparno menegaskan komitmen Fraksi PKB untuk terus mengawal kebijakan beasiswa agar lebih inklusif, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa Bojonegoro. Pihaknya juga berencana memperkuat sosialisasi program melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan dan elemen masyarakat.
Terkait usulan pelatihan soft skill, Fraksi PKB memastikan akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membahas mekanisme program tersebut, sekaligus mendorongnya masuk dalam agenda resmi legislatif.
Program “Hari Fraksi” ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan lembaga legislatif, sekaligus memperkuat sinergi dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia di Bojonegoro.(red)














Komentar