Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan potensi generasi muda di bidang olahraga otomotif. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Road Race 2026 yang digelar Ikatan Motor Bojonegoro (IMB) di Sirkuit Non-Permanen Alun-Alun Bojonegoro, Minggu (2/8/2026).
Ajang balap motor yang telah menjadi agenda tahunan itu kembali menyedot perhatian pebalap dan pecinta otomotif dari berbagai daerah di Jawa Timur. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai wadah pembinaan atlet balap sekaligus hiburan bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro, Arif Nanang, mengatakan pelaksanaan Road Race 2026 memiliki makna tersendiri karena digelar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, olahraga otomotif tidak hanya menguji kemampuan dan kecepatan para pebalap, tetapi juga membentuk karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta yang akan berlomba. Kami berpesan agar selalu mengutamakan keselamatan selama bertanding serta menjaga sportivitas. Semoga melalui kegiatan seperti ini akan lahir atlet-atlet balap yang mampu mengharumkan nama Bojonegoro maupun Jawa Timur di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Arif Nanang saat membuka kegiatan.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan olahraga yang mampu menjadi ruang pembinaan prestasi bagi generasi muda. Kompetisi yang digelar secara berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit pebalap potensial yang dapat bersaing hingga level nasional.
Arif juga menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Motor Bojonegoro (IMB) selaku penyelenggara, panitia, aparat keamanan, tenaga medis, sponsor, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga Road Race 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Selain pembinaan olahraga, Pemkab Bojonegoro juga melihat penyelenggaraan event tersebut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Ribuan penonton yang memadati area sirkuit turut meningkatkan aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membuka lapak di sekitar lokasi perlombaan.
“Harapan pemerintah, kegiatan ini tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. UMKM di sekitar lokasi dapat merasakan manfaat dari meningkatnya jumlah pengunjung, sehingga olahraga benar-benar memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas otomotif, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga Road Race Bojonegoro semakin berkembang menjadi salah satu agenda balap bergengsi di Jawa Timur.
Pada Road Race 2026, panitia mempertandingkan berbagai kelas yang diikuti pebalap dari beragam usia dan kategori. Mulai dari kelas motor bebek 4 tak 130 cc dan 150 cc kategori standar maupun tune up, bebek 2 tak 116 cc dan 125 cc kategori standar serta tune up, hingga kelas Mini GP yang diperuntukkan bagi pebalap usia 8 hingga 10 tahun.
Keberadaan kelas Mini GP menjadi perhatian tersendiri karena menjadi wadah pembinaan pembalap usia dini. Dengan sistem pembinaan yang berjenjang dan kompetisi yang sehat, diharapkan akan lahir generasi baru pebalap asal Bojonegoro yang mampu bersaing pada berbagai kejuaraan tingkat regional maupun nasional.(Mu)














Komentar