Pemkab Bojonegoro Dorong Pelajar Cerdas Manfaatkan AI Lewat Penguatan Literasi Digital

Generasi muda diajak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis, beretika, dan bertanggung jawab di era kecerdasan buatan

banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengajak generasi muda untuk memanfaatkan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Di tengah pesatnya transformasi digital, pelajar diharapkan memiliki literasi digital yang kuat agar mampu menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di era teknologi.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro, Arif Afandy, saat membuka Program Literasi Digital Cerdas dan Sehat untuk Remaja di Aula SMAN 1 Kalitidu, Selasa (4/8/2026).

banner 336x280

Dalam kesempatan itu, Arif menegaskan bahwa perangkat digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk belajar, berkarya, dan berinovasi, bukan justru menciptakan ketergantungan yang berlebihan.

“Kini kita memasuki era AI yang membuka akses informasi dan peluang tanpa batas. AI bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat jika digunakan dengan baik, tetapi juga dapat menimbulkan masalah apabila dimanfaatkan tanpa rasa tanggung jawab,” ujarnya.

Arif mengingatkan bahwa lahir di era digital bukan jaminan seseorang memiliki kemampuan berpikir kritis. Menurutnya, karakter, integritas, dan nilai moral tetap menjadi fondasi utama dalam menyaring informasi serta menggunakan teknologi secara positif.

“Dunia berkembang sangat cepat. Jangan sampai kecerdasan manusia dikalahkan oleh kecerdasan ponsel pintar. AI tidak bisa menggantikan integritas dan nilai moral manusia. Cara kita menggunakan teknologi hari ini akan menentukan masa depan kita,” tegasnya.

Ia menjelaskan, terdapat empat pilar utama literasi digital yang perlu dimiliki generasi muda, yakni kecakapan digital, keamanan digital, etika digital, dan budaya digital. Keempat aspek tersebut dinilai penting agar pelajar mampu memanfaatkan teknologi secara aman, produktif, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, perwakilan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Almaliki Ukay Sukaya Subqy, mengatakan program literasi digital merupakan hasil kolaborasi antara EMCL, SKK Migas, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, serta berbagai pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris.

Program yang telah berjalan sejak 2025 itu, lanjut Malik, dirancang untuk membekali pelajar dengan kemampuan memanfaatkan teknologi sekaligus mendorong lahirnya inovasi dari generasi muda.

“Hari ini kami mengumpulkan peserta dari wilayah Bojonegoro bagian barat, kemudian besok dilanjutkan untuk wilayah timur. Harapannya, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menghasilkan karya nyata yang bermanfaat,” jelasnya.

Kepala SMAN 1 Kalitidu, Ninis Aris Wibawati, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Teknologi dapat menjadi berkah apabila digunakan secara bijak, tetapi juga dapat menjadi ancaman jika disalahgunakan. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan menerapkan literasi digital dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Bojonegoro berharap pelajar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi generasi yang kreatif, inovatif, dan memiliki etika dalam memanfaatkan kecerdasan buatan. Penguatan literasi digital dinilai menjadi salah satu bekal penting untuk mencetak sumber daya manusia yang siap bersaing di era transformasi digital.(red)

banner 336x280

Komentar