Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Bukan sekadar pameran karya, Seminar Religi (Riset dan Teknologi) yang digelar SMP MBS Al Amin Bojonegoro di Aula Simponi pada Sabtu, 19 September 2026 menjadi bukti nyata bagaimana kualitas pembelajaran di sekolah ini dirancang untuk membangun budaya riset sejak bangku SMP.
Mengusung tema “Young Technopreneur Showcase: Creative Students Taking Concrete Action Toward The Era of Innovation”, acara ini menampilkan hasil riset dan karya teknologi siswa kelas 7, 8, dan 9. Bagi orang tua yang sedang mencari sekolah lanjutan terbaik untuk putra-putrinya, agenda rutin ini menjadi gambaran jelas tentang apa yang akan didapatkan santri selama menimba ilmu di MBS Al Amin Bojonegoro.
Kepala SMP MBS Al Amin Bojonegoro, Ust. Miftachul Afif Abduh, M.Pd., menegaskan bahwa presentasi religi kali ini merupakan yang keempat kalinya digelar. Menurutnya, ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bukti nyata bahwa para santri mampu melahirkan gagasan inovatif dan karya ilmiah yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Hari ini kita menyaksikan presentasi program riset dan teknologi santri SMP MBS Al Amin Bojonegoro. Ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bukti nyata bahwa para santri mampu melahirkan gagasan inovatif dan karya ilmiah yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program ini menjadi sarana untuk menumbuhkan budaya berpikir kritis, meneliti dengan teliti, serta menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
“Semangat riset ini tidak boleh berhenti hanya pada presentasi hari ini, tetapi harus menjadi budaya belajar yang terus hidup di lingkungan sekolah dan pondok. Mari kita dukung bersama langkah para santri kita agar terus berprestasi dan memberi manfaat bagi masyarakat,” harapnya.
Yang membedakan pembelajaran di SMP MBS Al Amin Bojonegoro adalah pendekatan riset yang terstruktur. Sejak duduk di kelas 7, santri tidak hanya diajarkan teori di dalam kelas, tetapi langsung dilatih untuk mengamati masalah, mencari solusi, dan menuangkannya dalam sebuah karya nyata. Kemampuan ini terus diasah hingga kelas 9, sehingga tercipta pola pikir kritis dan ilmiah yang menjadi bekal berharga di jenjang pendidikan selanjutnya.
Setiap proyek yang dipamerkan dalam seminar ini merupakan hasil bimbingan intensif dari guru-guru yang kompeten serta pendampingan langsung dari Dewan Pakar MBS Al Amin Bojonegoro. Artinya, santri tidak dibiarkan berjalan sendiri. Mereka mendapat arahan metodologis, masukan konstruktif, dan bimbingan teknis hingga karya mereka layak dipresentasikan di hadapan publik.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran guru SMP MBS Al Amin Bojonegoro, Badan Pengurus Pesantren (BPP), Dewan Pakar, dan Komite Sekolah. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan wujud komitmen bersama dalam membangun ekosistem pembelajaran yang mendukung tumbuhnya generasi inovatif.
Bagi para orang tua yang menginginkan putra-putrinya tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga unggul dalam sains dan teknologi, SMP MBS Al Amin Bojonegoro menawarkan jawabannya. Melalui program riset yang terstruktur, pendampingan guru yang kompeten, serta dukungan dewan pakar, sekolah ini membuktikan bahwa kualitas pembelajaran bukan sekadar janji, melainkan aksi nyata yang bisa disaksikan langsung hasilnya.
Seminar Young Technopreneur Showcase ini menjadi jendela bagi masyarakat luas untuk melihat bagaimana santri MBS Al Amin Bojonegoro ditempa menjadi pribadi yang kreatif, kritis, dan siap berkontribusi di era inovasi. Sebuah bukti bahwa pendidikan berkualitas berbasis religi dan teknologi bukanlah mimpi, melainkan kenyataan yang terus dirawat di Bojonegoro. (s.to/red)














Komentar