Asesmen UNESCO Geopark Bojonegoro Tuntas, Pemkab Siapkan Tindak Lanjut Rekomendasi Asesor

Evaluasi lapangan resmi berakhir setelah lima hari. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis potensi geologi, budaya, dan pemberdayaan masyarakat menjadi modal menuju pengakuan UNESCO Global Geopark.

banner 468x60

Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Proses asesmen lapangan Aspiring UNESCO Global Geopark (aUGGp) di Kabupaten Bojonegoro resmi berakhir pada Jumat (31/7/2026). Penutupan kegiatan yang berlangsung di Gedung Putih Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menandai selesainya rangkaian evaluasi lapangan oleh tim asesor UNESCO terhadap kesiapan Geopark Bojonegoro menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi kepada dua asesor UNESCO, Andreas Josef Schuller dari Jerman dan Li Yue dari Tiongkok, yang telah melakukan penilaian sekaligus memberikan berbagai masukan selama proses asesmen berlangsung.

banner 336x280

Menurutnya, seluruh rekomendasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan Geopark Bojonegoro agar selaras dengan standar UNESCO.

“Masukan dari tim asesor menjadi bekal penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola Geopark Bojonegoro. Tujuan utamanya adalah menjaga warisan geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati agar memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Setyo Wahono.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pengembangan Geopark Bojonegoro, mulai dari Badan Pengelola Geopark, Tim Geopark Jawa Timur, organisasi perangkat daerah, akademisi, komunitas, hingga berbagai mitra yang terlibat selama tahapan asesmen.

Sementara itu, asesor UNESCO Andreas Josef Schuller menilai Bojonegoro memiliki potensi yang besar untuk berkembang sebagai kawasan geopark berkelas dunia. Menurutnya, kekayaan geologi, bentang alam, budaya lokal, aspek pendidikan, hingga keberadaan komunitas Samin menjadi keunggulan yang membedakan Bojonegoro dengan kawasan lain.

Ia menegaskan bahwa tidak ada geopark yang sepenuhnya sempurna. Oleh karena itu, berbagai catatan yang diberikan selama evaluasi merupakan masukan konstruktif agar pengelolaan kawasan dapat terus disempurnakan.

“Setiap geopark selalu memiliki ruang untuk berkembang. Seluruh rekomendasi yang kami sampaikan bertujuan memperkuat kualitas pengelolaan kawasan,” ungkap Andreas.

Usai menyelesaikan asesmen lapangan, tim evaluator UNESCO akan menyusun laporan hasil penilaian secara objektif. Laporan tersebut nantinya menjadi salah satu bahan pertimbangan UNESCO dalam menentukan status Geopark Bojonegoro sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pun menyatakan optimistis seluruh upaya yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir mampu memperkuat peluang daerah tersebut memperoleh pengakuan internasional.

Apabila berhasil meraih status UNESCO Global Geopark, Bojonegoro tidak hanya akan memperoleh pengakuan atas kekayaan geologi dan budayanya, tetapi juga berpeluang meningkatkan daya saing pariwisata, memperkuat ekonomi masyarakat berbasis geowisata, serta memperluas jejaring kerja sama internasional dalam pengelolaan kawasan yang berkelanjutan.(red)

banner 336x280

Komentar