Bojonegoro Siapkan Agen Perubahan, Pejabat Administrator Digembleng Jadi Pemimpin Inovatif

Melalui Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan III Tahun 2026, pejabat eselon III didorong melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan layanan publik.

banner 468x60

Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Transformasi birokrasi tidak cukup hanya mengandalkan regulasi dan sistem kerja baru. Dibutuhkan pemimpin yang mampu menghadirkan perubahan nyata di lingkungan organisasi. Semangat itulah yang menjadi fokus Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III Tahun 2026 yang diikuti pejabat administrator Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa pelatihan kepemimpinan bukan sekadar agenda pengembangan kompetensi aparatur, melainkan bagian dari upaya mencetak agen perubahan yang mampu menjawab tantangan pemerintahan modern.

banner 336x280

Dan Manajerial BPSDM Jawa Timur, Sri Rahayu Ningsih, menyampaikan bahwa pelatihan yang dilaksanakan di bawah pembinaan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) tersebut dirancang untuk menghasilkan pemimpin birokrasi yang memiliki kapasitas inovatif serta mampu mendorong perubahan di instansi masing-masing.

“Momentum ini penting untuk menghadirkan pemimpin perubahan di lingkungan birokrasi, khususnya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya saat membuka PKA Angkatan III Tahun 2026, Rabu (10/6/2026).

Menurut Sri Rahayu, tantangan birokrasi saat ini menuntut aparatur tidak hanya memahami aspek administratif, tetapi juga mampu menghadirkan solusi kreatif terhadap berbagai persoalan pelayanan publik. Karena itu, setiap peserta diharapkan mampu menghasilkan gagasan dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi organisasi maupun masyarakat.

Ia menekankan bahwa hasil pembelajaran selama pelatihan harus mampu diterjemahkan menjadi program atau kebijakan yang meningkatkan efektivitas kinerja pemerintahan.

“Produk pembelajaran yang dihasilkan tidak sekadar memenuhi kewajiban pelatihan, tetapi menjadi kontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat,” katanya.

Pembukaan pelatihan ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono kepada perwakilan peserta. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya proses penguatan kapasitas kepemimpinan bagi para pejabat administrator yang akan menjadi motor penggerak organisasi perangkat daerah.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap lahir pejabat-pejabat administrator yang memiliki kemampuan manajerial yang kuat, kepemimpinan yang visioner, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis.

Penguatan kompetensi tersebut dinilai penting untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Di tengah tuntutan percepatan reformasi birokrasi, keberadaan pemimpin yang inovatif menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan daerah.

Dengan dimulainya Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan III Tahun 2026, harapan besar pun disematkan kepada para peserta untuk menghadirkan terobosan-terobosan baru yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat daya saing birokrasi Kabupaten Bojonegoro di masa mendatang.(*red)

banner 336x280

Komentar