Bulog Bojonegoro Gelontorkan 200 Ribu Liter Minyakita, Harga Dijaga Jelang Ramadan

Distribusi langsung ke pedagang pasar tradisional dilakukan untuk menekan harga dan memastikan Minyakita dijual sesuai HET di Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban

banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah terus diperkuat. Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro mulai menyalurkan Minyakita dalam jumlah besar ke pasar-pasar tradisional sebagai langkah konkret menekan gejolak harga dan memastikan ketersediaan pasokan di tingkat konsumen.

Tak tanggung-tanggung, total Minyakita yang digelontorkan Bulog Bojonegoro mencapai 200 ribu liter. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan pola distribusi langsung kepada pedagang dan pengecer pasar tradisional, guna memangkas rantai distribusi yang selama ini kerap memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

banner 336x280

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro, Ferdian Darma Atmaja, menjelaskan bahwa strategi distribusi langsung ini dirancang agar Minyakita benar-benar sampai ke masyarakat dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. Wilayah sasaran distribusi mencakup Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban, yang menjadi wilayah kerja Bulog Bojonegoro.

“Total alokasi Minyakita yang kami siapkan sebanyak 200 ribu liter. Hingga saat ini, realisasi penyaluran sudah mencapai 27 ribu liter, dengan sekitar 19 ribu liter di antaranya disalurkan di Kabupaten Bojonegoro,” ujar Ferdian, Rabu (28/1/2026).

Ia menegaskan, penyaluran Minyakita diprioritaskan kepada pedagang pasar tradisional yang telah terdata dan direkomendasikan oleh dinas terkait. Kebijakan ini ditempuh untuk memastikan distribusi tepat sasaran, sekaligus mencegah praktik penimbunan maupun permainan harga di lapangan.

Dalam skema tersebut, Bulog menetapkan harga jual Minyakita ke pedagang sebesar Rp14.500 per liter. Dengan harga tersebut, pedagang masih memiliki ruang margin yang wajar sehingga dapat menjual Minyakita ke konsumen akhir sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.

“Dengan pola ini, kami ingin pedagang tidak dirugikan, tetapi konsumen juga terlindungi. Harga tetap terjangkau dan pasokan terjamin,” jelas Ferdian.

Selain fokus pada distribusi, Bulog Bojonegoro juga aktif melakukan edukasi kepada para pedagang agar mematuhi ketentuan HET. Menurut Ferdian, kepatuhan pedagang menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga, terutama menjelang periode meningkatnya kebutuhan masyarakat seperti Ramadan dan Idul Fitri.

Untuk menjamin akuntabilitas penyaluran, Bulog memberlakukan sejumlah persyaratan bagi pedagang yang ingin memperoleh pasokan Minyakita. Pedagang diwajibkan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Nomor Induk Berusaha (NIB), serta menandatangani pakta integritas sebagai komitmen menjual Minyakita sesuai HET.

Tak hanya itu, pedagang juga diwajibkan mengisi aplikasi Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH). Aplikasi ini berfungsi sebagai alat monitoring distribusi, sehingga pemerintah dapat memantau pergerakan Minyakita dari hulu hingga hilir serta menjamin kesinambungan pasokan dari supplier resmi.

Bulog menargetkan seluruh alokasi 200 ribu liter Minyakita tersebut rampung disalurkan paling lambat Februari 2026. Langkah ini diproyeksikan menjadi salah satu instrumen penting dalam menekan inflasi daerah dan menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan bahan pokok.

Dengan penguatan distribusi dan pengawasan harga ini, Bulog berharap Minyakita tetap mudah diakses masyarakat dengan harga wajar, sekaligus memberikan kepastian bagi pedagang pasar tradisional dalam menjalankan aktivitas usahanya.(Mu)

banner 336x280

Komentar