Halobojonegoro.id, Bojonegoro – menjadi hari bersejarah bagi Kabupaten Bojonegoro. Bukan karena penemuan sumur minyak baru, melainkan karena peluncuran sebuah inisiatif yang digadang-gadang akan melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi: Program Pengembangan Potensi Olahraga. Bertempat di Lapangan Sepak Bola Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, program ini secara resmi dibuka oleh Bupati Setyo Wahono (16/7/2025) .
Program ambisius ini dirancang khusus untuk membina talenta olahraga sejak usia dini, menyasar pelajar Bojonegoro dengan fokus pada tiga cabang unggulan: sepak bola, voli, dan bulutangkis. Namun, inisiatif ini bukan sekadar pelatihan teknis. Bupati Setyo Wahono menekankan bahwa program ini juga bertujuan membentuk karakter pelajar yang tangguh, sportif, dan bersemangat juang tinggi.
Selama empat bulan ke depan, para peserta akan disibukkan dengan pelatihan rutin, kompetisi olahraga antar pelajar yang memacu adrenalin, hingga pelatihan khusus bagi para pelatih muda bulutangkis. Ini adalah upaya holistik untuk membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan di Bojonegoro.
Yang menarik, program ini lahir dari sinergi apik antara sektor publik dan swasta. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tidak sendirian. Mereka didukung penuh oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator ladang Migas Banyu Urip, Blok Cepu, yang menggandeng Ademos sebagai mitra pelaksana.
Bupati Setyo Wahono, yang akrab disapa Mas Wahono, menegaskan pentingnya kolaborasi ini dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. “Pengembangan SDM menjadi salah satu program prioritas kami. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia tak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Sektor swasta dan masyarakat sipil memegang peran penting,” tegas putra Desa Dolokgede ini.
Tezhart Elvandiar, External Engagement & Socioeconomic Manager EMCL, juga menambahkan bahwa dukungan EMCL terhadap program ini adalah bentuk kontribusi dalam menumbuhkan semangat positif dan membuka ruang bagi talenta-talenta muda Bojonegoro untuk berkembang. “Kami percaya bahwa olahraga adalah medium yang kuat untuk membangun karakter generasi muda dan mempererat solidaritas sosial,” ujarnya.
A. Shodiqurrosyad, Ketua Ademos, menjelaskan bahwa sebagai lembaga pelaksana, Ademos berkomitmen menghadirkan desain program yang holistik. “Kami ingin membangun embrio ekosistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan di Bojonegoro. Itu sebabnya kami menyelenggarakan kompetisi olahraga antar pelajar… serta mengadakan pelatihan bagi para pelatih muda agar kualitas pembinaan terus meningkat,” jelasnya.
Peluncuran program ini tak hanya seremonial. Acara ini juga dirangkaikan dengan Klinik Pelatihan (Coaching Clinic) Sepak Bola dan pertandingan persahabatan (Fun Match) antara tim Pemkab Football Family dan EMCL. Dyah Sulis Setyowati, salah satu pemain muda dari SSB PS Gagak Rimang Putri yang ikut dalam coaching clinic, mengungkapkan kegembiraannya. “Saya senang bisa ikut serta dalam pelatihan yang lebih terstruktur dan profesional… Kami jadi lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus berlatih,” ungkapnya penuh semangat.
Momen peluncuran ditandai dengan pelepasan balon oleh Bupati Setyo Wahono, disaksikan oleh Kepala Desa Mojodelik Hj. Yuntik Rahayu, perangkat desa, Camat, tokoh masyarakat, dan seluruh pihak terkait. Ini adalah langkah awal Bojonegoro untuk mencetak atlet-atlet berprestasi, membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menciptakan masa depan yang lebih sehat, dinamis, dan berdaya saing. (red)




















Komentar