Dari Desa ke Panggung Nasional: Produk Kreatif Bojonegoro Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Lokal

Berita Utama, Ekonomi562 Dilihat
banner 468x60

Halobojonegoro.id, Balikpapan — Di tengah riuhnya peringatan Hari Ulang Tahun ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Balikpapan, Kabupaten Bojonegoro tampil tak sekadar sebagai peserta pameran. Dengan membawa batik khas Jonegoroan, tas etnik, rajutan kreatif, dan kerajinan kayu jati, Bojonegoro hadir sebagai diplomat budaya, memperkenalkan wajah baru desa kreatif, percaya diri, dan siap bersaing secara nasional.

Berlangsung di Balikpapan Sport Convention Center (BSCC) Dome, pameran nasional ini menjadi ajang unjuk gigi daerah-daerah se-Indonesia. Namun yang membedakan Bojonegoro adalah cara mereka menyampaikan narasi: dari produk, terpancar kisah lokal, identitas desa, dan daya tahan UMKM dalam menghadapi tantangan zaman.

banner 336x280

“Kami tidak sekadar membawa barang dagangan. Kami membawa semangat desa yang tak kalah berkelas,” ungkap Cantika Wahono, Ketua Dekranasda Bojonegoro, usai mengikuti pembukaan acara pada Rabu (9/7/2025).

Keunikan produk Bojonegoro tak hanya menarik perhatian pengunjung umum, tapi juga memikat tokoh-tokoh penting. Ibu Arumi Bachsin, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, secara langsung mengapresiasi kelembutan dan kualitas batik Bojonegoro.

“Halus, elegan, dan terjangkau produk Bojonegoro punya karakter yang kuat,” ujarnya sambil memperlihatkan salah satu kain yang dibelinya.

Lebih dari sekadar transaksi, interaksi di stand Bojonegoro menjadi pertukaran nilai dan identitas. Setiap produk adalah cerminan tangan terampil warga desa yang kini menjadi pelaku utama ekonomi kreatif.

Ketua Dekranas Pusat, Selvi Gibran Rakabuming, dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya penguatan pasar dalam negeri sebelum menembus global. “Produk lokal seperti dari Bojonegoro inilah yang harus kita dorong untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tegasnya.

Dengan kunjungan dari berbagai perwakilan Dekranasda dari Bali hingga Bengkulu Bojonegoro menunjukkan bahwa desa bukan lagi penonton dalam percaturan ekonomi nasional. Mereka tampil sebagai pemain yang membawa kualitas, cerita, dan daya saing.

Antusiasme pengunjung di stand Bojonegoro menjadi sinyal bahwa kini mulai mendapat tempat yang layak. Dan lebih dari itu, Bojonegoro membuktikan bahwa inovasi tidak hanya lahir di kota-kota besar. Ia tumbuh juga di desa, bersama semangat dan kearifan lokal.(red)

banner 336x280

Komentar