Dilantik di Kayangan Api, Ratusan ASN Bojonegoro Diingatkan: Jabatan Bukan Seremonial, Kinerja Jadi Ukuran

Bupati Setyo Wahono tegaskan rotasi-mutasi ASN sebagai langkah strategis mempercepat pelayanan publik dan reformasi birokrasi di Bojonegoro

banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali mengirim pesan tegas kepada jajaran aparatur sipil negara (ASN): jabatan adalah amanah yang menuntut kinerja nyata, bukan sekadar simbol kekuasaan. Pesan itu disampaikan secara lugas dalam prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah ratusan ASN yang digelar di kawasan wisata Kayangan Api, Kecamatan Ngasem, Rabu (28/1/2026).

Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono tersebut menjadi bagian dari langkah penyegaran birokrasi yang secara rutin dilakukan pemerintah daerah. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Nurul Azizah, Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar, Sekretaris Daerah Edi Susanto, serta sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD).

banner 336x280

Rotasi dan mutasi kali ini mencakup berbagai jenjang jabatan, mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, hingga pejabat fungsional tertentu. Menurut Bupati Wahono, kebijakan tersebut dirancang untuk memastikan mesin pemerintahan daerah tetap bergerak dinamis dan adaptif terhadap tantangan pelayanan publik.

“Pelantikan hari ini bukan sekadar formalitas. Lebih dari dua ratus ASN yang dilantik harus mampu menunjukkan perubahan kinerja yang nyata. Ini bagian dari upaya perbaikan dan penguatan tata kelola pemerintahan di Bojonegoro,” tegas Setyo Wahono dalam sambutannya.

Pemilihan lokasi pelantikan di Kayangan Api juga bukan tanpa makna. Situs api abadi yang menjadi salah satu ikon wisata dan kebanggaan Bojonegoro itu sengaja dipilih sebagai simbol semangat pengabdian yang tidak pernah padam. Bupati berharap nilai filosofis tersebut dapat tertanam dalam diri para ASN yang baru mengemban jabatan.

Selain sarat pesan moral, pelantikan di kawasan Kayangan Api juga sejalan dengan komitmen Pemkab Bojonegoro dalam mendukung pengembangan Geopark Nasional. Pemerintah daerah terus mendorong agar kawasan ini mendapat pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark, sehingga mampu mengangkat citra Bojonegoro di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Wahono menegaskan bahwa seluruh proses mutasi dan rotasi telah dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia juga menekankan bahwa evaluasi kinerja akan dilakukan secara berkelanjutan tanpa pandang bulu.

“Kami tidak akan ragu melakukan evaluasi. Jika ada pejabat yang tidak mampu memenuhi standar pelayanan dan kinerja, tentu akan ada konsekuensi. Pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas utama,” ujarnya.

Lebih lanjut, para ASN yang baru dilantik diminta segera beradaptasi di lingkungan kerja masing-masing. Wahono menegaskan bahwa percepatan pelayanan publik hanya bisa terwujud apabila setiap aparatur bekerja profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pelantikan massal ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi birokrasi sekaligus penegasan arah kebijakan Pemkab Bojonegoro dalam membangun pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berpihak pada kebutuhan warga.(Mu)

banner 336x280

Komentar