Dishub Bojonegoro Siapkan Langkah Tegas, Jukir Liar Dinilai Cemari Kenyamanan CFD

Evaluasi jam pengamanan hingga rencana MoU lintas instansi disiapkan untuk menutup celah pungutan liar

Bojonegoro, Peristiwa973 Dilihat
banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Maraknya praktik juru parkir liar saat pelaksanaan (CFD) di kawasan Alun-alun Bojonegoro kembali menjadi sorotan. Aktivitas pungutan parkir ilegal yang muncul di luar jam pengamanan resmi dinilai berpotensi merusak kenyamanan ruang publik yang seharusnya ramah bagi masyarakat.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk melakukan penertiban menyeluruh guna menutup celah munculnya jukir liar. Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Bojonegoro, Bambang Loemawan, menyebutkan bahwa jam kerja petugas parkir dan pengamanan CFD telah diatur secara jelas dalam Peraturan Bupati.

banner 336x280

“Jam kerja resmi petugas dimulai pukul 05.00 hingga 08.00 WIB. Namun, kami masih memberikan toleransi pengamanan sampai pukul 09.00 WIB sebagai langkah antisipasi,” ujar Bambang. Ia mengungkapkan, praktik jukir liar umumnya muncul setelah petugas resmi meninggalkan lokasi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dishub Bojonegoro tengah menyiapkan evaluasi menyeluruh, termasuk penambahan personel di titik-titik yang rawan terjadi pungutan liar. Selain itu, koordinasi lintas sektor akan diperkuat agar pengawasan dapat berjalan lebih efektif.

Dishub juga merencanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan sejumlah instansi terkait. Kerja sama ini tidak hanya menyasar penataan parkir, tetapi juga penertiban pedagang serta pengawasan aktivitas masyarakat yang berlangsung di luar jam CFD.

Bambang turut mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang parkir kepada jukir liar maupun petugas resmi Dishub. Pasalnya, kendaraan dengan pelat nomor S (Bojonegoro) tidak dikenakan biaya parkir selama CFD berlangsung.

“Sementara untuk kendaraan berpelat luar daerah, pembayaran parkir dilakukan secara non-tunai melalui sistem QRIS yang telah disiapkan oleh Dishub,” tegasnya.

Melalui langkah evaluatif dan penguatan pengawasan tersebut, Dishub Bojonegoro berharap pelaksanaan Car Free Day ke depan dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman. Dukungan serta kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga CFD sebagai ruang publik yang bebas dari praktik pungutan liar.(Mu)

banner 336x280

Komentar