Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – 21 Juli 2025 – Suasana duka menyelimuti Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, setelah seorang pemuda berusia 19 tahun berinisial AWS dilaporkan menghilang secara misterius. Diduga kuat akibat tekanan emosional setelah kalah dalam taruhan bola voli, AWS nekat mengakhiri hidupnya dengan menceburkan diri ke Sungai Bandar, Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, pada Senin siang.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, AWS terakhir terlihat sekitar pukul 09.00 WIB di sekitar jembatan. Namun, sejak pukul 15.00 WIB, ia tak lagi tampak. Hanya sepeda motornya yang terparkir sepi di lokasi, dengan ponsel pribadinya yang tergeletak di dashboard—menyimpan sebuah pesan perpisahan yang pilu.
“Katanya kalah taruhan voli,” ujar seorang warga, mengindikasikan beban berat yang mungkin dirasakan AWS.
Pesan terakhir yang ditinggalkan AWS di ponselnya menjadi petunjuk yang mengiris hati. Di dalamnya, ia menyiratkan permintaan maaf yang mendalam kepada kedua orang tua dan kakaknya, serta menitipkan pesan agar adik dan orang tuanya dijaga. “Korban meninggalkan pesan untuk menjaga keluarganya,” ungkap salah satu sumber yang mengetahui isi pesan tersebut. Pesan ini bukan hanya menguatkan dugaan bunuh diri, tetapi juga menyoroti betapa besar rasa bersalah dan keputusasaan yang mungkin membebani pikirannya.
AWS diketahui mengenakan kaos hitam dan celana panjang jins hitam dengan rambut lurus berwarna hitam saat terakhir terlihat. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, berpacu dengan waktu untuk menemukan AWS.
Keluarga dan warga sekitar tak henti-hentinya memanjatkan doa, berharap AWS dapat segera ditemukan dalam kondisi apa pun. “Sampai saat ini masih dalam pencarian,” pungkas warga lain dengan nada penuh harap. Peristiwa tragis ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya dukungan mental dan keluarga dalam menghadapi tekanan hidup, terutama bagi generasi muda yang rentan terhadap dampak kekalahan atau kegagalan.(red)




















Komentar