Donasi Kemanusiaan Jadi Ujian Awal Akuntabilitas LAZISNU Bojonegoro

Pengurus baru LAZISNU PCNU Bojonegoro langsung diuji melalui penyaluran amanah publik untuk korban bencana Sumatera dan Aceh

banner 468x60

Halobojonegoro.id, Surabaya – Mengawali masa khidmat kepengurusan yang baru, NU Care-LAZISNU PCNU Kabupaten Bojonegoro memilih langkah konkret dengan menyalurkan amanah kemanusiaan masyarakat. Melalui kunjungan silaturahmi ke kantor NU Care-LAZISNU PWNU Jawa Timur, Rabu (14/1/2026), pengurus harian menegaskan komitmen akuntabilitas sejak hari pertama kepemimpinan mereka.

Dipimpin Ketua LAZISNU PCNU Bojonegoro, Eko Arief Cahyono, rombongan pengurus menyerahkan donasi sebesar Rp26.427.000 untuk membantu warga terdampak bencana alam di Sumatera dan Aceh. Donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana masyarakat Bojonegoro yang dihimpun melalui jaringan NU Care-LAZISNU di tingkat akar rumput.

banner 336x280

Penyerahan dana secara simbolis kepada Ketua LAZISNU PWNU Jawa Timur, H. A. Afif Amrullah, tidak sekadar menjadi seremoni silaturahmi. Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) menuntut transparansi dan tata kelola yang profesional, terlebih di awal masa kepengurusan.

“Kami membawa amanah masyarakat Bojonegoro. Karena itu, sejak awal kami ingin memastikan bahwa penyalurannya dilakukan melalui mekanisme yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Eko Arief Cahyono.

Ia menambahkan, kunjungan ke tingkat wilayah menjadi ruang pembelajaran sekaligus konsultasi bagi pengurus baru agar pengelolaan ZIS di Bojonegoro berjalan seiring dengan standar tata kelola yang diterapkan LAZISNU Jawa Timur. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik yang menjadi fondasi utama lembaga filantropi.

Ketua LAZISNU PWNU Jawa Timur, H. A. Afif Amrullah, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, donasi yang diserahkan bukan semata soal nominal, melainkan cerminan kepercayaan masyarakat yang harus dijaga melalui kerja nyata dan pelaporan yang jelas.

“Ini adalah amanah besar dari masyarakat. Tugas kita memastikan dana tersebut tepat sasaran dan segera dirasakan manfaatnya oleh saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh,” tegasnya.

Pertemuan ini menjadi penanda awal bahwa pengurus baru LAZISNU Bojonegoro tidak hanya dituntut aktif dalam penggalangan dana, tetapi juga konsisten dalam membangun sistem pengelolaan yang kredibel. Ke depan, sinergi antara cabang dan wilayah diharapkan mampu memperkuat peran LAZISNU sebagai lembaga filantropi yang dipercaya publik, baik dalam respon kebencanaan maupun program pemberdayaan umat berkelanjutan.(*/red)

banner 336x280

Komentar