Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Bagi para petani di Kabupaten Bojonegoro, musim kemarau kerap menjadi masa penuh kekhawatiran. Lahan yang mengering dan aliran irigasi yang tersendat sering kali berujung pada penurunan hasil panen. Namun tahun ini, ada secercah harapan baru: Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas PU Sumber Daya Air tengah mengebut pembangunan tujuh embung baru dan empat proyek normalisasi embung.
Lebih dari sekadar infrastruktur, embung-embung ini dipandang sebagai “penolong” bagi ribuan petani. Dengan progres pembangunan yang telah mencapai rata-rata 67 persen, sebagian petani di desa-desa terdampak sudah mulai optimistis menghadapi musim tanam mendatang.
“Kalau air tersedia, kami tidak takut lagi gagal panen. Embung ini seperti tabungan air yang bisa kami andalkan saat kemarau panjang,” ungkap seorang petani di Kecamatan Ngasem.
Selain menjaga ketersediaan air, embung juga diharapkan memberi manfaat ganda: mengurangi risiko konflik antarpetani akibat rebutan air, menjaga ekosistem sekitar, hingga membuka peluang usaha perikanan air tawar bagi warga desa.
Langkah strategis Pemkab Bojonegoro ini dinilai penting di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata. Dengan memperkuat ketahanan air, Bojonegoro berupaya memastikan ketahanan pangan daerah tetap terjaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan. (Be)




















Komentar