Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Gerakan bersih lingkungan berbasis kolaborasi lintas lembaga digelar serentak di wilayah Kabupaten Bojonegoro melalui aksi korve massal yang dipusatkan di kawasan Taman Bengawan Solo, Jumat pagi. Kegiatan ini menjadi wujud konkret sinergi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama jajaran pemerintah daerah dalam memperkuat budaya gotong royong sekaligus menjaga kualitas ruang publik.
Agenda diawali dengan apel bertema Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digelar di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sekitar pukul 06.30 WIB. Apel diikuti unsur pimpinan daerah, organisasi perangkat daerah, personel TNI-Polri, hingga pejabat struktural lintas instansi.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dalam arahannya menegaskan bahwa kerja bakti serentak tersebut bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan bagian dari gerakan perubahan perilaku kolektif dalam merawat lingkungan. Program ini juga disebut sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam forum koordinasi nasional pemerintah pusat dan daerah tahun 2026.
Menurutnya, penguatan budaya korve, sambatan, dan gotong royong harus terus dihidupkan di tengah modernisasi, karena menjadi fondasi sosial dalam membangun wilayah yang sehat dan layak huni. Lingkungan yang terjaga dinilai berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.
Usai apel, rombongan pimpinan daerah berjalan kaki menuju lokasi taman kota dan langsung terlibat dalam aksi bersih-bersih. Turut hadir di lapangan antara lain Dandim 0813 Bojonegoro Dedy Dwi Wijayanto, Kapolres Bojonegoro Afrian Satya Permadi, Kajari Bojonegoro Zondri, serta Wakil Bupati Nurul Azizah bersama jajaran OPD.
Para peserta tampak menyisir sejumlah titik di area taman, memunguti sampah, membersihkan saluran, serta menata kembali beberapa sudut ruang terbuka hijau. Sampah yang terkumpul dimasukkan ke dalam karung dan langsung diangkut untuk memastikan kawasan publik tetap nyaman digunakan warga.
Kapolres Bojonegoro menekankan bahwa gerakan korve tidak berhenti di tingkat kabupaten. Instruksi telah diteruskan ke jajaran kepolisian sektor agar kegiatan serupa dilakukan bersama unsur forkopimca di seluruh kecamatan pada waktu yang sama. Pola serentak ini diharapkan membangun efek kejut sekaligus kesadaran luas di tengah masyarakat.
Selain berdampak pada kebersihan fisik lingkungan, kegiatan kolaboratif tersebut juga dipandang sebagai sarana memperkuat hubungan emosional antara aparat dan masyarakat. Kehadiran pimpinan daerah di lapangan memberi pesan bahwa urusan kebersihan dan kesehatan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Pemerintah daerah berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai agenda insidental, tetapi berkembang menjadi kebiasaan rutin di desa dan kelurahan. Dengan partisipasi aktif warga, ruang publik di Bojonegoro ditargetkan semakin tertata, sehat, dan menjadi simbol kota yang nyaman serta membanggakan.(Mu)




















Komentar