Gerakan Pangan Murah di Tuban Diserbu Warga, Bulog Bojonegoro Salurkan Beras SPHP, Minyak, dan Gula Murah

Kolaborasi Bulog dan Dinas Ketahanan Pangan Tuban gelar GPM di Tambakboyo untuk jaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok

banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Upaya menjaga keterjangkauan harga bahan pokok kembali diperkuat melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di wilayah Kabupaten Tuban. Program intervensi pasar ini menjadi salah satu strategi konkret pemerintah dalam meredam gejolak harga sekaligus memastikan pasokan pangan tetap aman di tingkat konsumen.

Kegiatan GPM digelar di Balai Desa Tambakboyo, Kecamatan Tambakboyo, dan sejak pagi sudah dipadati warga yang ingin memperoleh kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Program ini merupakan hasil sinergi antara Perum BULOG Kantor Cabang Bojonegoro dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Tuban.

banner 336x280

Antusiasme masyarakat terlihat dari antrean pembeli yang datang sejak awal kegiatan dibuka. Warga memanfaatkan momentum tersebut untuk membeli komoditas strategis rumah tangga dengan harga lebih terjangkau dibanding harga ritel di pasaran dalam beberapa pekan terakhir.

Sejumlah bahan pokok utama disiapkan dalam operasi pangan murah tersebut. Di antaranya beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1.000 kilogram, minyak goreng 360 liter, serta gula pasir 100 kilogram. Seluruh komoditas dijual dengan skema harga subsidi terbatas guna menjaga daya beli masyarakat.

Pimpinan Perum BULOG Kantor Cabang Bojonegoro, Ferdian Darma Atmaja, menegaskan bahwa pelaksanaan GPM merupakan bagian dari langkah berkelanjutan pemerintah dalam mengendalikan inflasi pangan daerah. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci agar program tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa intervensi melalui pasar murah difokuskan pada komoditas yang paling berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga. Dengan suplai langsung dari rantai distribusi resmi, harga dapat ditekan tanpa mengganggu keseimbangan pasokan.

Program ini juga dirancang sebagai instrumen stabilisasi jangka pendek ketika terjadi fluktuasi harga. Melalui gelontoran stok dari gudang Bulog, tekanan harga di pasar diharapkan dapat diredam sehingga tidak memicu lonjakan berkepanjangan di tingkat konsumen.

Selain membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok murah, kegiatan ini sekaligus menjadi indikator kesiapan cadangan pangan pemerintah. Ketersediaan stok beras, gula, dan minyak goreng dinyatakan dalam kondisi aman untuk mendukung program stabilisasi lanjutan bila diperlukan.

Pemerintah daerah berharap Gerakan Pangan Murah dapat digelar berkala di berbagai kecamatan agar jangkauan manfaatnya semakin luas. Dengan pola jemput bola ke desa-desa, akses masyarakat terhadap pangan terjangkau bisa lebih merata, sekaligus memperkuat perlindungan daya beli di tengah dinamika harga pasar.(Mu)

banner 336x280

Komentar