Gulat Bojonegoro Menggila di Kejurprov Jatim 2026, Sapu 15 Medali dan Tembus Empat Besar

Seluruh atlet yang diturunkan berhasil naik podium. Raihan tujuh emas, enam perak, dan dua perunggu menjadi bukti keberhasilan pembinaan gulat Bojonegoro yang semakin kompetitif di tingkat Jawa Timur

Bojonegoro, Olahraga1287 Dilihat
banner 468x60

Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Kontingen gulat Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan taringnya di level Jawa Timur. Dalam ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Gulat Jawa Timur kategori Pemula, Kadet, dan Remaja tahun 2026, para pegulat muda Bojonegoro sukses mencatatkan prestasi membanggakan dengan menembus peringkat empat besar dari total 24 kabupaten/kota peserta.

Kejuaraan yang berlangsung di GOR Diknas Kabupaten Mojokerto pada 12 hingga 14 Juni 2026 itu diikuti sebanyak 271 atlet terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur. Di tengah persaingan ketat tersebut, kontingen Bojonegoro tampil impresif dengan membawa pulang total 15 medali, terdiri dari tujuh medali emas, enam medali perak, dan dua medali perunggu.

banner 336x280

Hasil tersebut terasa semakin istimewa karena seluruh atlet yang dikirim Pengurus Kabupaten Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Bojonegoro berhasil menyumbangkan medali bagi daerahnya.

Dari total 15 atlet yang diterjunkan, terdiri atas 12 atlet putra dan tiga atlet putri, tidak satu pun yang pulang dengan tangan kosong.

Ketua PGSI Kabupaten Bojonegoro, Agus Wijaya, mengaku bangga atas capaian yang diraih para atletnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan yang selama ini dilakukan berjalan sesuai arah yang diharapkan.

Ia menilai konsistensi latihan, dukungan keluarga, serta kerja keras para pelatih menjadi faktor penting di balik keberhasilan tim gulat Bojonegoro bersaing dengan daerah-daerah lain yang juga memiliki tradisi kuat dalam cabang olahraga gulat.

“Semua atlet yang kami kirim berhasil meraih medali. Ini tentu menjadi pencapaian yang sangat membanggakan sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan atlet di Bojonegoro berjalan dengan baik,” ujarnya.

Dominasi Bojonegoro mulai terlihat pada pertandingan kategori remaja yang digelar pada hari pertama kompetisi. Lima medali emas berhasil diraih melalui penampilan gemilang para atlet di berbagai kelas pertandingan.

Mereka adalah Khadafi Ahmad Ghozali di kelas 48 kilogram, M. Zakaria Azhar kelas 57 kilogram, Fairus Inda Zanjabil kelas 68 kilogram, M. Hisbullah Akbar kelas 75 kilogram, dan Arjuna Pratama kelas 85 kilogram.

Pada kategori yang sama, Bojonegoro juga menambah satu medali perak melalui M. Ibnu Ubaid dan satu medali perunggu dari Ziad Ahmad Fajri.

Performa impresif tersebut berlanjut pada hari kedua saat kategori pemula dan kadet dipertandingkan. Azka Tristan H.R dan Lintang Bala Pradana berhasil mempersembahkan dua medali emas tambahan bagi kontingen Bojonegoro.

Sementara lima medali perak diraih oleh Muhammad Raditia, Zidha Hibatul Rizkiah, Liling Putri Pramono, Chelsea Elvira Adelia, dan M. Silmi Kaffah. Sedangkan satu medali perunggu disumbangkan oleh M. Brian Al Afgani.

Akumulasi perolehan medali tersebut mengantarkan Bojonegoro masuk dalam jajaran empat besar Jawa Timur, sebuah capaian yang menunjukkan peningkatan kualitas atlet muda daerah dalam cabang olahraga gulat.

Agus Wijaya menyampaikan bahwa prestasi tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang selama ini memberikan perhatian terhadap perkembangan olahraga gulat di Bojonegoro.

Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada para orang tua atlet yang terus memberikan motivasi dan dukungan moral selama proses latihan hingga pertandingan berlangsung.

Selain itu, dukungan dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga, KONI Bojonegoro, serta pihak sekolah yang memberikan dispensasi kepada para atlet juga dinilai memiliki peran besar dalam keberhasilan tersebut.

“Prestasi ini adalah hasil kerja bersama. Atlet berjuang di lapangan, tetapi di belakang mereka ada pelatih, keluarga, sekolah, dan berbagai pihak yang turut memberikan dukungan,” katanya.

Keberhasilan di Kejurprov Jawa Timur 2026 menjadi modal berharga bagi PGSI Bojonegoro untuk menatap agenda kompetisi yang lebih tinggi. Dengan banyaknya atlet muda yang mampu bersaing di level provinsi, Bojonegoro dinilai memiliki peluang besar untuk terus melahirkan pegulat-pegulat potensial di masa mendatang.

Hasil ini sekaligus menjadi sinyal bahwa cabang olahraga gulat di Bojonegoro tengah berada dalam tren positif. Jika pembinaan dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, bukan tidak mungkin atlet-atlet muda daerah akan mampu bersaing di level nasional bahkan membawa nama Jawa Timur di berbagai kejuaraan yang lebih bergengsi.

Prestasi yang diraih di Mojokerto menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan pembinaan yang terarah mampu mengantarkan atlet daerah berdiri sejajar dengan para pesaing terbaik di Jawa Timur.(*red)

banner 336x280

Komentar