Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Kepulangan Menko PMK, Prof. Pratikno ke kampung halaman Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro di momen Idul Fitri 1446 H menjadi ajang bagi masyarakat setempat dan warga Bojonegoro untuk terus menguatkan tali silaturahmi bersama salah satu putra terbaik Bojonegoro ini.
Tak hanya warga setempat, berbagai elemen masyarakat mulai dari dunia pendidikan, ormas sosial dan keagamaan, diaspora Bojonegoro, pemerintah desa hingga tokoh pemuda bertemu dalam open house kakak Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono yang digelar di GOR Dolokgede, Selasa (1/4/2025).
Menko PMK Prof. Pratikno menyampaikan bahwa karena kesibukan pemerintahan dirinya baru hari ini bertemu dengan warga Bojonegoro.
Mengawali kisah perjalanan hidup masa kecil di Desa Dolokgede hingga kini berada di Kementerian PMK. Dari cita-cita Sang Ayah yang menginginkan dirinya menjadi Sekretaris Kecamatan hingga menjadi Menteri Sekretaris Negara meski Sang Ayah telah pergi.
Berbagai pesan dan arahan untuk kemajuan Bojonegoro disampaikan Pratikno khususnya kepada Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro yang memperoleh amanah besar dengan suara hampir 90 persen tertinggi di seluruh Indonesia tersebut.
“Mari merintis semua dari yang kecil seperti yang sudah dilakukan Ademos dan Yayasan Mannah, yang kecil saja bisa apalagi dengan APBD Bojonegoro yang lebih dari 7 Trilliun,” ungkapnya disambut tepuk meriah hadirin.
Menko PMK berpesan kepada Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro untuk berbuat amal jariyah untuk kesejahteraan masyarakat. Pratikno mengingatkan keduanya untuk mewakafkan seluruh waktunya untuk masyarakat yang telah memilihnya karena memiliki amanah yang besar.
“Bupati Bojonegoro bukan Bupati Kecamatan Bojonegoro,” selorohnya berpesan kepada Bupati Setyo Wahono.
Pratikno juga berpesan jangan lagi ada stunting, jangan lagi ada kemiskinan.
Pertumbuhan ekonomi harus terus naik dan bertumbuh. Pihaknya berharap semua membantu untuk bekerja keras untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan Bojonegoro.
“Jangan mencari kekayaan di Bojonegoro tapi berbuatlah untuk Bojonegoro, kami berharap dukungan kepada semuanya, Perguruan Tinggi harus bangkit bersama-sama mendukung Pemkab Bojonegoro, mumpung minyak masih banyak,” pungkasnya.
Sementara itu, Setyo Wahono yang didampingi Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah juga menyampaikan permohonan maaf di momen Idul Fitri 1446 H ini.
“Mohon kepada semua untuk bersama-sama memberikan solusi dengan keresahan masyarakat dan berbagai permasalahan yang dihadapi,” ajaknya kepada semua tamu yang hadir.
Pihaknya menunjuk beberapa tokoh lokal yang hadir seperti Bappeda Provinsi Jawa Timur, Universitas Bojonegoro dan semuanya untuk dapat membantu menjawab persoalan Bojonegoro. Senada Nurul Azizah, Wakil Bupati Bojonegoro yang melaporkan kondisi kemiskinan, pendidikan dan pertumbuhan ekonomi dimana berbagai gagasan dan ide menarik Bupati Bojonegoro akan segera dilakukan untuk menuju Bojonegoro yang makmur dan membanggakan.
Pantauan di lokasi kegiatan, Menteri PMK beserta istri, Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro sekalian berfoto bersama seluruh peserta bergeser dari satu meja ke meja lainnya. Halalbihalal diakhiri dengan hiburan rakyat dan seluruh peserta gratis menikmati berbagai hidangan produk UMKM Desa Dolokgede. [***]




















Komentar