Jalan Rigid Beton 1,34 Km di Desa Mojo Kalitidu Bojonegoro Tuntas, Akses Pertanian dan Distribusi Buah Makin Lancar

Proyek BKKD 2025 dorong konektivitas desa, angkut hasil panen jambu, belimbing, dan padi kini lebih cepat serta efisien

banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Penguatan konektivitas wilayah pedesaan kembali menunjukkan hasil nyata. Pembangunan jalan rigid beton sepanjang 1.340 meter di Desa Mojo telah rampung dikerjakan melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun 2025. Infrastruktur ini menjadi jalur vital baru yang mempercepat mobilitas warga sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan buah unggulan desa.

Pembangunan jalan tersebut dinilai menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat, terutama petani yang selama ini menghadapi kendala saat mengangkut hasil panen akibat kondisi jalan yang kurang memadai. Dengan konstruksi rigid beton, akses antarrukun tetangga kini lebih kuat, tahan cuaca, dan mampu dilalui kendaraan angkut hasil bumi sepanjang musim.

banner 336x280

Wilayah proyek berada di kawasan Kecamatan Kalitidu, yang dikenal memiliki aktivitas pertanian dan hortikultura cukup tinggi. Perbaikan jalur distribusi ini otomatis memangkas waktu tempuh serta menurunkan risiko kerusakan barang saat pengiriman.

Warga menyebut perubahan kondisi jalan membawa dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi harian. Jalur yang sebelumnya sulit dilalui saat musim hujan, kini menjadi lintasan stabil bagi kendaraan roda dua maupun roda empat. Distribusi padi serta komoditas buah seperti jambu dan belimbing menjadi lebih terjadwal dan aman.

Salah satu warga setempat mengungkapkan bahwa kelancaran arus lalu lintas desa ikut memengaruhi harga jual karena pengiriman bisa dilakukan tepat waktu. Petani tidak lagi khawatir keterlambatan angkut yang berpotensi menurunkan kualitas produk di pasar.

Pemerintah desa menegaskan proyek ini dilaksanakan dengan pola swakelola yang menekankan keterlibatan masyarakat melalui Tim Pelaksana Kegiatan. Model ini memungkinkan kontrol sosial berjalan lebih kuat, sekaligus mendorong transparansi penggunaan anggaran.

Dukungan penyediaan material disebut menjadi faktor penting percepatan pekerjaan. Pasokan dikirim secara bertahap sesuai kebutuhan lapangan oleh CV Anugrah Bumi Nusantara sehingga tahapan pengecoran tidak mengalami keterlambatan berarti.

Secara teknis, pembangunan dibagi menjadi dua segmen menyesuaikan kondisi medan. Segmen pertama sepanjang 680 meter dengan lebar empat meter, sementara segmen kedua 660 meter dengan lebar tiga meter. Penyesuaian dimensi ini dilakukan untuk menjaga efektivitas konstruksi tanpa mengorbankan fungsi utama jalan sebagai jalur angkut.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui tim pengawas juga telah melakukan monitoring dan evaluasi. Hasil pemeriksaan menyatakan pekerjaan fisik memenuhi spesifikasi teknis yang dipersyaratkan, baik dari sisi struktur maupun mutu pelaksanaan.

Rampungnya proyek ini mempertegas bahwa intervensi infrastruktur skala desa dapat memberi efek berantai pada ekonomi lokal. Ketika akses produksi membaik, rantai distribusi menjadi lebih pendek, biaya logistik turun, dan peluang peningkatan pendapatan warga pun semakin terbuka.(Mu)

banner 336x280

Komentar