Jalan Rigid Beton Desa Lengkong Balen Bojonegoro Rampung, Akses Pesantren dan UMKM Kian Lancar

Dibangun lewat BKKD Pemkab Bojonegoro secara swakelola, infrastruktur desa ini dorong ekonomi warga dan serap tenaga kerja lokal

banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok desa kembali menunjukkan hasil konkret. Pemerintah Desa (Pemdes) Lengkong, Kecamatan Balen, berhasil menuntaskan pembangunan jalan rigid beton melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD), yang kini memberikan dampak nyata bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat.

Jalan rigid beton tersebut dibangun sepanjang 512 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan 15 sentimeter. Proyek ini dilaksanakan secara swakelola oleh desa, melibatkan Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) serta tenaga kerja lokal. Selain menjamin kualitas konstruksi yang kokoh dan sesuai spesifikasi teknis, pola swakelola ini juga memberikan manfaat ekonomi langsung berupa penyerapan tenaga kerja dari warga setempat.

banner 336x280

Kepala Desa Lengkong, H. Ahmad Sholihin, turun langsung melakukan pengecekan fisik pembangunan di lapangan pada Jumat (30/1/2026). Ia memastikan seluruh tahapan pengerjaan telah dilaksanakan sesuai standar yang ditetapkan dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.

“Kami berkomitmen mengelola dana BKKD dari Pemkab Bojonegoro secara transparan dan bertanggung jawab. Alhamdulillah, jalan rigid beton ini telah selesai dan siap menunjang aktivitas warga. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro atas dukungan anggaran yang sangat bermanfaat bagi desa kami,” ujar Ahmad Sholihin.

Ia menambahkan, keberadaan jalan tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi akses utama menuju Pondok Pesantren Tasdini yang setiap hari dilalui santri, jamaah, dan masyarakat umum. Dengan kondisi jalan yang kini mulus dan kokoh, mobilitas warga menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman.

“Setiap hari santri dan jamaah keluar masuk melalui jalur ini. Dulu kondisinya rusak dan kurang nyaman. Sekarang akses jauh lebih baik. Dampaknya tidak hanya pada kenyamanan aktivitas keagamaan, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi warga sekitar,” jelasnya.

Manfaat pembangunan jalan rigid beton ini juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha dan distributor lokal. Bukhori, salah satu distributor LPG di Desa Lengkong, mengaku akses jalan yang lebih baik sangat membantu kelancaran usahanya.

“Pelanggan dari berbagai desa sekarang lebih mudah mengambil barang. Dulu jalannya rusak, apalagi saat hujan licin. Sekarang sudah mulus dan kuat, sangat mendukung usaha saya,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Azis, pengusaha sangkar burung yang memiliki pelanggan hingga luar daerah. Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan membuka peluang pasar yang lebih luas.

“Pembeli saya banyak dari Tuban, Lamongan, bahkan Jawa Tengah. Dengan kondisi jalan yang bagus dan tidak licin saat hujan, akses ke tempat usaha jadi lebih mudah dan jangkauan pasar semakin luas,” tuturnya.

Secara keseluruhan, transformasi jalan desa dari kondisi paving yang rusak menjadi rigid beton ini diharapkan mampu mempercepat distribusi hasil pertanian, memudahkan pengangkutan panen warga, serta mendorong pertumbuhan sektor perdagangan dan UMKM. Selain itu, kenyamanan santri dan jamaah Pondok Pesantren Tasdini juga meningkat secara signifikan.

Pembangunan jalan Desa Lengkong ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara program Pemkab Bojonegoro dan pengelolaan desa yang partisipatif mampu menciptakan infrastruktur berkualitas, meningkatkan aktivitas ekonomi, dan menghadirkan kesejahteraan berkelanjutan hingga tingkat desa. (Mu)

banner 336x280

Komentar