Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Keheningan dini hari di ruas Jalan Raya Bojonegoro–Babat mendadak pecah oleh dentuman keras. Di tengah gelap dan lalu lintas yang relatif lengang, sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Desa Bayeman, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Senin (26/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Insiden ini melibatkan sebuah bus penumpang dan kendaraan dump truck, menambah daftar kecelakaan di jalur nasional yang dikenal padat dan berisiko.
Kecelakaan tersebut melibatkan Bus Rajawali Indah bernomor polisi S-7742-UA dan Dump Truck bernopol AG-8724-EH. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini kembali menjadi peringatan serius akan pentingnya kehati-hatian, terutama saat berkendara di waktu rawan dengan kondisi fisik pengemudi yang rentan menurun.
Kanit Penegakkan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Septian Nur Pratama, menjelaskan bahwa bus Rajawali Indah dikemudikan oleh Suwarno (48), warga Desa Mentoro, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Bus tersebut didampingi kernet bernama Priwanto (42), warga Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro. Sementara dump truck dikemudikan oleh Kasiaji (57), warga Desa Gunungsari, Kecamatan Baureno.
“Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, bus melaju dari arah barat ke timur. Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi bus berusaha mendahului beberapa kendaraan di depannya,” terang Ipda Septian.
Namun, pada saat yang bersamaan, di depan bus terdapat dump truck yang hendak berbelok ke kanan. Dalam kondisi jarak yang sudah terlalu dekat, upaya pengereman dan penghindaran tidak lagi efektif. Kurangnya konsentrasi pengemudi bus diduga menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya benturan antara kedua kendaraan tersebut.
Benturan keras tak terelakkan. Akibat kejadian itu, kernet bus, Priwanto, mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke RSUD Sumberrejo untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara pengemudi bus dan sopir dump truck dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius.
Selain korban luka, kecelakaan ini juga menyebabkan kerusakan material pada kedua kendaraan. Berdasarkan estimasi awal kepolisian, total kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp2 juta. Meski nilai kerugian relatif kecil, dampak psikologis dan risiko keselamatan yang ditimbulkan menjadi catatan penting bagi semua pengguna jalan.
Petugas Satlantas Polres Bojonegoro yang tiba di lokasi kejadian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan, sementara arus lalu lintas diatur agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di jalur tersebut.
Ipda Septian menegaskan bahwa jalur Bojonegoro–Babat merupakan salah satu ruas jalan dengan intensitas lalu lintas cukup tinggi, termasuk kendaraan berat dan angkutan umum. Oleh karena itu, setiap pengemudi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan manuver mendahului.
“Kami mengingatkan para pengemudi agar selalu memperhatikan kondisi sekitar, menjaga jarak aman, dan tidak memaksakan mendahului kendaraan lain jika situasi tidak memungkinkan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Kasus kecelakaan ini kini ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, kepolisian kembali mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik saat berkendara, serta meningkatkan konsentrasi, khususnya pada jam-jam rawan seperti dini hari.
Peristiwa di Bayeman ini menjadi pengingat bahwa satu keputusan di jalan raya dapat membawa konsekuensi besar. Di jalur padat seperti Bojonegoro–Babat, kewaspadaan bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan demi keselamatan bersama. (*/red)




















Komentar