Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Keluhan warga Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, terkait bau tidak sedap yang diduga berasal dari aktivitas Rumah Potong Hewan (RPH) mendapat respons langsung dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, turun ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya sekaligus memastikan langkah penanganan segera dilakukan.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam merespons persoalan yang selama beberapa waktu terakhir dikeluhkan masyarakat sekitar. Tidak hanya mengganggu kenyamanan lingkungan, aroma menyengat yang muncul dari kawasan RPH juga disebut mulai berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga.
Sejumlah pelaku usaha yang berada di sekitar lokasi mengaku mengalami penurunan jumlah pelanggan akibat kondisi tersebut. Aroma yang terbawa hingga ke area warung dan tempat usaha membuat sebagian pengunjung merasa tidak nyaman saat beraktivitas.
Salah seorang pemilik warung bahkan mengungkapkan bahwa kondisi tersebut pernah menyebabkan pelanggan merasa mual hingga muntah saat berada di sekitar lokasi usahanya.
Keluhan itu disampaikan langsung kepada Wakil Bupati saat melakukan dialog dengan warga dan pelaku usaha setempat. Pemerintah daerah pun langsung mencatat berbagai masukan yang disampaikan masyarakat sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.
Nurul Azizah menjelaskan bahwa kedatangannya ke Desa Banjarsari merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati Bojonegoro untuk memastikan setiap keluhan masyarakat dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk hadir ketika persoalan lingkungan mulai berdampak terhadap kualitas hidup warga maupun keberlangsungan usaha masyarakat.
“Keluhan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Karena itu kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan agar solusi yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dari hasil peninjauan tersebut, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan yang difokuskan pada sistem pengelolaan limbah di kawasan RPH. Melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Pemkab Bojonegoro akan melakukan pembenahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang selama ini menjadi bagian penting dalam pengelolaan limbah operasional rumah potong hewan.
Perbaikan tidak hanya menyasar sistem pengolahan, tetapi juga penguatan fungsi resapan limbah agar aliran yang selama ini menimbulkan gangguan dapat dikendalikan secara lebih optimal.
Pemerintah berharap penyempurnaan sistem tersebut mampu mengurangi bahkan menghilangkan dampak lingkungan yang selama ini dirasakan warga sekitar.
Nurul Azizah menegaskan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan layak bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan fasilitas publik seperti RPH harus tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan kenyamanan maupun kesehatan warga yang tinggal di sekitarnya.
“Prinsipnya, pembangunan dan pelayanan publik harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan. Karena lingkungan yang sehat dan nyaman adalah hak seluruh masyarakat,” tegasnya.
Selain memastikan perbaikan teknis segera dilakukan, pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawal proses pembenahan agar hasilnya dapat dirasakan secara maksimal.
Di akhir kunjungannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah menyampaikan aspirasi secara terbuka dan konstruktif. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam membantu pemerintah mengidentifikasi persoalan sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan.
Dengan langkah perbaikan yang mulai disiapkan, warga berharap persoalan bau limbah yang selama ini menjadi keluhan dapat segera teratasi sehingga aktivitas ekonomi kembali berjalan normal dan lingkungan sekitar RPH Banjarsari menjadi lebih nyaman bagi masyarakat.(red)














Komentar