Komite Ekraf dan Disbudpar Bojonegoro Satukan Arah, Ekonomi Kreatif Didorong Jadi Mesin PAD

Silaturahmi Awal dengan Kepala Disbudpar Baru, Kolaborasi Disiapkan Perkuat Pariwisata dan Budaya Bernilai Ekonomi

banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Upaya memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai penggerak pembangunan daerah mulai disinergikan secara lebih terarah. Tim Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Bojonegoro melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Selasa (3/2/2026), guna menyelaraskan program kerja dan membuka ruang kolaborasi strategis ke depan.

Kunjungan ini menjadi momentum penting, terutama sebagai komunikasi awal dengan Kepala Disbudpar Bojonegoro yang baru, Elzadeba Agustina, SH., M.Kes. Rombongan Komite Ekraf Bojonegoro yang dipimpin langsung oleh Ketua Komite Ekraf, Alfian, diterima secara hangat di kantor Disbudpar Bojonegoro bersama jajaran sekretariat dan Kepala Bidang Ekonomi Kreatif.

banner 336x280

Dalam pertemuan tersebut, Alfian memaparkan kiprah Komite Ekraf Bojonegoro yang selama ini aktif menjadi penghubung antara pemerintah daerah dan komunitas kreatif. Ia menyebut, Komite Ekraf tidak hanya berperan sebagai wadah aspirasi pelaku kreatif, tetapi juga telah terlibat langsung dalam berbagai kegiatan penguatan kapasitas.

“Kami sudah beberapa kali menjadi pelaksana kegiatan bimbingan teknis yang diselenggarakan Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Bojonegoro. Selain itu, kami juga berkolaborasi dengan sekitar 20 komunitas kreatif melalui agenda Bolo Fest,” jelas Alfian.

Ia menegaskan bahwa Komite Ekraf Bojonegoro siap mengambil peran lebih strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, potensi kreatif lokal Bojonegoro sangat besar, namun membutuhkan orkestrasi program yang terarah agar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin ekonomi kreatif tidak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi dengan Disbudpar menjadi kunci agar program yang dijalankan selaras dan mampu memperkuat daya saing daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Bojonegoro, Elzadeba Agustina, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan. Menurutnya, ke depan, dua sektor tersebut tidak cukup hanya mengandalkan potensi yang sudah mapan, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah ekonomi.

“Pariwisata dan kebudayaan tidak bisa lagi hanya bicara soal destinasi yang sudah pasti, seperti Kayangan Api, geopark, atau kesenian yang sudah kita miliki. Yang lebih dibutuhkan sekarang adalah bagaimana sektor ini mampu memberikan efek ekonomi yang nyata,” tegasnya.

Ia menilai ekonomi kreatif memiliki ruang masuk yang sangat luas, baik dari sisi pariwisata maupun kebudayaan. Integrasi keduanya diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ekonomi kreatif bisa masuk dari berbagai sisi, bisa dari pariwisata, bisa juga dari kebudayaan. Tujuan akhirnya bukan hanya membahagiakan masyarakat, tetapi juga mendatangkan nilai ekonomi dan PAD,” ujarnya.

Elzadeba juga menyatakan dukungannya terhadap keterlibatan aktif Komite Ekraf Bojonegoro dalam berbagai program yang telah berjalan di Disbudpar, mulai dari sektor seni, UMKM, hingga subsektor kreatif lainnya.

“Kami mendorong teman-teman Komite Ekraf untuk terus bersinergi dengan kegiatan yang ada di Disbudpar. Harapannya, tampilan pariwisata dan kebudayaan Bojonegoro semakin menarik, berdaya saing, dan memiliki nilai ekonomi yang kuat,” tandasnya.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan. Kedua belah pihak sepakat bahwa silaturahmi ini menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret dan terstruktur. Ke depan, kolaborasi antara Komite Ekraf Bojonegoro dan Disbudpar diharapkan mampu menjadikan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak pembangunan daerah, sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat Bojonegoro.(Mu)

banner 336x280

Komentar