Halobojonegoro.id, JAKARTA – Upaya mendorong inovasi di sektor pelayanan publik terus dilakukan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Salah satunya melalui penyelenggaraan Kompetisi Karya Inovasi Terapan yang Andal atau Kompetisi KRISTAL 2026 yang menjadi wadah bagi aparatur sipil negara (ASN) muda untuk menuangkan ide kreatif dalam meningkatkan kualitas layanan pertanahan di Indonesia.
Ajang inovasi yang telah digulirkan sejak Desember 2025 tersebut berhasil menarik perhatian ratusan ASN muda dari berbagai satuan kerja di lingkungan ATR/BPN. Mereka mempresentasikan berbagai gagasan inovatif yang lahir dari pengalaman langsung dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu inovasi yang mencuri perhatian dalam kompetisi tersebut datang dari Ruwanda Destory Bintoro. ASN asal Kantor Wilayah BPN Provinsi Nusa Tenggara Timur itu berhasil meraih juara pertama melalui inovasi yang diberi nama Sistem Ruang Maslahat.
Gagasan tersebut dirancang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi dan menjaga pemanfaatan ruang di wilayah masing-masing. Dengan sistem tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih aktif terlibat dalam proses pengawasan tata ruang sehingga pemanfaatan lahan dapat berjalan lebih tertib dan berkelanjutan.
Menurut Ruwanda, kompetisi KRISTAL menjadi ruang yang sangat positif bagi ASN muda untuk mengekspresikan gagasan dan solusi inovatif bagi pelayanan publik.
Ia menilai ajang tersebut mampu membuka peluang bagi para ASN untuk menciptakan karya yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam peningkatan kualitas layanan pertanahan.
Ruwanda yang merupakan lulusan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional tahun 2025 itu berharap kompetisi inovasi seperti KRISTAL dapat terus diselenggarakan secara rutin setiap tahun.
Menurutnya, keberlanjutan program tersebut akan menjadi sarana penting untuk menggali potensi ASN muda yang selama ini memiliki banyak ide kreatif namun belum memiliki wadah untuk dikembangkan.
Selain inovasi Sistem Ruang Maslahat, sejumlah gagasan lain juga menarik perhatian dewan juri dalam kompetisi tersebut.
Salah satunya adalah inovasi bernama CLEARLAND yang dikembangkan oleh Asrorul Habib. Inovasi ini dirancang sebagai platform digital yang bertujuan mempermudah proses transaksi jual beli tanah dengan sistem yang lebih transparan dan akuntabel.
Melalui platform tersebut, proses transaksi tanah diharapkan dapat berlangsung secara lebih aman, jelas, dan efisien bagi masyarakat. Gagasan tersebut juga dinilai mampu meminimalkan potensi sengketa maupun praktik yang tidak transparan dalam transaksi pertanahan.
Berkat inovasi tersebut, karya Asrorul Habib berhasil meraih posisi juara ketiga dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Ia menyampaikan bahwa tujuan utama dari platform CLEARLAND adalah menghadirkan sistem transaksi pertanahan yang lebih akuntabel dan mudah diakses masyarakat.
“Pesan utama dari platform CLEARLAND yang kami ciptakan adalah mempermudah masyarakat dengan sistem transaksi yang lebih transparan, aman, dan efisien,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Kompetisi KRISTAL 2026 diikuti oleh sekitar 404 ASN muda dari berbagai wilayah di Indonesia. Para peserta menghadirkan beragam inovasi yang sebagian besar lahir dari pengalaman mereka saat berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam pelayanan pertanahan.
Banyak di antara ide tersebut merupakan hasil riset mendalam yang dilakukan oleh para peserta di lingkungan satuan kerja masing-masing.
Penganugerahan penghargaan bagi para pemenang kompetisi digelar di kantor pusat Kementerian ATR/BPN di Jakarta pada Kamis (12/3/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, yang menyerahkan penghargaan kepada para pemenang kompetisi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, serta sejumlah pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan kementerian.
Melalui kompetisi ini, Kementerian ATR/BPN berharap inovasi yang lahir dari para ASN muda dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas layanan pertanahan sekaligus memperkuat tata kelola agraria yang lebih transparan, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(*red)




















Komentar