Lonjakan Kualitas Layanan Antar Daerah, Bojonegoro Masuk Enam Besar Nasional

Reformasi pelayanan publik mengantarkan Bojonegoro naik drastis dari peringkat 100 ke posisi 6 nasional

banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mencatat kemajuan signifikan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Berdasarkan hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) yang dirilis Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Bojonegoro kini menempati peringkat ke-6 nasional untuk kategori kabupaten.

Capaian tersebut menandai lonjakan tajam dibandingkan tahun sebelumnya, di mana Bojonegoro masih berada di peringkat ke-100. Di bawah kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah, indeks pelayanan publik (IPP) Bojonegoro meningkat dari angka 4,21 pada 2025 menjadi 4,68 pada awal 2026, sekaligus mengantarkan daerah ini masuk kategori A.

banner 336x280

Hasil pemeringkatan itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 yang ditandatangani Menteri PAN-RB Rini Widyantini pada 9 Januari 2026. Penilaian dilakukan melalui proses pemantauan dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pelayanan publik tahun 2025 di tingkat kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.

Dalam keputusan tersebut, KemenPAN-RB mengevaluasi 93 lembaga, 39 pemerintah provinsi, 93 pemerintah kota, serta 415 pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia. Dari ratusan kabupaten yang dinilai, Bojonegoro berhasil menembus jajaran enam besar nasional dengan nilai IPP 4,68.

Menteri PAN-RB Rini Widyantini menyatakan bahwa hasil evaluasi telah melalui tahapan pengolahan data, validasi, hingga penetapan akhir oleh tim evaluator independen. Proses ini memastikan pemeringkatan mencerminkan kondisi riil pelayanan publik di lapangan.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menilai capaian tersebut sebagai cerminan komitmen pemerintah daerah dalam membenahi kualitas layanan kepada masyarakat. Menurutnya, peningkatan ini tidak lepas dari upaya memperkuat standar pelayanan di tingkat dinas, kecamatan, hingga desa.

“Prestasi ini menjadi pemacu untuk terus berinovasi, meningkatkan kecepatan dan transparansi layanan, serta memastikan masyarakat semakin mudah mengakses pelayanan publik,” ujar Nurul Azizah, Sabtu (10/1/2026).

Keberhasilan Bojonegoro menembus peringkat atas nasional ini sekaligus menjadi bukti bahwa reformasi birokrasi yang dijalankan secara konsisten mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Pemerintah daerah pun menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi menjawab harapan publik yang kian tinggi.(Mu)

banner 336x280

Komentar