LPK PEMI Perkuat Kompetensi Operator Forklift, Genjot Daya Saing Tenaga Kerja Bojonegoro

banner 468x60

Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal kembali dilakukan melalui program pelatihan dan sertifikasi operator forklift yang digelar LPK Pengembangan Energi & Mineral Indonesia (LPK PEMI). Program yang dibiayai APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun 2025 tersebut berlangsung selama dua minggu, mulai 5–18 November 2025, dan dipusatkan di kantor LPK PEMI Indonesia di Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno.

Pelatihan ini memberikan materi lengkap kepada 20 peserta, mencakup teori keselamatan kerja, pengenalan mesin, cara perawatan alat, hingga praktik langsung mengoperasikan forklift sesuai standar industri. Dibimbing instruktur berpengalaman, para peserta mendapatkan pengalaman menyeluruh untuk siap memasuki pasar kerja. Antusiasme terlihat sejak awal program, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pelatihan vokasi yang membuka peluang kerja nyata.

banner 336x280

Ketua LPK PEMI, Ade Nur Rohmad, S.Psi., mengapresiasi semangat peserta sekaligus dukungan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya menekankan pada sertifikasi formal, tetapi juga pada penguasaan keterampilan yang dapat langsung diterapkan di dunia industri. “Fokus kami adalah mencetak operator profesional yang memahami standar keselamatan dan mampu bekerja secara disiplin,” ujarnya.

Ade juga menambahkan bahwa LPK PEMI berkomitmen menjadi pusat pengembangan SDM di Bojonegoro dengan memperluas ragam pelatihan sesuai kebutuhan industri nasional. Upaya ini diharapkan memberi lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan bersaing di pasar kerja yang terus berkembang.

Dari sisi peserta, kesan positif datang dari Haris, salah satu peserta pelatihan. Ia mengaku metode pembelajaran yang diberikan mudah dipahami dan sangat aplikatif. “Kemampuan saya meningkat pesat. Praktik lapangan membuat saya makin percaya diri untuk bekerja secara profesional. Semoga pelatihan seperti ini terus dilakukan,” ungkapnya.

Peserta lainnya juga menilai sertifikasi resmi yang mereka dapatkan sangat bermanfaat, tidak hanya untuk melamar pekerjaan tetapi juga untuk membuka peluang usaha mandiri di sektor logistik dan industri. Sertifikat kompetensi forklift dinilai menjadi nilai tambah penting di tengah tingginya kebutuhan operator bersertifikat.

Program pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat kualitas SDM Bojonegoro, meningkatkan peluang kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pelatihan vokasi seperti LPK PEMI dinilai menjadi kunci dalam mencetak tenaga kerja yang kompetitif dan siap menghadapi tantangan industri modern. (Red)

banner 336x280

Komentar