Menjawab Ancaman Krisis: Bojonegoro Diminta Jadikan Kawasan Hutan Benteng Ketahanan Masa Depan

banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Di tengah bayang-bayang krisis lingkungan dan ketahanan pangan yang makin nyata, Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Bojonegoro menyerukan pergeseran arah pembangunan daerah. Kawasan hutan, yang selama ini berada di pinggiran kebijakan, dinilai justru harus menjadi garda terdepan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Seruan ini disampaikan dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Juru bicara Pansus IV, Wawan Kurnianto, menegaskan bahwa ketahanan air, pangan, dan lingkungan adalah isu mendesak yang membutuhkan pendekatan baru—yakni pembangunan berbasis ekosistem hutan.

banner 336x280

“Kita tidak hanya sedang bicara soal angka kemiskinan, tapi soal masa depan Bojonegoro secara keseluruhan. Ketika sumber daya air menyusut dan pangan makin terancam, kawasan hutan harus menjadi poros penyelamat,” tegas Wawan.

Ia menggarisbawahi pentingnya memperkuat infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di wilayah hutan sebagai bagian dari strategi mitigasi krisis. Menurutnya, perencanaan pembangunan harus mulai mempertimbangkan daya dukung lingkungan secara serius.

Tak hanya itu, Pansus juga menyoroti pemanfaatan Bendungan Karangnongko sebagai potensi besar untuk menopang kawasan industri dan pertanian yang berkelanjutan. Bendungan tersebut bukan hanya infrastruktur air, tetapi bisa menjadi pusat pengembangan kawasan ekonomi berbasis konservasi.

Sekretaris Pansus IV, Amin Thohari, menambahkan bahwa kawasan hutan menyimpan cadangan kehidupan—baik air, tanah, maupun keanekaragaman hayati—yang kini terancam oleh ekspansi tanpa arah dan kebijakan yang tidak adil.

“Program perhutanan sosial bukan hanya soal legalitas lahan. Itu adalah pintu masuk untuk membangun harmoni antara manusia dan alam. KHDPK (Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus) adalah peluang untuk menyelamatkan lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat,” ujar Amin.

Pansus IV mendorong pemerintah daerah agar menjadikan pembangunan kawasan hutan sebagai inti dari visi Bojonegoro 5 tahun ke depan. Dengan cara ini, kabupaten tak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga membangun daya tahan.

“Kalau ingin Bojonegoro tetap hidup 10–20 tahun ke depan, maka jawabannya bukan betonisasi kota, tapi penguatan kawasan hijau,” tutup Wawan.(red)

banner 336x280

Komentar