Muslimat NU Kota Bojonegoro Perkuat Basis Aswaja Lewat Workshop Kaderisasi

Pengurus ranting dibekali pemahaman ideologi dan kepemimpinan untuk menjaga arah gerak organisasi

Bojonegoro, Keagamaan876 Dilihat
banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kota Bojonegoro terus memperkuat fondasi ideologi organisasi dengan menggelar Workshop Penguatan Program Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) NU. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kompleks Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Bojonegoro dan diikuti oleh seluruh Ketua Ranting serta jajaran pengurus PAC Muslimat NU Kota Bojonegoro.

Workshop ini menjadi ruang konsolidasi ideologis sekaligus peningkatan kapasitas kader perempuan NU di tingkat akar rumput. Fokus utama kegiatan diarahkan pada pendalaman nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah yang moderat, berimbang, dan relevan dengan dinamika sosial keumatan saat ini.

banner 336x280

Ketua PAC Muslimat NU Kota Bojonegoro, Durotun Nafisah, menyampaikan bahwa penguatan wawasan ke-Aswaja-an merupakan kebutuhan mendasar bagi para pengurus ranting dalam menjalankan amanah organisasi. Menurutnya, kecintaan terhadap ilmu harus menjadi landasan utama pengabdian, terlebih di tengah keberagaman latar belakang pendidikan para kader.

Foto: Dokumentasi PAC Muslimat NU Kabupaten Bojonegoro
Foto: Dokumentasi PAC Muslimat NU Kabupaten Bojonegoro

“Melalui workshop ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa ilmu adalah bekal penting dalam berkhidmat. Tidak semua pengurus memiliki pengalaman pendidikan pesantren, sehingga penguatan pemahaman Aswaja menjadi sangat strategis,” ujar Durotun Nafisah.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan memastikan seluruh aktivitas dan kebijakan organisasi Muslimat NU tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah sebagai pedoman gerak dan sikap organisasi.

Workshop tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan Majelis Wakil Cabang NU Kota Bojonegoro, termasuk Ketua Tanfidziyah dan Raisyiah, serta Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Bojonegoro. Kehadiran para pimpinan NU ini menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan peran Muslimat NU sebagai penjaga nilai keislaman moderat di masyarakat.

Sebagai narasumber utama, panitia menghadirkan Ahmad Rifki Azmi, akademisi dan tokoh Aswaja NU yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren dan akademik yang kuat. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pemahaman Aswaja yang utuh sebagai benteng dari paham keagamaan ekstrem serta sebagai perekat persatuan umat.

Melalui kegiatan ini, Muslimat NU Kota Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus memperkokoh ideologi Aswaja NU di tingkat ranting, sekaligus memperkuat peran kader perempuan NU dalam menjaga tradisi keagamaan yang moderat, toleran, dan berakar kuat pada nilai-nilai ke-NU-an.(Mu)

banner 336x280

Komentar