Pasar Kota Bojonegoro Bersiap Naik Kelas, Konsep Semi-Mal Terhubung Alun-Alun dan TBS

Dilengkapi Eskalator dan RTH, 1.480 Kios Disiapkan; Pedagang Minta Desain Berkelanjutan dan Tahan Lama

banner 468x60

Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai mematangkan langkah besar mengubah wajah Pasar Kota menjadi pusat perbelanjaan modern tanpa meninggalkan identitas pasar tradisional. Transformasi ini diproyeksikan sebagai strategi meningkatkan daya saing di tengah ekspansi toko modern dan swalayan.

Rencana tersebut digodok melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah yang dipimpin Sekretaris Daerah Bojonegoro, Edi Susanto, bersama Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah. Desain terbaru kini mulai disosialisasikan kepada para pedagang.

banner 336x280

Salah satu perubahan mencolok adalah penambahan eskalator atau tangga berjalan untuk memudahkan akses pengunjung ke lantai atas. Fasilitas ini diharapkan meningkatkan mobilitas pembeli sekaligus memberi kesan representatif layaknya pusat perbelanjaan modern.

“Desain baru ini mengakomodasi berbagai masukan. Jika awalnya hanya tangga biasa, kini akan disiapkan eskalator agar pasar lebih nyaman,” ujar Edi.

Menariknya, Pasar Kota Bojonegoro dirancang menjadi pasar tradisional pertama di Indonesia yang terintegrasi langsung dengan ikon kota, yakni Alun-Alun Bojonegoro dan Taman Bengawan Solo. Integrasi ini diharapkan menciptakan konektivitas kawasan publik sekaligus memperkuat fungsi ekonomi dan ruang sosial kota.

Dengan luas lahan mencapai 18.236 meter persegi, proyek ini juga menyisihkan 4.633 meter persegi untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH). Konsep tersebut tidak hanya menitikberatkan aspek komersial, tetapi juga estetika dan keberlanjutan lingkungan. Lantai tiga bahkan dirancang memiliki pemandangan langsung ke Sungai Bengawan Solo sebagai nilai tambah visual.

Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas PKP Cipta Karya Bojonegoro, Benny Kurniawan, merinci total kapasitas pasar mencapai 1.480 unit kios dan los. Lantai satu akan menampung 483 pedagang basah seperti daging dan sayuran. Lantai dua terdiri dari 499 unit dengan konsep semi-mal, sedangkan lantai tiga berisi 498 unit yang didesain sebagai area belanja modern.

Meski menyambut positif rencana tersebut, sejumlah pedagang menyampaikan catatan penting. Mereka meminta pemerintah memastikan seluruh pedagang terakomodasi sesuai data yang ada, serta memastikan setiap lantai memiliki daya tarik berbeda agar pengunjung terdorong menjelajah seluruh area.

Selain itu, pedagang juga mengusulkan penguatan konstruksi agar bangunan lebih tahan lama dan tidak bocor, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti mushola dan gerai ATM demi kenyamanan pengunjung.

Pemkab Bojonegoro menargetkan proses administrasi dan perencanaan teknis rampung selama Ramadan tahun ini. Jika sesuai jadwal, proses tender akan dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026.

Transformasi Pasar Kota ini diharapkan menjadi tonggak baru revitalisasi pasar tradisional di Bojonegoro—bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya membangun ekosistem perdagangan yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. (red)

banner 336x280

Komentar