PDM Bojonegoro Bangun Kantor Permanen, Hibah Rp5,5 Miliar dari APBD 2026 Jadi Penopang

Gedung baru akan dibangun di kawasan Jalan Teuku Umar sebagai pusat koordinasi Muhammadiyah untuk memperkuat layanan pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

banner 468x60

Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro segera memiliki kantor permanen setelah memperoleh hibah sebesar Rp5,5 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026. Bantuan tersebut akan digunakan untuk membangun gedung baru yang diproyeksikan menjadi pusat administrasi, koordinasi, sekaligus pengembangan berbagai program organisasi.

Gedung kantor PDM Bojonegoro direncanakan berdiri di sebelah barat Masjid At-Taqwa, Jalan Teuku Umar, Kota Bojonegoro. Keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan organisasi yang selama ini belum memiliki kantor tetap.

banner 336x280

Wakil Ketua PDM Bojonegoro, Sholikin Jamik, menjelaskan bahwa hibah tersebut merupakan hasil pengajuan kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebagai bentuk dukungan terhadap kiprah Muhammadiyah dalam membantu pembangunan daerah.

Menurutnya, selama ini Muhammadiyah telah berkontribusi melalui berbagai amal usaha di sektor pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pengajuan hibah ini didasarkan pada kontribusi Muhammadiyah kepada pemerintah dan masyarakat. Selama ini Muhammadiyah telah banyak membantu pemerintah di bidang kesehatan, pendidikan, sosial hingga ekonomi yang pada hakikatnya merupakan bagian dari pelayanan publik,” ujarnya.

Sholikin menuturkan, kebutuhan akan kantor permanen semakin mendesak seiring meningkatnya aktivitas organisasi. Selama ini, berbagai kegiatan administrasi dan koordinasi masih memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara terbatas.

“Kantor ini nantinya menjadi pusat kegiatan organisasi. Karena PDM memang belum memiliki kantor sendiri, keberadaan gedung ini sangat diperlukan untuk mendukung berbagai aktivitas dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Selain menjadi pusat koordinasi organisasi, kantor baru tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi Muhammadiyah dalam menjalankan program dakwah, pendidikan, layanan kesehatan, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Bojonegoro.

Sementara itu, proses pembangunan kini telah memasuki tahapan pengadaan. Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Inaproc, paket pembangunan Kantor PDM Bojonegoro saat ini berada dalam proses evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, harga, hingga pembuktian kualifikasi peserta lelang.

Tahapan evaluasi tersebut berlangsung sejak 21 Mei hingga 11 Juni 2026, dengan antusiasme penyedia jasa konstruksi yang cukup tinggi. Tercatat sebanyak 108 perusahaan mengikuti proses tender pembangunan gedung tersebut.

Setelah proses lelang selesai dan pemenang ditetapkan, pembangunan kantor permanen PDM Bojonegoro diharapkan segera dimulai. Kehadiran gedung baru itu diyakini akan memperkuat kapasitas organisasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di berbagai sektor.(red)

banner 336x280

Komentar