Pemkab Bojonegoro Gelar Kerja Bakti Massal di Taman Begawan Solo, Tindak Lanjut Gerakan Indonesia ASRI

Bupati dan Wakil Bupati bersama Forkopimda pimpin aksi serentak di seluruh kecamatan, dorong budaya gotong royong dan kebersihan lingkungan

banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar aksi kerja bakti massal sebagai bagian dari penguatan gerakan kebersihan dan penataan lingkungan berbasis kolaborasi lintas sektor. Kegiatan dipusatkan di Taman Begawan Solo dan dipimpin langsung oleh Bupati Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Jumat (13/02/2026).

Aksi massal tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait pelaksanaan program Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang disampaikan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026. Pemerintah daerah diminta mengaktifkan kembali gerakan kurve atau kerja bakti sebagai fondasi perbaikan kualitas lingkungan sekaligus penguatan partisipasi sosial.

banner 336x280

Kegiatan mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI” dan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara, serta pegawai di lingkungan pemkab. Tidak hanya terpusat di kawasan kota, gerakan serupa juga dilaksanakan secara serentak di seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Bojonegoro dengan melibatkan unsur kecamatan, Polsek, dan Koramil.

Dalam amanat apel pembuka, pimpinan kegiatan menekankan bahwa kerja bakti bukan sekadar agenda kebersihan rutin, melainkan upaya menghidupkan kembali nilai budaya lokal yang telah lama menjadi kekuatan sosial masyarakat. Istilah kurve, krocokan, sambatan, dan gotong royong disebut sebagai warisan sosial yang relevan untuk menjawab tantangan lingkungan di era modern.

Menurutnya, percepatan pembangunan fisik harus diimbangi dengan kepedulian kolektif terhadap ruang publik. Tanpa keterlibatan warga dan aparatur secara langsung, kualitas lingkungan sulit dijaga secara berkelanjutan. Karena itu, kerja bakti massal diposisikan bukan hanya sebagai kegiatan simbolik, tetapi gerakan bersama yang diharapkan menjadi kebiasaan baru.

Pemilihan Taman Begawan Solo sebagai lokasi utama bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu ruang terbuka publik dan ikon wajah kota yang ramai dikunjungi warga. Penataan dan kebersihan area ini dinilai mencerminkan komitmen daerah dalam menjaga estetika sekaligus kenyamanan fasilitas publik.

Selama kegiatan berlangsung, peserta kerja bakti melakukan pembersihan area taman, saluran air, jalur pedestrian, serta pengangkutan sampah dan material yang berpotensi mengganggu keindahan kawasan. Sejumlah tim juga melakukan penataan vegetasi dan titik kumpul pengunjung agar tampak lebih rapi dan aman.

Pemerintah daerah berharap gerakan ini memberi efek berantai di tengah masyarakat. Kesadaran menjaga kebersihan tidak hanya muncul saat ada agenda resmi, tetapi tumbuh menjadi perilaku sehari-hari. Pesan utama yang ditekankan adalah tanggung jawab lingkungan merupakan kewajiban bersama, bukan semata tugas pemerintah.

Dengan dimulainya gerakan kolaboratif dari ruang publik strategis tersebut, pemkab menargetkan budaya kerja bakti dan sambatan kembali menjadi agenda berkelanjutan di tingkat desa hingga perkotaan. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, pendekatan ini juga diharapkan memperkuat kohesi sosial antarwarga dan antarinstansi.(Mu)

banner 336x280

Komentar