Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat konektivitas antarwilayah melalui pembangunan infrastruktur jembatan. Pada tahun anggaran 2026, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PU BMPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp36,3 miliar untuk menangani 65 paket pekerjaan jembatan yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat, memperlancar arus transportasi, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga wilayah pedesaan.
Kepala Dinas PU BMPR Kabupaten Bojonegoro, Ivan Chusaifi, mengatakan seluruh paket pekerjaan kini telah memasuki tahap pelaksanaan konstruksi.
“Saat ini masuk proses konstruksi,” ujar Ivan, Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan, dari total anggaran yang disiapkan, sebanyak 35 paket pelebaran jembatan memperoleh alokasi dana sebesar Rp11,53 miliar. Pekerjaan tersebut dilaksanakan di 15 kecamatan, yakni Bojonegoro, Temayang, Dander, Baureno, Balen, Tambakrejo, Trucuk, Sekar, Ngraho, Ngasem, Kapas, Kedewan, Sugihwaras, Margomulyo, dan Kanor.
Selain itu, Pemkab juga mengalokasikan Rp20,52 miliar untuk 15 paket penggantian jembatan yang berada di Kecamatan Balen, Dander, Kapas, Kedungadem, Kepohbaru, Kasiman, Malo, Ngraho, Purwosari, dan Sugihwaras.
Sementara itu, 15 paket rehabilitasi jembatan mendapat anggaran sebesar Rp4,24 miliar. Kegiatan tersebut mencakup wilayah Kecamatan Baureno, Balen, Dander, Kapas, Kalitidu, Kedewan, Margomulyo, Ngasem, Temayang, serta Tambakrejo.
Ivan menerangkan, setiap jenis pekerjaan memiliki sasaran yang berbeda sesuai kondisi infrastruktur di lapangan. Pelebaran dilakukan untuk meningkatkan kapasitas jalan dan memberikan kenyamanan bagi pengguna, sedangkan penggantian difokuskan pada jembatan yang telah mengalami kerusakan berat atau usia konstruksinya sudah tidak layak.
Adapun rehabilitasi dilakukan untuk memperbaiki jembatan yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang agar kembali berfungsi optimal serta mampu menyesuaikan dengan kebutuhan beban lalu lintas saat ini.
Melalui pembangunan tersebut, Pemkab Bojonegoro berharap konektivitas antarwilayah semakin baik sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih efisien. Perbaikan jaringan infrastruktur juga diproyeksikan mampu menekan biaya distribusi barang, mempercepat akses layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara merata dan berkelanjutan.(*red)




















Komentar