Pemkab Bojonegoro Siapkan Strategi Antisipasi Kemarau Panjang 2026

Fokus mitigasi kekeringan pada pertanian dan pemenuhan air bersih bagi 93 desa rawan terdampak

banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro, 22 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengambil langkah antisipatif menghadapi prediksi kemarau panjang pada 2026. Upaya ini difokuskan pada mitigasi risiko sektor pertanian dan penyediaan air bersih di daerah rawan kekeringan.

Kegiatan dibahas dalam forum Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa, Pendamping Desa, dan Penggiat Desa 2026 di Ruang Angling Dharma, yang dihadiri Wakil Bupati Nurul Azizah, jajaran OPD terkait, dan pemangku kepentingan desa.

banner 336x280

Wakil Bupati Nurul Azizah menekankan El Nino sebagai faktor pemicu perubahan iklim ekstrem. Musim kemarau diperkirakan mulai akhir Mei, dengan puncak pada Agustus–September. Hasil pemetaan menunjukkan 93 desa berpotensi terdampak kekeringan. Nurul Azizah mendorong percepatan tanam padi Maret–Mei dan diversifikasi tanaman seperti jagung dan tembakau agar produktivitas pangan tetap terjaga.

Di sektor air bersih, pemerintah desa mengusulkan pembangunan sumur bor dan optimalisasi sumber air lokal. Wakil Bupati menegaskan bahwa distribusi air sementara tidak cukup; penanganan harus berbasis data dan potensi lokal agar berkelanjutan.

“Kita harus bergerak dengan perencanaan matang dan kolaborasi semua pihak agar desa-desa Bojonegoro lebih tangguh menghadapi kemarau panjang,” pungkasnya, menegaskan kesiapsiagaan Pemkab terhadap perubahan iklim ekstrem.(Red)

banner 336x280

Komentar