Pengesahan Warga Baru Pagar Nusa di Bojonegoro Jadi Ujian Menjaga Tradisi Tanpa Mengganggu Ruang Publik

Polisi meminta peserta menghindari konvoi dan arak-arakan. Pagar Nusa mengajak seluruh anggotanya menjaga ketertiban sekaligus menunjukkan bahwa tradisi pencak silat dapat berjalan beriringan dengan keamanan masyarakat

Bojonegoro, Peristiwa1094 Dilihat
banner 468x60

Halobojoneoro.id, BOJONEGORO — Pengesahan warga baru pencak silat di Kabupaten Bojonegoro tidak hanya menjadi momentum kaderisasi organisasi. Kegiatan tersebut juga menjadi ujian bagi para pesilat untuk menunjukkan bahwa tradisi, persaudaraan, dan semangat kebersamaan dapat berjalan tanpa mengganggu ketertiban masyarakat.

Menjelang pengesahan warga baru PSNU Pagar Nusa yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (6/9/2026), Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty meminta seluruh peserta menahan diri dari aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

banner 336x280

Salah satu perhatian utama kepolisian adalah potensi konvoi dan arak-arakan yang dapat mengganggu pengguna jalan serta aktivitas warga.

“Jangan ada konvoi, arak-arakan,” kata Yenni saat memberikan imbauan kepada awak media, Sabtu (5/9/2026).

Bagi kepolisian, pengesahan warga baru semestinya tidak berhenti pada seremoni organisasi. Momentum tersebut dinilai perlu menjadi ruang untuk memperlihatkan kedisiplinan anggota sekaligus menjaga hubungan baik dengan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Karena itu, Polres Bojonegoro meminta peserta yang menggunakan kendaraan tetap mematuhi aturan lalu lintas. Penggunaan knalpot brong juga dilarang karena dinilai dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan.

Peserta diminta menggunakan helm berstandar nasional serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Polisi juga mengingatkan agar kegiatan tidak disertai kepemilikan senjata tajam, petasan, minuman keras, maupun barang lain yang berpotensi membahayakan.

Kepolisian menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan yang berujung pada gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Penegakan hukum akan dilakukan apabila ditemukan pelanggaran. (SuaraBojonegoro.com)

Bukan Sekadar Larangan

Imbauan tersebut memperlihatkan bahwa tantangan kegiatan pencak silat bukan hanya bagaimana acara berjalan lancar, tetapi juga bagaimana seluruh rangkaian kegiatan tidak menimbulkan keresahan di ruang publik.

Kapolres mengajak anggota Pagar Nusa dan seluruh elemen masyarakat ikut menjaga kondusivitas Bojonegoro. Peserta juga diminta tidak mudah terprovokasi oleh tindakan maupun informasi yang dapat memicu konflik.

Pesan tersebut menjadi penting karena kegiatan yang melibatkan banyak orang dan mobilitas kendaraan memiliki konsekuensi terhadap masyarakat di luar komunitas pencak silat. Ketertiban lalu lintas, kenyamanan pengguna jalan, dan keamanan lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan sebuah kegiatan.

Ketua Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa Kabupaten Bojonegoro, Bisri Choiron, menyatakan pihaknya mengajak seluruh warga Pagar Nusa mengikuti arahan kepolisian.

Ia berharap pengesahan warga baru berlangsung aman dan tertib serta dapat menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan.

“Semoga Bojonegoro tetap aman dan kondusif, karena damai itu indah,” ujarnya Fery. (halobojonegoro.id)

Menjaga Nama Baik Organisasi

Bagi organisasi pencak silat, pengesahan warga baru merupakan bagian penting dari proses pembinaan anggota. Namun, kegiatan tersebut juga membawa nama besar organisasi di tengah masyarakat.

Karena itu, sikap anggota selama berada di jalan maupun di lingkungan masyarakat akan turut menentukan bagaimana sebuah organisasi dipandang publik.

Dalam konteks itu, larangan konvoi bukan semata-mata pembatasan terhadap tradisi atau ekspresi kebersamaan. Imbauan tersebut dapat dibaca sebagai ajakan agar perayaan tidak mengorbankan hak masyarakat lain untuk menggunakan jalan dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman.

Polres Bojonegoro pun membuka ruang bagi masyarakat maupun peserta kegiatan untuk segera melapor kepada petugas, panitia, atau Polsek terdekat apabila menemukan potensi gangguan keamanan.

Pengesahan warga baru akhirnya tidak hanya tentang bertambahnya anggota sebuah organisasi pencak silat. Lebih jauh, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa kekuatan sebuah komunitas juga tercermin dari kemampuannya menjaga ketertiban, menghormati pengguna jalan, dan merawat persaudaraan di tengah masyarakat.(Mu)

banner 336x280

Komentar