Peringati Hari Kebebasan Pers Sedunia, AJI Bojonegoro Soroti Ancaman AI hingga Kesejahteraan Jurnalis

banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro turut memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day/WPFD) yang jatuh setiap tanggal 3 Mei. Dalam momentum refleksi tahun ini, AJI Bojonegoro menyoroti tantangan-tantangan baru dan lama yang dihadapi dunia jurnalistik, terutama potensi ancaman dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta isu krusial mengenai kesejahteraan dan masa depan jurnalis.

Peringatan WPFD di Bojonegoro diisi dengan diskusi internal dan penyampaian sikap organisasi mengenai kondisi pers saat ini. Perwakilan AJI Bojonegoro menyatakan keprihatinannya terhadap perkembangan AI yang sangat pesat. Di satu sisi, AI menawarkan potensi sebagai alat bantu kerja jurnalis dalam riset dan pengolahan data. Namun, di sisi lain, kemampuannya menghasilkan konten secara otomatis dan potensinya menyebarkan disinformasi dengan cepat menjadi ancaman serius bagi eksistensi jurnalisme berkualitas dan peran fundamental jurnalis dalam verifikasi fakta.

banner 336x280

“Teknologi AI adalah keniscayaan, namun kita harus kritis,” ujar perwakilan AJI Bojonegoro dalam pernyataannya, Senin (5/5/2025). “Bagaimana kita memastikan AI dimanfaatkan secara etis untuk mendukung jurnalisme, bukan malah mendegradasi profesi, mengikis ruang kerja jurnalis, atau bahkan menjadi alat penyebar kebohongan yang lebih canggih? Ini tantangan besar bagi industri media dan jurnalis itu sendiri.”
Selain disrupsi teknologi, AJI Bojonegoro juga kembali menegaskan pentingnya isu kesejahteraan jurnalis yang masih jauh dari ideal. Banyak jurnalis, terutama di daerah, masih berhadapan dengan kondisi kerja yang rentan, upah di bawah standar kelayakan, status ketenagakerjaan yang tidak jelas (kontributor atau pekerja lepas tanpa jaminan sosial), serta jam kerja yang tidak menentu.

“Nasib dan kesejahteraan jurnalis adalah fondasi utama kebebasan pers. Jurnalis yang tidak sejahtera, yang terus dihantui ketidakpastian ekonomi, akan lebih sulit menjaga independensi dan menghasilkan karya jurnalistik yang mendalam dan berkualitas,” tambah pernyataan tersebut. Ancaman AI dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi ini jika perusahaan media lebih memilih efisiensi biaya dengan mengadopsi AI tanpa memikirkan nasib para pekerjanya.

Melalui momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia ini, AJI Bojonegoro mengajak seluruh pemangku kepentingan – perusahaan media, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan publik – untuk bersama-sama menciptakan ekosistem pers yang sehat dan berkelanjutan. Hal ini mencakup perumusan regulasi dan etika penggunaan AI dalam jurnalistik, komitmen perusahaan media untuk meningkatkan kesejahteraan jurnalis, serta penguatan perlindungan terhadap kerja-kerja jurnalistik dari berbagai bentuk tekanan dan kekerasan.

AJI Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus berjuang demi kebebasan pers, profesionalisme, dan kesejahteraan jurnalis di tengah arus perubahan teknologi dan tantangan sosial-ekonomi yang semakin kompleks.(Be)

banner 336x280

Komentar