PKB Bojonegoro Gelar Muscab 2026 di Hotel Dewarna, Usung Politik Hijau dan Target Melipatgandakan Kemenangan

Dihadiri tokoh nasional dan daerah, Muscab PKB padukan kekuatan politik, kepedulian sosial, serta komitmen pelestarian lingkungan.

Bojonegoro, Politik1028 Dilihat
banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bojonegoro resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Sabtu (4/4/2026) di Hotel Dewarna. Agenda lima tahunan ini tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga momentum strategis dalam merumuskan arah perjuangan politik ke depan.

Mengusung tema “Melipatgandakan Kemenangan”, PKB Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar mengejar capaian elektoral, melainkan juga menghadirkan politik yang berpihak pada masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

banner 336x280

Perhelatan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, pimpinan daerah, hingga penyelenggara pemilu dan partai politik koalisi. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut menjadi penegas posisi PKB sebagai salah satu kekuatan politik utama di Bojonegoro.

H. Setyo Wahono Bupati Bojonegoro, saat memberikan sambutan
H. Setyo Wahono Bupati Bojonegoro, saat memberikan sambutan

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap kontribusi PKB dalam pembangunan daerah. Ia menilai, dengan raihan kursi signifikan di DPRD, PKB memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan publik.

“PKB memiliki kekuatan besar di Bojonegoro. Jika kekuatan ini digunakan untuk kepentingan masyarakat, dampaknya akan sangat luas,” ujarnya.

Menurutnya, target “melipatgandakan kemenangan” bukanlah hal yang mustahil, mengingat basis dukungan PKB yang kuat dari kalangan ulama, tokoh masyarakat, serta jaringan Nahdlatul Ulama (NU) beserta badan otonomnya.

“PKB selalu berpijak pada nilai-nilai religius, sekaligus memiliki komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Ini kombinasi yang kuat untuk masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Bojonegoro, Fauzan Fuadi, menekankan bahwa Muscab kali ini membawa dua misi utama yang saling terintegrasi, yakni penguatan politik dan kepedulian terhadap ekologi.

“Kemenangan yang kita targetkan harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Inilah yang kami sebut sebagai Politik Hijau, merawat Bumi Angling Dharma,” jelasnya.

Komitmen tersebut tidak hanya berhenti pada tataran wacana. Dalam rangkaian Muscab, PKB juga menyiapkan sekitar seribu bibit tanaman yang merupakan hasil kolaborasi dengan dinas terkait, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap gerakan penghijauan.

Selain itu, unsur budaya turut dihadirkan dalam kegiatan ini melalui penampilan tari tradisional yang membuka rangkaian acara. Hal ini menjadi simbol bahwa pembangunan politik juga harus selaras dengan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal.

Di sisi lain, kepedulian sosial tetap menjadi bagian penting dari agenda Muscab. Santunan kepada anak-anak yatim menjadi salah satu kegiatan yang mewarnai acara, menegaskan bahwa PKB tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga pada nilai kemanusiaan.

Dengan kombinasi antara kekuatan politik, spiritualitas, kepedulian sosial, dan komitmen lingkungan, Muscab PKB Bojonegoro diharapkan mampu melahirkan kepengurusan baru yang solid dan visioner.

Lebih dari itu, forum ini menjadi titik awal bagi PKB untuk memperkuat perannya dalam pembangunan daerah, sekaligus menjawab tantangan masa depan dengan pendekatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.(Mu)

banner 336x280

Komentar