Halobojonegoro – BOJONRGOTO – Upaya mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah dan badan usaha milik negara. Salah satunya ditunjukkan melalui peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) berteknologi ultra fast charging di lingkungan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang berlokasi di Jakarta.
Peresmian fasilitas tersebut dilakukan pada Kamis (5/3/2026) sebagai hasil kerja sama antara PT PLN (Persero) dengan Kementerian Perdagangan. Kehadiran SPKLU berkecepatan tinggi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di ruang publik, termasuk di kawasan instansi pemerintah.
Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menyampaikan apresiasi atas respons cepat PLN dalam menghadirkan fasilitas pengisian kendaraan listrik di lingkungan kementerian yang dipimpinnya. Menurutnya, peningkatan jumlah pengguna kendaraan listrik di Indonesia membutuhkan dukungan infrastruktur pengisian daya yang memadai agar masyarakat semakin percaya diri beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan SPKLU di area kantor kementerian tidak hanya diperuntukkan bagi pegawai, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum maupun pengguna kendaraan listrik yang melintas di sekitar lokasi tersebut.
Menurut Budi, tren penggunaan kendaraan listrik di lingkungan kementerian terus menunjukkan peningkatan. Saat ini sekitar 15 persen pegawai di lingkungan Kemendag telah beralih menggunakan kendaraan listrik sebagai moda transportasi harian.
Ia menilai keberadaan SPKLU dengan teknologi pengisian cepat akan semakin memudahkan para pengguna kendaraan listrik. Dengan kapasitas pengisian yang tinggi, waktu pengisian baterai kendaraan dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat, sehingga efisiensi mobilitas pengguna dapat tetap terjaga.
Fasilitas SPKLU yang diresmikan tersebut terdiri dari tiga unit mesin pengisian dengan kapasitas masing-masing mencapai 120 kilowatt (kW). Teknologi ultra fast charging memungkinkan kendaraan listrik terisi daya dalam waktu sekitar 30 menit, tergantung kapasitas baterai kendaraan yang digunakan.
Sebelum diresmikan secara resmi, fasilitas ini telah menjalani masa uji coba operasional sejak Desember 2025. Selama periode tersebut, tingkat pemanfaatan SPKLU menunjukkan tren yang terus meningkat.
Hingga Februari 2026, tercatat sebanyak 2.460 transaksi pengisian kendaraan listrik telah dilakukan di lokasi tersebut dengan total energi listrik yang tersalurkan mencapai 62.598 kilowatt.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa kolaborasi antara PLN dan kementerian merupakan bagian dari strategi percepatan transisi energi di Indonesia. Menurutnya, penyediaan infrastruktur pengisian kendaraan listrik menjadi elemen penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa PLN berkomitmen untuk terus memperluas jaringan SPKLU di berbagai wilayah Indonesia, baik di kawasan perkotaan, jalur transportasi utama, maupun fasilitas publik lainnya.
Dengan semakin banyaknya titik pengisian daya kendaraan listrik, pemerintah berharap masyarakat semakin terdorong untuk beralih ke kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi karbon sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Peresmian SPKLU di lingkungan Kemendag ini sekaligus menjadi simbol sinergi antara lembaga pemerintah dan BUMN dalam mendukung transformasi sektor transportasi menuju era kendaraan listrik di Indonesia.




















Komentar