Polisi Gandeng Perguruan Silat, Perkuat Stabilitas Jelang Lebaran di Bojonegoro

Silaturahmi dan Tali Asih Jadi Strategi Bangun Sinergi Keamanan Bersama Komunitas Pesilat

banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran kepolisian di Bojonegoro memilih pendekatan kolaboratif dengan merangkul elemen masyarakat, khususnya komunitas pencak silat. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi yang digelar Polres Bojonegoro bersama organisasi Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP), Senin sore.

Acara yang berlangsung di Gedung AP I Rawi Mapolres Bojonegoro itu dihadiri langsung Kapolres Bojonegoro, Afrian Satya Permadi, beserta jajaran pejabat utama. Turut hadir Ketua BKP, Wahyu Subakdiono, serta para pimpinan dan pengurus perguruan pencak silat se-Kabupaten Bojonegoro.

banner 336x280

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres menyerahkan tali asih secara simbolis kepada perwakilan perguruan silat. Langkah ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga upaya mempererat kemitraan strategis antara kepolisian dan komunitas pesilat yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban sosial.

Kapolres menegaskan, silaturahmi ini menjadi ruang untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka sekaligus memperkuat koordinasi lintas elemen masyarakat. Menurutnya, situasi aman dan kondusif menjelang Lebaran hanya bisa tercapai melalui sinergi yang solid.

Ia juga mengingatkan para ketua dan sesepuh perguruan agar aktif mengedukasi anggotanya untuk tidak mudah terprovokasi serta menjauhi tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan. Kepatuhan terhadap kesepakatan bersama, kata dia, menjadi kunci menjaga stabilitas wilayah.

Di sisi lain, Ketua BKP Wahyu Subakdiono menyatakan kesiapan seluruh perguruan pencak silat untuk terlibat aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, baik sebelum maupun setelah Lebaran. Ia menekankan pentingnya menjaga persaudaraan antarperguruan serta kewaspadaan terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Komitmen serupa disampaikan oleh Nanang Sugianto dan Bisri Choiron. Keduanya memastikan bahwa komunitas pesilat siap menjadi mitra strategis kepolisian dalam menciptakan suasana damai, sehingga masyarakat Bojonegoro dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan khusyuk.

Pendekatan humanis berbasis kemitraan ini menjadi sinyal bahwa penguatan keamanan tak hanya mengandalkan aparat, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat sebagai garda terdepan menjaga harmoni sosial.(Mu)

banner 336x280

Komentar