Proyek Pasar Kota Bojonegoro Rp80 Miliar Masuk Tahap Tiang Pancang, DPRD Soroti Target dan Kualitas

Sekitar 900 titik tiang pancang disiapkan. Komisi D DPRD Bojonegoro meminta percepatan tetap mengikuti spesifikasi teknis dan membuka ruang kerja bagi masyarakat lokal

banner 468x60

Halobojonegoro.id, BOJONEGORO — Pembangunan Pasar Kota Bojonegoro mulai memasuki fase penting. Setelah proses pembersihan dan pembongkaran kawasan selesai, proyek dengan nilai sekitar Rp80 miliar tersebut bersiap masuk tahap pemasangan tiang pancang.

Perkembangan itu menjadi perhatian Komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro yang turun langsung memantau kondisi proyek pada Jumat (4/9/2026).

banner 336x280

Bagi DPRD, proyek pasar tidak cukup hanya dikebut agar selesai sesuai jadwal. Pembangunan dengan anggaran besar tersebut juga harus mampu menjamin kualitas konstruksi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto, mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana.

“Agenda pertama adalah melihat, memantau, dan memonitor progres pembangunan pasar. Hari ini proses pembersihan atau pembongkaran telah selesai dan memasuki persiapan pemasangan tiang pancang,” ujar Sukur.

900 Titik Tiang Pancang Disiapkan

Dalam sekitar satu bulan ke depan, pekerjaan akan difokuskan pada pemasangan tiang pancang. Jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 900 titik di atas lahan seluas kurang lebih 1,5 hingga 1,8 hektare.

Tahapan ini menjadi salah satu bagian krusial karena struktur dasar akan menentukan kekuatan bangunan pasar dalam jangka panjang.

Komisi D meminta pekerjaan tidak hanya mengejar kecepatan. Pengawasan terhadap mutu material, pengerjaan pondasi, serta kesesuaian dengan spesifikasi teknis harus berjalan beriringan dengan target waktu.

Pekerjaan struktur sendiri ditargetkan rampung pada akhir November.

“Yang pertama memastikan setiap tahap, setiap minggu kegiatan itu on schedule, sehingga tidak terjadi keterlambatan pengerjaan. Karena pekerjaan struktur itu ditargetkan selesai pada akhir November,” kata Sukur.

Jangan Sampai Cepat, tetapi Bermasalah

Target penyelesaian menjadi penting, tetapi kecepatan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan proyek.

Bangunan pasar merupakan fasilitas publik yang akan digunakan masyarakat dalam jangka panjang. Kesalahan pada tahap struktur berpotensi menimbulkan persoalan yang jauh lebih besar ketika bangunan telah digunakan.

Karena itu, DPRD menekankan agar percepatan tidak mengorbankan kualitas.

Prinsip tersebut juga berlaku pada pembangunan infrastruktur pendukung di sekitar kawasan pasar. Pelebaran jalan, misalnya, diminta memperhatikan kualitas struktur dasar, termasuk pemadatan dan penguatan sebelum pengerasan dilakukan.

Hal itu diperlukan untuk mengurangi risiko keretakan atau kerusakan, terutama pada titik pertemuan antara jalan lama dan ruas jalan yang diperlebar.

Rp80 Miliar Harus Berputar di Ekonomi Warga

Nilai proyek yang mencapai sekitar Rp80 miliar membuat DPRD melihat pembangunan Pasar Kota bukan hanya sebagai proyek fisik.

Ada manfaat ekonomi yang diharapkan muncul selama proses pengerjaan berlangsung.

Komisi D mendorong agar tenaga kerja lokal mendapatkan kesempatan terlibat. Pekerja kasar hingga tukang dari Bojonegoro diharapkan dapat mengambil bagian dalam pembangunan tersebut.

“Warga Bojonegoro diberikan kesempatan untuk mengambil bagian dalam pekerjaan,” ujar Sukur.

Dengan pendekatan tersebut, manfaat pembangunan diharapkan tidak baru dirasakan ketika pasar selesai dibangun. Masyarakat juga dapat memperoleh manfaat ekonomi sejak proyek masih berlangsung.

Pasar Baru, Wajah Baru Perdagangan Bojonegoro

Pasar Kota Bojonegoro dirancang dengan konsep semi-modern yang berbeda dari pasar tradisional pada umumnya.

Sejumlah fasilitas pendukung disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung. Salah satunya adalah rencana pemasangan eskalator di empat titik.

Fasilitas tersebut diharapkan memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus membuat pasar lebih menarik bagi konsumen.

Namun, fasilitas modern bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan sebuah pasar.

Pasar tetap membutuhkan akses yang baik, konstruksi yang kuat, tata kelola yang tepat, serta aktivitas perdagangan yang mampu menghidupkan kawasan.

Karena itu, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan perencanaan ekonomi dan kebutuhan para pedagang.

Pengawasan Tak Berhenti di Tiang Pancang

Komisi D memastikan pemantauan akan terus dilakukan selama proyek berjalan.

Tahapan tersebut penting untuk memastikan pembangunan Pasar Kota Bojonegoro tidak hanya selesai sesuai target, tetapi juga memenuhi standar kualitas dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Kini perhatian tertuju pada pemasangan ratusan tiang pancang yang menjadi fondasi bangunan.

Dari sana, proyek akan memasuki tahapan konstruksi berikutnya. Bagi pemerintah dan DPRD, tantangannya jelas: memastikan proyek senilai puluhan miliar rupiah itu tidak sekadar menghasilkan bangunan baru, tetapi benar-benar menjadi pusat perdagangan yang nyaman, produktif, dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat Bojonegoro.(red)

banner 336x280

Komentar