Ratusan Peserta Ikuti Ruwatan Murwakala di Kayangan Api, Tradisi Leluhur Terus Dijaga di Bojonegoro

Digelar di tengah nyala api abadi Kayangan Api, Ruwatan Murwakala 2026 menjadi ruang spiritual, pelestarian budaya, sekaligus penguatan komitmen menjaga warisan leluhur bagi generasi mendatang

banner 468x60

Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Nuansa sakral dan penuh khidmat menyelimuti kawasan wisata Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, saat pelaksanaan Ruwatan Murwakala 2026, Selasa (16/6/2026). Tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut kembali digelar sebagai bentuk ungkapan syukur, doa keselamatan, serta upaya menjaga kelestarian nilai-nilai budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.

Sekitar 100 peserta sukerta mengikuti prosesi ruwatan yang dipusatkan di kawasan api abadi Kayangan Api, salah satu situs budaya dan geowisata paling ikonik di Kabupaten Bojonegoro. Rangkaian acara berlangsung khidmat dengan diiringi pagelaran wayang kulit berlakon Murwakala yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi ruwatan.

banner 336x280

Masyarakat dari berbagai wilayah tampak hadir untuk mengikuti prosesi sekaligus menyaksikan jalannya pertunjukan budaya yang sarat makna spiritual tersebut. Selain menjadi ritual adat, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan masyarakat untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa Ruwatan Murwakala bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat Jawa.

Menurutnya, prosesi ruwatan mengandung pesan tentang pentingnya introspeksi diri, memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan lingkungan sekitarnya.

“Tradisi ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur, membersihkan diri dari hal-hal negatif, dan memanjatkan doa agar kehidupan yang dijalani menjadi lebih baik, tenteram, dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Ia menilai pelestarian budaya lokal menjadi bagian penting dalam menjaga identitas daerah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan budaya yang memiliki nilai sejarah, pendidikan, dan spiritual bagi masyarakat.

Menurut Wahono, budaya lokal merupakan aset yang tidak ternilai dan harus diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.

“Tradisi seperti ini harus terus kita jaga karena menjadi bagian dari jati diri masyarakat Bojonegoro. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur yang dapat menjadi pedoman kehidupan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga keberadaan Kayangan Api sebagai salah satu warisan budaya dan destinasi geowisata unggulan Kabupaten Bojonegoro.

Kawasan yang dikenal dengan fenomena api abadi tersebut tidak hanya memiliki daya tarik wisata, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang telah hidup bersama masyarakat selama berabad-abad.

Menurutnya, pelestarian Kayangan Api harus dilakukan secara berkelanjutan agar tetap dapat dinikmati dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Kayangan Api adalah kebanggaan masyarakat Bojonegoro. Ini warisan leluhur yang harus terus kita jaga agar tetap lestari dan menjadi sumber pembelajaran bagi anak cucu kita kelak,” tegasnya.

Pelaksanaan Ruwatan Murwakala tahun ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Kayangan Api sebagai salah satu destinasi budaya yang mendukung pengembangan Geopark Bojonegoro.

Selain menghadirkan nilai spiritual dan budaya, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata berbasis budaya.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, masyarakat diajak untuk terus menjaga tradisi yang telah diwariskan para leluhur. Melalui pelestarian budaya, nilai-nilai kearifan lokal diharapkan tetap hidup dan menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan daerah yang berakar pada identitas budaya masyarakat.

Ruwatan Murwakala 2026 pun menjadi bukti bahwa di tengah modernisasi, warisan budaya tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Bojonegoro sebagai penanda identitas, penguat kebersamaan, dan penghubung antara generasi masa lalu, masa kini, dan masa depan.(red)

banner 336x280

Komentar