Satu Tahun Memimpin, Bupati Bojonegoro Tegaskan Fondasi Reformasi Birokrasi

Refleksi kepemimpinan di Pendopo Malowopati diwarnai santunan sosial dan penguatan sinergi lintas sektor di bulan Ramadan

banner 468x60

Halobojonegoro.id, BOJONEGORO — Genap setahun menakhodai pemerintahan, Setyo Wahono bersama Wakil Bupati menggelar agenda “Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro” di Pendopo Malowopati, Jumat (20/02). Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan arah kebijakan sekaligus memperkuat komitmen membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif dan kolaboratif.

Mengusung tema “Merajut Kebersamaan Membangun Bojonegoro Bahagia, Makmur, Membanggakan”, kegiatan berlangsung dalam nuansa Ramadan yang khidmat. Refleksi kepemimpinan tidak hanya menjadi ruang evaluasi kinerja, tetapi juga ajang konsolidasi moral dan sosial bersama seluruh pemangku kepentingan daerah.

banner 336x280

Rangkaian acara diawali dengan peresmian Bazar UMKM Bahagia di sepanjang Jalan P. Mas Tumapel. Sebanyak 75 tenda yang menaungi 215 pelaku usaha lokal menjadi simbol konkret keberpihakan pemerintah pada penguatan ekonomi kerakyatan.

Di dalam pendopo, lantunan selawat membuka acara utama, menghadirkan suasana religius yang kental. Bupati dan Wakil Bupati secara simbolis menyerahkan santunan kepada penyandang disabilitas, lansia, anak yatim, marbot masjid, penggali kubur, hingga pengemudi becak sebagai wujud kepedulian sosial di bulan suci.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa tahun pertama kepemimpinan difokuskan pada peletakan fondasi kebijakan sesuai visi-misi dalam RPJMD. Ia menekankan pentingnya membangun sistem yang kuat serta mentransformasi pola pikir birokrasi agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Tahun pertama adalah fase membangun arah dan sistem. Reformasi mindset menjadi kunci agar pelayanan publik semakin adaptif,” ujarnya.

Ia juga mendorong komunikasi yang lebih cair antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan meninggalkan pola komando yang kaku. Menurutnya, kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang terbuka terhadap masukan dan siap belajar demi kesejahteraan masyarakat.

Apresiasi turut disampaikan kepada Wakil Bupati atas soliditas yang terjalin selama setahun terakhir. Sinergi pimpinan daerah dinilai menjadi fondasi stabilitas pemerintahan di tengah dinamika pembangunan.

Acara tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, DPRD, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, camat, kepala desa, serta tokoh agama dan masyarakat. Kebersamaan ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan buka puasa dan salat Maghrib berjamaah, mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat dalam semangat kebersamaan Ramadan. (Mu)

banner 336x280

Komentar