Halobojonegoro.id, BOJONEGORO — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Bojonegoro tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik bendera dan pidato, tersimpan denyut baru: kebangkitan pemuda desa sebagai motor perubahan sosial dan ekonomi.
Bertempat di halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro, Selasa (28/10/2025), sebanyak 17 pemuda-pemudi menerima penghargaan sebagai Pemuda Pelopor. Mereka bukan hanya simbol generasi kreatif, tetapi representasi nyata dari anak muda yang memberi solusi di lingkungannya—dari wirausaha lokal hingga gerakan sosial yang menyentuh akar desa.
Yang menarik, dua di antara penerima penghargaan tersebut, Wildan Adzkiya Ainul Fajri (Bidang Kewirausahaan) dan Tadzkhirotul A’la (Bidang Sosial Kemasyarakatan), menembus batas kabupaten dengan meraih prestasi di tingkat Provinsi Jawa Timur. Sebuah capaian yang memperlihatkan bahwa potensi muda Bojonegoro kini diakui lebih luas.
Tidak hanya itu, Pemkab Bojonegoro juga memberikan apresiasi khusus kepada Laila dari Kecamatan Sukosewu yang mewakili Bojonegoro dalam ajang Pertukaran Pemuda Antarprovinsi di tingkat nasional. Partisipasi ini menjadi simbol bahwa kiprah pemuda Bojonegoro kini menembus ruang-ruang strategis lintas daerah.
Kepala Bidang Kepemudaan Dinpora Bojonegoro, Flora Agrishinta, menegaskan bahwa Pemuda Pelopor adalah “pemantik gerak” bagi generasi lain agar tak berhenti bermimpi dan beraksi. Tahun ini, kolaborasi antara Kemenpora dan Kemendes menghadirkan konsep baru: Pemuda Pelopor Desa. Sebuah model yang mendorong lahirnya inovasi dari desa, bukan lagi hanya dari pusat kota.
“Setiap tahun Bojonegoro selalu melahirkan pelopor yang menorehkan prestasi hingga nasional. Tahun depan, kami akan menyiapkan lebih banyak peserta dari lima bidang untuk berkompetisi di tingkat provinsi dan nasional,” ungkap Flora. Ia menegaskan, konsistensi Bojonegoro dalam membina pemuda adalah investasi sosial jangka panjang bagi kemajuan daerah.
Penganugerahan ini menjadi lebih dari sekadar pemberian piala. Ia menegaskan sebuah pesan: Sekali Pelopor, Tetap Pelopor. Bahwa semangat Sumpah Pemuda tak berhenti di ruang upacara, tetapi hidup di ladang, bengkel, komunitas, dan ruang digital tempat para pemuda Bojonegoro mengubah gagasan menjadi gerakan nyata. (red)



















Komentar