<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) &#8211; Halo Bojonegoro</title>
	<atom:link href="https://halobojonegoro.id/tag/exxonmobil-cepu-limited-emcl/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://halobojonegoro.id</link>
	<description>Inspiratif dan Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Sep 2026 03:33:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.1</generator>

<image>
	<url>https://halobojonegoro.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) &#8211; Halo Bojonegoro</title>
	<link>https://halobojonegoro.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>EMCL Perkuat Kesadaran Keselamatan Nelayan dan Pelaku UMKM Karangsari</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/emcl-perkuat-kesadaran-keselamatan-nelayan-dan-pelaku-umkm-karangsari/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/emcl-perkuat-kesadaran-keselamatan-nelayan-dan-pelaku-umkm-karangsari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 03:33:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Rilis]]></category>
		<category><![CDATA[Tuban]]></category>
		<category><![CDATA[ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=4590</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, Tuban, 11 September 2026 – ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama PIB <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/emcl-perkuat-kesadaran-keselamatan-nelayan-dan-pelaku-umkm-karangsari/" title="EMCL Perkuat Kesadaran Keselamatan Nelayan dan Pelaku UMKM Karangsari" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, Tuban, 11 September 2026 – ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama PIB Bojonegoro kembali memperkuat edukasi keselamatan dan keamanan wilayah pesisir melalui sosialisasi “Ojo Parek-parek FSO Gagak Rimang” kepada nelayan dan pelaku UMKM Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jumat (11/9). Kegiatan yang berlangsung di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Karangsari ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mematuhi zona keselamatan di sekitar FSO Gagak Rimang.</p>
<p class="p1"><span class="s1">Hadir memberikan arahan, Slamet Widodo mengajak nelayan dan pelaku UMKM turut menjaga keselamatan serta keamanan wilayah pesisir. Ia menekankan pentingnya mematuhi zona keselamatan FSO Gagak Rimang dan saling mengingatkan untuk tidak mendekati area tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Keselamatan di laut adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Slamet.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, Arifin dari PIB Bojonegoro menyampaikan materi mengenai zona keselamatan FSO Gagak Rimang serta ketentuan yang perlu dipahami masyarakat dalam beraktivitas di wilayah perairan. Ia menjelaskan bahwa pesan “Ojo Parek-parek FSO Gagak Rimang” merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan nelayan sekaligus mendukung keamanan operasional FSO.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Jangan dekati FSO demi keselamatan bersama,” kata Arifin.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Para peserta yang terdiri atas nelayan dan pelaku UMKM Kelurahan Karangsari mengikuti sosialisasi dan dialog secara aktif. Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat memperluas penyebaran pesan keselamatan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Melalui kegiatan ini, EMCL dan PIB Bojonegoro berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan dan keamanan di wilayah perairan terus meningkat, sehingga aktivitas melaut dapat berlangsung aman sekaligus mendukung keamanan operasional FSO Gagak Rimang.(red)</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/emcl-perkuat-kesadaran-keselamatan-nelayan-dan-pelaku-umkm-karangsari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gayatri Tahap 2 Tak Sekadar Bagi Bantuan, EMCL Dorong Peternakan Ayam Petelur Jadi Ekosistem Usaha Desa</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/gayatri-tahap-2-tak-sekadar-bagi-bantuan-emcl-dorong-peternakan-ayam-petelur-jadi-ekosistem-usaha-desa/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/gayatri-tahap-2-tak-sekadar-bagi-bantuan-emcl-dorong-peternakan-ayam-petelur-jadi-ekosistem-usaha-desa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2026 06:18:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Ayam petelur]]></category>
		<category><![CDATA[EMCL]]></category>
		<category><![CDATA[ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)]]></category>
		<category><![CDATA[Gayatri]]></category>
		<category><![CDATA[Program Masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=4417</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, BOJONEGORO — Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) memasuki fase <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/gayatri-tahap-2-tak-sekadar-bagi-bantuan-emcl-dorong-peternakan-ayam-petelur-jadi-ekosistem-usaha-desa/" title="Gayatri Tahap 2 Tak Sekadar Bagi Bantuan, EMCL Dorong Peternakan Ayam Petelur Jadi Ekosistem Usaha Desa" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, <strong>BOJONEGORO</strong> — Program <strong>Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri)</strong> memasuki fase pengembangan. Setelah sebelumnya berfokus pada pemberian dukungan awal bagi masyarakat, program yang digulirkan <strong>ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)</strong> bersama <strong>ALAS Institute</strong> tersebut kini diarahkan untuk membangun ekosistem usaha peternakan di tingkat desa.</p>
<p class="isSelectedEnd">Perubahan pendekatan itu menjadi salah satu hasil evaluasi pelaksanaan Gayatri tahap sebelumnya. Program tidak lagi sekadar dipandang sebagai bantuan berupa ayam, kandang, dan pakan, tetapi diarahkan agar usaha yang dijalankan penerima manfaat mampu bertahan, berkembang, serta memiliki rantai ekonomi yang saling terhubung.</p>
<p class="isSelectedEnd">Salah satu penerima manfaat, <strong>Marsam</strong>, warga Desa Sudu, Kecamatan Gayam, menjadi contoh bagaimana program tersebut mulai berkembang di tingkat keluarga. Pria yang memiliki tiga anak itu mengaku masih dipercaya menjadi penerima Gayatri tahap kedua setelah dinilai mampu menjalankan usaha ayam petelur pada program sebelumnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Alhamdulillah kami masih dipercaya mendapatkan Gayatri. Kami akan bersungguh-sungguh menjalankannya dan menjadi peternak yang handal,” ungkap Marsam kepada media, Minggu (16/8/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">Pengalaman beternak sejak tahun lalu membuat Marsam mulai menemukan pola pemeliharaan yang sesuai dengan kondisi ternaknya. Ia bahkan menerapkan kebiasaan perawatan yang selama ini digunakan ketika memelihara ayam secara mandiri.</p>
<p class="isSelectedEnd">Hasilnya, produksi telurnya dapat mencapai sekitar <strong>3 kilogram per hari</strong>. Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga turut membantu keberlanjutan usaha karena kebutuhan pakan dapat disuplai dan hasil telur terserap melalui pembelian.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Saya bersyukur karena BUMDes selama ini telah membantu menyuplai pakan dan juga telur langsung dibeli,” imbuhnya.</p>
<h3>Evaluasi Jadi Dasar Pengembangan</h3>
<p class="isSelectedEnd">Memasuki Gayatri Tahap 2, ALAS Institute melakukan evaluasi terhadap lebih dari <strong>100 penerima program sebelumnya</strong>. Asesmen tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan usaha sekaligus mengidentifikasi persoalan yang masih menjadi kendala peternak.</p>
<p class="isSelectedEnd">Hasil evaluasi kemudian menjadi dasar untuk memperbaiki pola pendampingan pada tahap berikutnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">“<strong>Tahun ini kita akan fokus pada pengembangan ekosistem,</strong>” tutur Manager Program ALAS Institute, <strong>Khoirul Huda</strong>.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Huda, penguatan ekosistem diperlukan agar usaha peternakan tidak berjalan sendiri-sendiri. Ketersediaan pakan, produksi telur, pemasaran, kelembagaan desa, hingga keterlibatan masyarakat perlu memiliki hubungan yang jelas sehingga usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Program tersebut merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) <strong>SKK Migas dan EMCL</strong>. Gayatri Tahap 2 menyasar lima desa, yakni <strong>Sukoharjo dan Leran di Kecamatan Kalitidu serta Sudu, Bonorejo, dan Gayam di Kecamatan Gayam</strong>.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sebanyak <strong>50 orang</strong> ditetapkan sebagai penerima manfaat dalam program tersebut.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dukungan diberikan dalam bentuk paket ayam petelur, kandang, serta pakan awal. Namun, orientasi program diperluas pada peningkatan pendapatan, produktivitas telur, kualitas hidup, serta kemampuan penerima manfaat untuk mengembangkan usaha secara mandiri.</p>
<h3>Dari Bantuan Menuju Kemandirian</h3>
<p class="isSelectedEnd">Perwakilan EMCL, <strong>Feni K. Indiharti</strong>, menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya bantuan yang diberikan. Keterlibatan masyarakat sejak awal menjadi faktor penting agar program dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan dan komitmen bersama,” ucap Feni.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurutnya, pengembangan peternakan masyarakat membutuhkan proses yang berkelanjutan. Karena itu, penerima manfaat tidak ditempatkan hanya sebagai penerima bantuan, melainkan sebagai pelaku utama yang menentukan keberlanjutan usaha.</p>
<p class="isSelectedEnd">Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen industri hulu migas dalam mendukung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya warga di sekitar wilayah operasi migas <strong>Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris</strong>.</p>
<p class="isSelectedEnd">Feni juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat yang selama ini memberikan dukungan terhadap kegiatan operasional EMCL.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Terima kasih untuk dukungan pemerintah dan masyarakat selama ini. Pemenuhan energi untuk negeri ini tidak akan terpenuhi tanpa dukungan Bapak Ibu sekalian,” ucapnya saat sosialisasi di Desa Sudu, Kamis (13/8/2026).</p>
<h3>Sinkronisasi Data Penerima</h3>
<p class="isSelectedEnd">Sosialisasi program di Balai Desa Sudu menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan Gayatri Tahap 2 berjalan lebih jauh. Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, calon penerima manfaat, EMCL, serta ALAS Institute.</p>
<p class="isSelectedEnd">Forum tersebut tidak hanya digunakan untuk menyampaikan konsep program. Data hasil verifikasi lapangan terhadap calon penerima manfaat juga dibahas dan disinkronkan bersama para pemangku kepentingan desa.</p>
<p class="isSelectedEnd">Langkah tersebut dilakukan agar penerima program benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Pada saat yang sama, pemerintah desa dan masyarakat memperoleh ruang untuk memberikan masukan terhadap pelaksanaan program.</p>
<p class="isSelectedEnd">Gayatri Tahap 2 pada akhirnya membawa arah baru bagi program pemberdayaan peternak ayam petelur di Bojonegoro. Jika pada tahap awal bantuan menjadi pintu masuk, maka pada tahap berikutnya <strong>kemandirian dan ekosistem usaha menjadi tujuan utama</strong>.</p>
<p>Dengan keterlibatan masyarakat, dukungan kelembagaan desa, pendampingan, serta kesinambungan pasar, program ini diharapkan tidak berhenti ketika bantuan awal selesai. Sebaliknya, peternakan ayam petelur dapat tumbuh menjadi aktivitas ekonomi produktif yang mampu memberi manfaat berkelanjutan bagi keluarga dan desa.(red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/gayatri-tahap-2-tak-sekadar-bagi-bantuan-emcl-dorong-peternakan-ayam-petelur-jadi-ekosistem-usaha-desa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aturan TKDN Makin Ketat, Pengusaha Lokal Bojonegoro Didorong Naik Kelas di Industri Hulu Migas</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/aturan-tkdn-makin-ketat-pengusaha-lokal-bojonegoro-didorong-naik-kelas-di-industri-hulu-migas/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/aturan-tkdn-makin-ketat-pengusaha-lokal-bojonegoro-didorong-naik-kelas-di-industri-hulu-migas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 06:37:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Rilis]]></category>
		<category><![CDATA[Aturan TKDN]]></category>
		<category><![CDATA[ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)]]></category>
		<category><![CDATA[Migas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=4370</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, BOJONEGORO — Dunia usaha lokal di sekitar wilayah operasi hulu minyak <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/aturan-tkdn-makin-ketat-pengusaha-lokal-bojonegoro-didorong-naik-kelas-di-industri-hulu-migas/" title="Aturan TKDN Makin Ketat, Pengusaha Lokal Bojonegoro Didorong Naik Kelas di Industri Hulu Migas" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, <strong>BOJONEGORO</strong> — Dunia usaha lokal di sekitar wilayah operasi hulu minyak dan gas bumi (migas) menghadapi tantangan baru seiring perubahan regulasi dan semakin digitalnya sistem pengadaan. Pelaku usaha dituntut tidak hanya mampu menyediakan barang dan jasa, tetapi juga memenuhi standar industri yang semakin ketat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kondisi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam lokakarya peningkatan kapasitas penyedia barang dan jasa lokal yang digelar di Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">Kegiatan yang diinisiasi ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama SKK Migas Jabanusa tersebut diikuti sekitar 52 kontraktor lokal yang berada di sekitar wilayah operasi Lapangan Banyu Urip.</p>
<h3>TKDN Jadi Tantangan Baru</h3>
<p class="isSelectedEnd">Perubahan Pedoman Tata Kerja (PTK) 005 Revisi 5 SKK Migas membawa konsekuensi baru bagi kontraktor. Pemenuhan komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kini menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan secara serius karena ketidakpatuhan terhadap komitmen kontrak dapat berujung pada sanksi finansial.</p>
<p class="isSelectedEnd">Di sisi lain, proses pengadaan juga semakin terdigitalisasi. Pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan berbagai platform yang digunakan dalam proses administrasi pengadaan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Salah satunya melalui pengisian <strong>Prospective Business Associate Questionnaire (PBAQ)</strong> menggunakan Sayari System serta pengajuan dokumen <strong>Service Entry Sheet (SES)</strong> melalui portal EM Connect.</p>
<p class="isSelectedEnd">Perwakilan EMCL, Rifqi Romadhon, mengatakan perubahan tata kelola tersebut tidak dimaksudkan sekadar memperketat persyaratan bagi kontraktor lokal. Lebih dari itu, perubahan sistem diarahkan agar pelaku usaha daerah mampu memenuhi standar kualifikasi industri secara lebih profesional.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Lokakarya ini bagian dari upaya menjaga ekosistem usaha lokal agar tetap kompetitif dan adaptif terhadap regulasi terbaru,” ujar Rifqi.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurutnya, EMCL bersama SKK Migas terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam membangun iklim usaha yang kompetitif. Penguatan kapasitas pengusaha lokal diharapkan dapat membuat keberadaan industri hulu migas memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Bojonegoro.</p>
<h3>Rantai Pasok Lokal Berpengaruh pada Operasi Migas</h3>
<p class="isSelectedEnd">Besarnya kontribusi Lapangan Banyu Urip terhadap produksi minyak nasional membuat keberadaan rantai pasok lokal menjadi bagian penting dalam ekosistem industri.</p>
<p class="isSelectedEnd">Lapangan Banyu Urip disebut menyumbang lebih dari 20 persen produksi minyak mentah nasional. Karena itu, kemampuan pelaku usaha lokal memenuhi standar pengadaan tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan bisnis masing-masing kontraktor, tetapi juga mendukung kelancaran kegiatan operasional.</p>
<p class="isSelectedEnd">Di tingkat daerah, keberadaan kontraktor lokal yang semakin kuat juga berpotensi menciptakan efek berganda melalui penyerapan tenaga kerja, aktivitas usaha hingga kontribusi terhadap penerimaan daerah.</p>
<h3>Pemkab Dorong Pembinaan Berkelanjutan</h3>
<p class="isSelectedEnd">Pemerintah Kabupaten Bojonegoro turut memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, menekankan pentingnya pembinaan secara berkelanjutan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurutnya, perkembangan industri yang semakin mengandalkan teknologi membutuhkan tenaga kerja dan pengusaha daerah yang mampu mengikuti perubahan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Yusnita Liasari, menyoroti hubungan antara pertumbuhan usaha lokal dan penguatan kemandirian fiskal daerah.</p>
<p class="isSelectedEnd">Semakin berkembang usaha lokal, semakin besar pula peluang kontribusi terhadap penerimaan daerah melalui sektor perpajakan. Karena itu, peningkatan kapasitas kontraktor dinilai memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan rantai pasok industri.</p>
<h3>Kemampuan Kontraktor Masih Beragam</h3>
<p class="isSelectedEnd">Meski program pembinaan terhadap pengusaha lokal telah dilakukan dalam berbagai putaran, kemampuan masing-masing pelaku usaha masih belum seragam.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sebagian kontraktor telah mampu beradaptasi dengan sistem pengadaan digital dan tuntutan regulasi migas. Namun, sebagian lainnya masih menghadapi kendala dalam proses verifikasi TKDN maupun pemenuhan persyaratan administrasi.</p>
<p class="isSelectedEnd">Yusuf, salah seorang pengusaha lokal asal Desa Gayam yang wilayahnya berbatasan langsung dengan fasilitas utama Lapangan Banyu Urip, mengakui bahwa standar industri migas menjadi tantangan tersendiri bagi kontraktor kecil yang sedang berkembang.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Menurutnya, pendampingan seperti ini sangat kami butuhkan karena proses belajarnya tidak pernah berhenti. Di lapangan, kenyataannya ada pengusaha yang sudah maju, tapi ada juga yang belum berhasil memenuhi standar,” tutur Yusuf.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ia menilai pendampingan secara rutin penting agar kontraktor lokal tidak tertinggal ketika regulasi maupun sistem pengadaan mengalami perubahan.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Tanpa bimbingan rutin mengenai aturan baru dan sistem yang rumit, kontraktor lokal rentan gugur sebelum berkembang,” ungkapnya.</p>
<h3>Adaptasi Jadi Kunci</h3>
<p class="isSelectedEnd">Perubahan regulasi dan digitalisasi pengadaan pada akhirnya menuntut kontraktor lokal untuk terus meningkatkan kapasitas. Penguasaan teknologi tidak lagi menjadi pilihan tambahan, melainkan bagian dari kemampuan dasar untuk dapat bertahan dalam persaingan industri.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pemahaman terhadap regulasi terkait verifikasi TKDN, termasuk Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 Tahun 2013, serta kemampuan menggunakan platform pengadaan digital menjadi modal penting bagi pelaku usaha.</p>
<p class="isSelectedEnd">Melalui peningkatan kapasitas tersebut, kontraktor lokal diharapkan mampu mengurangi risiko kesalahan administrasi maupun sanksi finansial. Pada saat yang sama, mereka juga memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan memperluas pasar di luar ekosistem hulu migas.</p>
<p>Dengan demikian, tantangan perubahan regulasi dapat menjadi momentum bagi pengusaha lokal Bojonegoro untuk bertransformasi dari sekadar pemasok lokal menjadi pelaku usaha yang memiliki standar dan daya saing lebih tinggi.(red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/aturan-tkdn-makin-ketat-pengusaha-lokal-bojonegoro-didorong-naik-kelas-di-industri-hulu-migas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Langsung dari Pelaku Usaha, Peserta Program Pelatihan Kerja EMCL 2026 Ikuti Magang UMKM</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/belajar-langsung-dari-pelaku-usaha-peserta-program-pelatihan-kerja-emcl-2026-ikuti-magang-umkm/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/belajar-langsung-dari-pelaku-usaha-peserta-program-pelatihan-kerja-emcl-2026-ikuti-magang-umkm/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2026 05:26:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Industri]]></category>
		<category><![CDATA[EMCL]]></category>
		<category><![CDATA[ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)]]></category>
		<category><![CDATA[Magang UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=4207</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id Bojonegoro – Peserta Program Pelatihan Kerja bagi Pelajar dan Mahasiswa ExxonMobil <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/belajar-langsung-dari-pelaku-usaha-peserta-program-pelatihan-kerja-emcl-2026-ikuti-magang-umkm/" title="Belajar Langsung dari Pelaku Usaha, Peserta Program Pelatihan Kerja EMCL 2026 Ikuti Magang UMKM" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id <span class="s1">Bojonegoro – Peserta Program Pelatihan Kerja bagi Pelajar dan Mahasiswa ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) Tahun 2026 mengikuti magang UMKM sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik untuk mengasah kompetensi kerja dan kewirausahaan. Selain magang UMKM, para peserta juga menjalani magang industri sehingga memperoleh pengalaman kerja secara langsung di dua lingkungan berbeda, yakni dunia usaha dan dunia industri.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada magang UMKM, peserta terlibat dalam berbagai aktivitas operasional, mulai dari mengikuti proses produksi, pengemasan produk, pengelolaan administrasi, pencatatan stok, pelayanan pelanggan, hingga promosi dan pemasaran produk. Sementara melalui magang industri, peserta memperoleh pengalaman bekerja sesuai bidang penempatannya, mengenal budaya kerja profesional, disiplin, serta penerapan standar keselamatan dan prosedur kerja di lingkungan industri.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Perwakilan EMCL, Husna Widhi Hastuti, mengatakan bahwa magang UMKM dan magang industri merupakan bagian penting dari Program Pelatihan Kerja bagi Pelajar dan Mahasiswa EMCL Tahun 2026. Kedua skema tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang saling melengkapi sehingga peserta memiliki bekal kompetensi yang lebih komprehensif sebelum memasuki dunia kerja.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja nyata, tetapi juga belajar langsung dari dunia industri dan para pelaku UMKM. Kami berharap mereka memiliki bekal kompetensi, etos kerja, kemampuan berkomunikasi, dan semangat berinovasi sebagai persiapan memasuki dunia kerja,” ujar Husna.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Salah seorang peserta, Muhammad Firman Ramadhan, siswa SMKN 4 Bojonegoro, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti program magang. Menurutnya, keterlibatan langsung dalam aktivitas UMKM maupun industri memberikan pemahaman yang lebih utuh tentang dunia kerja.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Melalui program ini saya belajar bekerja sama dalam tim, memahami proses usaha, sekaligus mengenal budaya kerja di dunia industri. Pengalaman ini sangat bermanfaat dan menjadi bekal bagi saya setelah lulus sekolah,” ungkap Firman.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Program magang UMKM dan magang industri merupakan bagian dari komitmen EMCL dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasinya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Melalui pengalaman belajar yang nyata, EMCL berharap peserta memiliki kompetensi, karakter kerja, dan kemampuan adaptasi yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.(*red)</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/belajar-langsung-dari-pelaku-usaha-peserta-program-pelatihan-kerja-emcl-2026-ikuti-magang-umkm/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Limbah Kantong Plastik Disulap Jadi Produk Bernilai, Perempuan PRIMA Bojonegoro Raup Peluang Ekonomi</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/limbah-kantong-plastik-disulap-jadi-produk-bernilai-perempuan-prima-bojonegoro-raup-peluang-ekonomi/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/limbah-kantong-plastik-disulap-jadi-produk-bernilai-perempuan-prima-bojonegoro-raup-peluang-ekonomi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2026 04:57:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[EMCL]]></category>
		<category><![CDATA[ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)]]></category>
		<category><![CDATA[Pendampingan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=4169</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Tumpukan kantong plastik bekas yang selama ini identik dengan <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/limbah-kantong-plastik-disulap-jadi-produk-bernilai-perempuan-prima-bojonegoro-raup-peluang-ekonomi/" title="Limbah Kantong Plastik Disulap Jadi Produk Bernilai, Perempuan PRIMA Bojonegoro Raup Peluang Ekonomi" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Tumpukan kantong plastik bekas yang selama ini identik dengan limbah kini berubah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi di tangan para perempuan yang tergabung dalam Perempuan Indonesia Merajut (PRIMA) Kabupaten Bojonegoro. Melalui kreativitas dan keterampilan merajut, limbah plastik disulap menjadi dompet, gantungan kunci, hingga boneka amigurumi yang telah dipasarkan ke berbagai daerah, termasuk Yogyakarta.</p>
<p>Untuk meningkatkan kualitas sekaligus memperkaya variasi produk, sebanyak 18 anggota PRIMA mengikuti Pelatihan Merajut Amigurumi dari Kantong Plastik Bekas yang digelar di Desa Pungpungan, Kecamatan Kalitidu, pada 14–16 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong inovasi ekonomi sirkular berbasis pemberdayaan perempuan.</p>
<p>Pelatihan yang difasilitasi Yayasan Sri Sasanti Indonesia (YSSI) itu merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dan Penyandang Disabilitas yang diinisiasi ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama SKK Migas. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga membuka akses pasar sehingga hasil karya peserta memiliki nilai jual yang berkelanjutan.</p>
<p>Penjual produk rajut daur ulang asal Yogyakarta, Natalia Wibowo, mengaku puas terhadap kualitas hasil produksi kelompok PRIMA. Menurutnya, selain memiliki kemampuan teknis yang baik, para perajut juga menunjukkan etos kerja tinggi serta manajemen kelompok yang tertata.</p>
<p>“Hasilnya cukup memuaskan. Mereka terorganisasi dengan sangat baik, memiliki semangat belajar tinggi, dan tidak mudah menyerah ketika hasil produksinya belum sesuai standar. Kerja sama seperti ini sangat menyenangkan,” ujar Natalia.</p>
<p>Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro Mahmudi, Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Yuri Nur Rahmawati, Camat Kalitidu Djuana Poerwiyanto, serta perwakilan EMCL Marshya C. Ariej.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Mahmudi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung peningkatan kapasitas kelompok perajin, khususnya pada aspek produksi. Ia mempersilakan kelompok mengajukan pelatihan teknis sesuai kebutuhan agar kualitas produk semakin meningkat, sementara penguatan pemasaran akan difasilitasi melalui dinas terkait.</p>
<p>Sementara itu, Marshya C. Ariej menjelaskan bahwa kelompok PRIMA dibangun sebagai ekosistem usaha yang fleksibel. Para anggota tidak hanya berperan sebagai tenaga produksi yang menerima upah dari pembeli tetap (offtaker), tetapi juga berkembang menjadi pelaku UMKM yang mampu memasarkan produk secara mandiri.</p>
<p>Menurutnya, keberadaan jaringan pembeli menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program pemberdayaan tersebut. Dengan adanya kepastian pasar, inovasi pemanfaatan limbah plastik dapat berjalan beriringan dengan peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar wilayah operasi migas.</p>
<p>Manfaat ekonomi dari program tersebut telah dirasakan langsung oleh para anggotanya. Salah satunya Siti Maimunah, perajut asal Desa Sudu, yang mengaku kini memiliki penghasilan tambahan setelah bergabung dengan kelompok PRIMA.</p>
<p>“Sebelum bergabung saya tidak memiliki penghasilan sendiri. Setelah merajut, saya bisa membantu kebutuhan keluarga. Bahkan saya berhasil membeli dua ekor kambing dari hasil menyisihkan uang merajut plastik,” ungkapnya.</p>
<p>Hingga pertengahan 2026, kelompok PRIMA tercatat telah memproduksi sedikitnya 770 produk rajut berbahan kantong plastik bekas. Ketua PRIMA Kabupaten Bojonegoro, Wainem, optimistis pelatihan tersebut akan semakin memperluas peluang pasar karena permintaan produk berbahan daur ulang terus berkembang dengan model yang semakin beragam.</p>
<p>“Permintaan produk sangat bervariasi. Kami harus terus belajar model-model baru agar mampu memenuhi kebutuhan pasar. Pelatihan ini membuat kami semakin percaya diri menerima pesanan dalam jumlah lebih besar,” pungkas perempuan yang akrab disapa Mak Nem.(red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/limbah-kantong-plastik-disulap-jadi-produk-bernilai-perempuan-prima-bojonegoro-raup-peluang-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peserta Program Pelatihan Kerja EMCL Asah Kompetensi Promosi di Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/peserta-program-pelatihan-kerja-emcl-asah-kompetensi-promosi-di-bojonegoro-wastra-batik-festival-2026/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/peserta-program-pelatihan-kerja-emcl-asah-kompetensi-promosi-di-bojonegoro-wastra-batik-festival-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 04:51:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Rilis]]></category>
		<category><![CDATA[EMCL]]></category>
		<category><![CDATA[ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)]]></category>
		<category><![CDATA[Wastra Batik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=4134</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Peserta Program Pelatihan Kerja bagi Pelajar dan Mahasiswa ExxonMobil <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/peserta-program-pelatihan-kerja-emcl-asah-kompetensi-promosi-di-bojonegoro-wastra-batik-festival-2026/" title="Peserta Program Pelatihan Kerja EMCL Asah Kompetensi Promosi di Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Peserta Program Pelatihan Kerja bagi Pelajar dan Mahasiswa ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) Tahun 2026 turut ambil bagian dalam Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 dengan menjaga stand EMCL sekaligus mempromosikan berbagai produk UMKM binaan perusahaan kepada para pengunjung.</p>
<p class="p1"><span class="s1">Keterlibatan peserta menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk memperkuat kompetensi di dunia kerja. Mereka tidak hanya bertugas melayani pengunjung, tetapi juga mengenalkan produk unggulan UMKM, memberikan informasi mengenai program pemberdayaan masyarakat EMCL, serta melatih kemampuan komunikasi, pelayanan, dan pemasaran secara langsung.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Perwakilan EMCL, Husna Widhi Hastuti, mengatakan bahwa keterlibatan peserta dalam festival merupakan bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar mengenai pelayanan dan promosi, tetapi juga memahami bagaimana produk UMKM dipasarkan kepada masyarakat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Pengalaman ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mereka sebelum memasuki dunia kerja,&#8221; ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, perwakilan PIB Bojonegoro, Lulus Harka, mengatakan bahwa keterlibatan peserta di Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 merupakan bagian dari proses pembelajaran yang dirancang agar peserta memperoleh pengalaman kerja secara langsung di lapangan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Peserta tidak hanya belajar tentang promosi produk, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi, pelayanan, kerja sama tim, dan kepercayaan diri saat berinteraksi dengan masyarakat,&#8221; kata Lulus.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selama festival berlangsung, para peserta turut memperkenalkan berbagai produk UMKM binaan EMCL, seperti kain batik, busana, dan produk rajut hasil karya masyarakat di sekitar wilayah operasi Lapangan Banyu Urip. Mereka juga membantu menjelaskan proses pembinaan yang dilakukan perusahaan dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Program ini merupakan bagian dari komitmen EMCL dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasinya melalui penguatan kompetensi dan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.(red)</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/peserta-program-pelatihan-kerja-emcl-asah-kompetensi-promosi-di-bojonegoro-wastra-batik-festival-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Branding Produk Lokal Dorong UMKM Drenges Siap Jadi Ikon Geopark Bojonegoro</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/pelatihan-branding-produk-lokal-dorong-umkm-drenges-siap-jadi-ikon-geopark-bojonegoro/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/pelatihan-branding-produk-lokal-dorong-umkm-drenges-siap-jadi-ikon-geopark-bojonegoro/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 04:54:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Rilis]]></category>
		<category><![CDATA[EMCL]]></category>
		<category><![CDATA[ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Sugihwaras]]></category>
		<category><![CDATA[LPPM Unigoro]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatihan Branding Produk]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=4037</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal terus dilakukan <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/pelatihan-branding-produk-lokal-dorong-umkm-drenges-siap-jadi-ikon-geopark-bojonegoro/" title="Pelatihan Branding Produk Lokal Dorong UMKM Drenges Siap Jadi Ikon Geopark Bojonegoro" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, <strong data-start="355" data-end="369">BOJONEGORO</strong> – Upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal terus dilakukan di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras. Melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama LPPM Universitas Bojonegoro kembali memberikan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan fokus pada pengembangan branding produk lokal sebagai geoproduk unggulan kawasan Geosite Kedung Lantung.</p>
<p data-start="813" data-end="1111">Pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Drenges, Jumat (26/6/2026), menjadi lanjutan dari berbagai program pemberdayaan yang sebelumnya telah diberikan, mulai dari penguatan kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelatihan pengelolaan destinasi wisata, guiding, hingga teknik storytelling.</p>
<p data-start="1113" data-end="1494">Dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM dibekali berbagai strategi membangun identitas produk agar mampu memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar. Materi pelatihan disampaikan oleh <strong data-start="1297" data-end="1322">Siti Nurhidayah, S.E.</strong>, Owner Zahida Painting, yang mengulas pentingnya membangun merek, menyusun cerita di balik produk (story selling), serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi.</p>
<p data-start="1496" data-end="1676">Menurutnya, kualitas produk saja belum cukup untuk memenangkan persaingan pasar. Produk juga harus memiliki identitas yang kuat sehingga mudah dikenali dan dipercaya oleh konsumen.</p>
<blockquote data-start="1678" data-end="1857">
<p data-start="1680" data-end="1857">&#8220;Branding bukan hanya soal logo atau nama produk, tetapi bagaimana membangun nilai dan kepercayaan sehingga produk memiliki karakter yang melekat di benak konsumen,&#8221; jelas Siti.</p>
</blockquote>
<p data-start="1859" data-end="2110">Selain membahas strategi pemasaran melalui media sosial dan marketplace, peserta juga diajak menggali potensi khas Desa Drenges yang dapat dikembangkan menjadi produk oleh-oleh unggulan bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Geosite Kedung Lantung.</p>
<p data-start="2112" data-end="2283">Salah satu peserta, <strong data-start="2132" data-end="2147">Nopita Sari</strong>, mengaku pelatihan tersebut membuka wawasan baru mengenai pentingnya kemasan, identitas produk, hingga strategi pemasaran yang efektif.</p>
<p data-start="2285" data-end="2512">&#8220;Sebelumnya saya hanya fokus membuat produk. Sekarang saya memahami bahwa kemasan, branding, dan cerita di balik produk juga menjadi faktor penting agar produk lebih diminati dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-start="2514" data-end="2757">Project Manager Program Dukungan Geopark Bojonegoro dari LPPM Universitas Bojonegoro, <strong data-start="2600" data-end="2615">Ichwan Hadi</strong>, menjelaskan bahwa pengembangan geoproduk merupakan bagian penting dalam memastikan manfaat Geopark dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.</p>
<p data-start="2759" data-end="2980">Menurutnya, pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui pengembangan destinasi wisata, tetapi juga perlu diikuti dengan penguatan sektor ekonomi lokal agar masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengembangan kawasan.</p>
<p data-start="2982" data-end="3227">Sementara itu, perwakilan EMCL, <strong data-start="3014" data-end="3031">Slamet Rijadi</strong>, berharap seluruh rangkaian pendampingan mampu melahirkan UMKM yang semakin mandiri, kreatif, dan berdaya saing sehingga mampu menghadirkan produk-produk khas yang menjadi identitas Desa Drenges.</p>
<p data-start="3229" data-end="3644" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, masyarakat Desa Drenges kini semakin optimistis menyambut pengembangan Geosite Kedung Lantung sebagai bagian dari Geopark Bojonegoro. Selain meningkatkan kapasitas pengelolaan wisata, program tersebut juga diharapkan mampu menciptakan geoproduk unggulan yang memperkuat identitas lokal sekaligus memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.(red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/pelatihan-branding-produk-lokal-dorong-umkm-drenges-siap-jadi-ikon-geopark-bojonegoro/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>EMCL dan Pemuda Muhammadiyah Cetak Duta Literasi Digital, 20 Sekolah di Bojonegoro Ikuti Pelatihan Internet Sehat</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/emcl-dan-pemuda-muhammadiyah-cetak-duta-literasi-digital-20-sekolah-di-bojonegoro-ikuti-pelatihan-internet-sehat/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/emcl-dan-pemuda-muhammadiyah-cetak-duta-literasi-digital-20-sekolah-di-bojonegoro-ikuti-pelatihan-internet-sehat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 06:20:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Rilis]]></category>
		<category><![CDATA[EMCL]]></category>
		<category><![CDATA[ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda Muhamadiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=3933</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Arus perkembangan teknologi yang semakin cepat mendorong berbagai pihak <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/emcl-dan-pemuda-muhammadiyah-cetak-duta-literasi-digital-20-sekolah-di-bojonegoro-ikuti-pelatihan-internet-sehat/" title="EMCL dan Pemuda Muhammadiyah Cetak Duta Literasi Digital, 20 Sekolah di Bojonegoro Ikuti Pelatihan Internet Sehat" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Arus perkembangan teknologi yang semakin cepat mendorong berbagai pihak untuk memperkuat kemampuan literasi digital generasi muda. Menjawab tantangan tersebut, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Bojonegoro menggelar pelatihan literasi digital bagi guru dan siswa dari 20 sekolah di Kabupaten Bojonegoro.</p>
<p>Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Literasi Digital Cerdas dan Sehat untuk Remaja Tahun 2026 itu berlangsung di Auditorium Kampus B STIKES Muhammadiyah Bojonegoro, Senin (15/6/2026). Pelatihan diikuti puluhan guru dan siswa terpilih yang diproyeksikan menjadi agen perubahan dalam membangun budaya digital yang sehat di lingkungan sekolah masing-masing.</p>
<p>Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, jajaran pengurus PDPM Bojonegoro, serta para pelatih dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Provinsi Jawa Timur yang akan mendampingi peserta selama program berlangsung.</p>
<p>Perwakilan EMCL, Almaliki Ukay Sukaya Subqy, mengatakan bahwa digitalisasi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Karena itu, kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari oleh generasi muda maupun dunia pendidikan.</p>
<p>Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan lagi soal akses terhadap teknologi, melainkan bagaimana masyarakat mampu menggunakan teknologi secara bijak dan produktif.</p>
<p>&#8220;Kita hidup di era digital yang berkembang sangat cepat. Karena itu kita harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia mengingatkan bahwa penggunaan teknologi harus tetap berada dalam kendali manusia. Kemampuan literasi digital menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak menjadi pengguna pasif yang mudah terpengaruh oleh berbagai informasi maupun tren negatif yang beredar di dunia maya.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai kita yang dikendalikan teknologi. Justru kita harus mampu mengendalikan teknologi untuk mendukung pengembangan diri dan masa depan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Pelatihan tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro yang melihat literasi digital sebagai kebutuhan penting dalam dunia pendidikan saat ini.</p>
<p>Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Bojonegoro, Achmad Nur Rochim, menilai kemampuan menggunakan teknologi secara sehat harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan moral peserta didik.</p>
<p>Menurutnya, perkembangan media sosial dan internet menghadirkan banyak peluang positif, namun juga membawa tantangan yang perlu diantisipasi melalui pendidikan yang tepat.</p>
<p>&#8220;Kami berharap lahir generasi yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan mampu memanfaatkan media digital secara bertanggung jawab,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, para guru dan siswa yang mengikuti pelatihan memiliki peran strategis sebagai pelopor literasi digital di lingkungan sekolah. Mereka diharapkan mampu menularkan pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh kepada teman sebaya maupun komunitas pendidikan yang lebih luas.</p>
<p>Dalam program tersebut, para peserta tidak hanya menerima materi pelatihan secara teori, tetapi juga akan mendapatkan pendampingan berkelanjutan dari para pelatih RTIK Jawa Timur selama beberapa bulan ke depan.</p>
<p>Pendampingan dilakukan untuk memastikan peserta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mengembangkan berbagai inisiatif literasi digital di sekolah masing-masing.</p>
<p>Sebagai bagian dari program, para siswa dan guru juga akan mengikuti kompetisi tingkat kabupaten yang menjadi sarana untuk mengukur kemampuan sekaligus mendorong kreativitas dalam memanfaatkan teknologi secara positif.</p>
<p>Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, dan sektor industri, program ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda Bojonegoro yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran etika digital yang kuat.</p>
<p>Di tengah derasnya arus informasi yang membanjiri ruang digital, kemampuan memilah informasi, menjaga etika bermedia sosial, dan memanfaatkan teknologi untuk pengembangan diri menjadi bekal penting bagi generasi masa depan. Karena itu, pelatihan literasi digital seperti ini dinilai menjadi investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan era digital.(red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/emcl-dan-pemuda-muhammadiyah-cetak-duta-literasi-digital-20-sekolah-di-bojonegoro-ikuti-pelatihan-internet-sehat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menuju Geowisata Kelas Dunia, Pokdarwis Kedung Lantung Ditempa Perkuat Manajemen dan Identitas Wisata</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/menuju-geowisata-kelas-dunia-pokdarwis-kedung-lantung-ditempa-perkuat-manajemen-dan-identitas-wisata/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/menuju-geowisata-kelas-dunia-pokdarwis-kedung-lantung-ditempa-perkuat-manajemen-dan-identitas-wisata/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 07:04:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[EMCL]]></category>
		<category><![CDATA[ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)]]></category>
		<category><![CDATA[Geopark]]></category>
		<category><![CDATA[Pokdarwis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=3893</guid>

					<description><![CDATA[Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Ambisi Bojonegoro untuk menembus pengakuan dunia melalui status UNESCO <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/menuju-geowisata-kelas-dunia-pokdarwis-kedung-lantung-ditempa-perkuat-manajemen-dan-identitas-wisata/" title="Menuju Geowisata Kelas Dunia, Pokdarwis Kedung Lantung Ditempa Perkuat Manajemen dan Identitas Wisata" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Ambisi Bojonegoro untuk menembus pengakuan dunia melalui status UNESCO Global Geopark tidak hanya bertumpu pada kekayaan geologi yang dimiliki. Lebih dari itu, kesiapan masyarakat sebagai pengelola dan pelaku utama wisata menjadi faktor penting yang kini mulai diperkuat.</p>
<p>Langkah tersebut terlihat melalui kegiatan Pelatihan Pemandu Geosite Kedung Lantung bertema “Manajemen Pokdarwis dan Branding Kawasan Wisata” yang digelar sebagai bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).</p>
<p>Kegiatan yang difasilitasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (UNIGORO) itu menjadi upaya membangun fondasi kelembagaan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kedung Lantung yang diproyeksikan menjadi motor penggerak pengembangan geowisata berbasis masyarakat.</p>
<p>Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan langsung dari praktisi pariwisata asal Yogyakarta, Galuh Alif Fahmi Rizki, yang telah lebih dari satu dekade mendampingi pengembangan desa wisata di berbagai daerah.</p>
<p>Pengalaman Galuh dalam mengantarkan Desa Wisata Tinalah, Kulon Progo, menjadi salah satu desa wisata terbaik di Indonesia menjadi referensi penting bagi Pokdarwis Kedung Lantung yang saat ini masih berada dalam tahap penguatan organisasi.</p>
<p>Menurut Galuh, keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam atau keunikan geosite yang dimiliki. Faktor yang lebih menentukan justru terletak pada kualitas organisasi pengelola dan kemampuan masyarakat membangun identitas kawasan.</p>
<p>Karena itu, peserta dibekali berbagai materi mulai dari penyusunan visi dan misi organisasi, penyusunan aturan kelembagaan, hingga strategi membangun citra destinasi agar memiliki karakter yang berbeda dibandingkan kawasan wisata lainnya.</p>
<p>“Objek wisata yang menarik tidak akan berkembang maksimal tanpa organisasi yang kuat dan memiliki arah yang jelas,” ujarnya dalam sesi pelatihan.</p>
<p>Selain memperkuat aspek kelembagaan, peserta juga diajak memetakan seluruh potensi lokal yang dapat menjadi bagian dari ekosistem wisata Kedung Lantung.</p>
<p>Potensi tersebut tidak hanya terbatas pada keindahan geosite, tetapi juga mencakup produk UMKM, kuliner khas desa, hasil pertanian unggulan, seni budaya, hingga keberagaman flora dan fauna yang dimiliki wilayah sekitar.</p>
<p>Pendekatan tersebut dinilai penting agar manfaat ekonomi dari sektor wisata tidak hanya dinikmati pengelola destinasi, melainkan mampu dirasakan secara luas oleh masyarakat sekitar.</p>
<p>Bagi Pokdarwis Kedung Lantung, tantangan terbesar saat ini bukan hanya menarik wisatawan, tetapi membangun kesadaran bersama bahwa kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang.</p>
<p>Salah satu anggota Pokdarwis, Rico Thomas, mengakui bahwa proses membangun pemahaman di internal kelompok maupun masyarakat masih menjadi pekerjaan yang harus dilakukan secara bertahap.</p>
<p>Menurutnya, sebelum mengajak masyarakat bergerak bersama, anggota Pokdarwis harus lebih dahulu memahami nilai strategis Kedung Lantung sebagai aset wisata masa depan.</p>
<p>“Kami ingin Kedung Lantung tidak hanya dikenal sebagai lokasi wisata, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Desa Drenges,” katanya.</p>
<p>Di sisi lain, LPPM UNIGORO memastikan proses pendampingan tidak berhenti pada pelatihan ini saja. Tim pendamping berkomitmen terus menghadirkan narasumber dan praktisi yang memiliki pengalaman nyata dalam pengembangan kawasan wisata berbasis masyarakat.</p>
<p>Project Manager Program Dukungan Geopark Bojonegoro dari LPPM UNIGORO, Ichwan Hadi, mengatakan bahwa transfer pengalaman dari para praktisi menjadi salah satu kunci untuk mempercepat kapasitas sumber daya manusia lokal.</p>
<p>Sementara itu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menilai penguatan masyarakat harus berjalan beriringan dengan pembangunan sarana dan prasarana kawasan wisata.</p>
<p>Perwakilan EMCL, Slamet Rijadi, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tanpa kesiapan masyarakat akan membuat potensi wisata sulit berkembang secara optimal.</p>
<p>Karena itu, program peningkatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan Geosite Kedung Lantung ke depan.</p>
<p>Melalui pelatihan tersebut, Kedung Lantung tidak hanya dipersiapkan sebagai destinasi wisata alam semata. Kawasan ini mulai diarahkan menjadi pusat geowisata berbasis masyarakat yang mampu mengintegrasikan potensi geologi, budaya, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan warga.</p>
<p>Jika proses penguatan kelembagaan dan pengembangan kawasan berjalan konsisten, Geosite Kedung Lantung berpeluang menjadi salah satu etalase penting Geopark Bojonegoro dalam perjalanan menuju pengakuan internasional sebagai UNESCO Global Geopark.</p>
<p>Pada akhirnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata.(red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/menuju-geowisata-kelas-dunia-pokdarwis-kedung-lantung-ditempa-perkuat-manajemen-dan-identitas-wisata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ademos dan EMCL Latih 30 Pelatih Muda, Bojonegoro Siapkan Lumbung Atlet Bulutangkis</title>
		<link>https://halobojonegoro.id/ademos-dan-emcl-latih-30-pelatih-muda-bojonegoro-siapkan-lumbung-atlet-bulutangkis/</link>
					<comments>https://halobojonegoro.id/ademos-dan-emcl-latih-30-pelatih-muda-bojonegoro-siapkan-lumbung-atlet-bulutangkis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[halobojonegoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2025 02:26:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ademos]]></category>
		<category><![CDATA[Bulu Tangkis]]></category>
		<category><![CDATA[ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[KONI Bojonegoro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://halobojonegoro.id/?p=2055</guid>

					<description><![CDATA[halobojonegoro.id, BOJONEGORO &#8211; Upaya serius menjadikan Bojonegoro sebagai “lumbung atlet emas” bulutangkis <a class="read-more" href="https://halobojonegoro.id/ademos-dan-emcl-latih-30-pelatih-muda-bojonegoro-siapkan-lumbung-atlet-bulutangkis/" title="Ademos dan EMCL Latih 30 Pelatih Muda, Bojonegoro Siapkan Lumbung Atlet Bulutangkis" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>halobojonegoro.id, BOJONEGORO &#8211; Upaya serius menjadikan <strong data-start="481" data-end="536">Bojonegoro sebagai “lumbung atlet emas” bulutangkis</strong> kini benar-benar dimulai. Berkolaborasi dengan <strong data-start="584" data-end="603">PBSI Bojonegoro</strong> dan didukung penuh oleh <strong data-start="628" data-end="662">ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)</strong>, lembaga <strong data-start="672" data-end="682">Ademos</strong> sukses menyelenggarakan <em data-start="707" data-end="756">Pelatihan Pelatih Bulutangkis Lisensi Kabupaten</em> di GOR Dolokgede. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini diikuti oleh 30 pelatih muda dari berbagai kecamatan, dengan semangat yang sama: mentransformasi pembinaan atlet dari sekadar insting menjadi metodologi ilmiah berstandar nasional.</p>
<p data-start="1005" data-end="1487">Direktur Ademos, <strong data-start="1022" data-end="1032">Arsyad</strong>, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya sekadar pencapaian administratif, melainkan perubahan paradigma dalam dunia kepelatihan olahraga di Bojonegoro. “Kami berharap pembinaan atlet di Bojonegoro dapat berjalan lebih sistematis dan berkualitas sehingga mampu menjadi lumbung atlet emas bulutangkis,” ujarnya. Ia menambahkan, Ademos ingin mengubah cara pandang pelatih dari pola tradisional menuju pelatihan berbasis ilmu pengetahuan dan sportivitas.</p>
<p data-start="1489" data-end="1884">“Spirit kami bukan hanya tentang sertifikat, tetapi tentang transformasi,” tegas Arsyad. “Dari pelatih yang hanya mengandalkan insting, menjadi pelatih yang berpegang pada metodologi ilmiah dan etika kepelatihan. Spirit Ademos adalah memberdayakan akar rumput — dari desa ke panggung dunia.” Pesan tersebut menjadi motivasi kuat bagi para pelatih muda yang mengikuti setiap sesi dengan antusias.</p>
<p data-start="1886" data-end="2398">Dukungan penuh dari <strong data-start="1906" data-end="1940">ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)</strong> menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan program ini. <strong data-start="1999" data-end="2026">PGA EMCL Joni Wicaksono</strong> menyampaikan, dukungan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan terhadap pengembangan sumber daya manusia di wilayah operasi. “Kami percaya bulutangkis dapat menjadi alat pemersatu dan sarana membangun karakter generasi muda,” ujarnya. Menurutnya, penguatan kapasitas pelatih adalah investasi sosial jangka panjang yang berdampak langsung pada kemajuan daerah.</p>
<p data-start="2400" data-end="2892">Ketua <strong data-start="2406" data-end="2425">PBSI Bojonegoro</strong>, <strong data-start="2427" data-end="2442">Abdul Wahid</strong>, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaboratif ini. Ia menilai bahwa pelatihan pelatih berlisensi merupakan pondasi penting untuk memperkuat ekosistem olahraga lokal. “Dengan adanya pelatih-pelatih muda yang berkualitas, pembinaan bulutangkis di Bojonegoro akan lebih maju dan dapat mencetak atlet-atlet unggul,” katanya. Menurut Wahid, langkah ini juga akan memperkecil kesenjangan kualitas antara pelatih desa dan pelatih di kota besar.</p>
<p data-start="2894" data-end="3416">Hal senada disampaikan oleh <strong data-start="2922" data-end="2955">Ketua KONI Bojonegoro, Sahari</strong>, yang hadir langsung di lokasi. Ia menyebut pelatihan ini sebagai investasi strategis bagi masa depan olahraga Bojonegoro. “Pelatih adalah ujung tombak. Dengan adanya standarisasi dan peningkatan kualitas pelatih berlisensi, kami optimis pembinaan atlet di Bojonegoro akan menjadi lebih sistematis, terukur, dan profesional,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara organisasi olahraga, pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mencetak prestasi.</p>
<p data-start="3418" data-end="3896">Selama empat hari, para peserta akan dibimbing oleh instruktur berlisensi resmi PBSI. Mereka akan mendapatkan materi teknis, etika, psikologi olahraga, hingga strategi pembinaan usia dini. Dengan pelatih-pelatih berstandar nasional, Bojonegoro diharapkan benar-benar siap menapaki jalur prestasi. Dari GOR Dolokgede, semangat itu lahir — menjadikan Bojonegoro bukan hanya dikenal sebagai daerah penghasil energi, tetapi juga sebagai <strong data-start="3851" data-end="3895">lumbung atlet emas bulutangkis Indonesia</strong>.(red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://halobojonegoro.id/ademos-dan-emcl-latih-30-pelatih-muda-bojonegoro-siapkan-lumbung-atlet-bulutangkis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
